Minggu , 5 Juli 2026

Tokoh Riau A. Z. Fachri Yasin Kecewa, Sikap Manajemen Riau Pos Grup terhadap H Rida K Liamsi

Tokoh Riau yang juga mantan Ketua FPK Riau AZ Fachri Yasin.

PEKANBARU (Khabarmetro.com) – Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Riau periode 2019-2022, A. Z. Fachri Yasin, menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap sikap manajemen Riau Pos Grup yang dinilainya telah memperlakukan secara tidak pantas atas dugaan kriminalisasi tokoh Riau sekaligus pendiri Riau Pos Grup, H Rida K Liamsi.

Menurut A. Z. Fachri Yasin, H Rida K Liamsi merupakan sosok yang memiliki jasa besar yang patut dicatat sebagai sejarah dalam membangun dunia pers di Riau.

Melalui Riau Pos Grup, Rida dinilai telah melahirkan banyak wartawan yang dibinanya sepenuh hati, membuka lapangan pekerjaan mengenai keterbukaan informasi, serta ikut mendorong kemajuan pembangunan daerah melalui karya-karya jurnalistik, termasuk pemikiran para pakar beragam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Sebagai pendiri, beliau seharusnya mendapat penghormatan yang layak. Apa pun persoalan yang terjadi di internal perusahaan, semestinya diselesaikan secara bermartabat dan mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan, bukan justru memperlakukan beliau dengan cara yang melukai rasa keadilan masyarakat,” ujar A. Z. Fachri Yasin kepada media, Sabtu sore (4/7/2026).

Ia menilai, langkah manajemen Riau Pos Grup terhadap H Rida K Liamsi telah menimbulkan keprihatinan di tengah masyarakat Riau yang kental berbudaya Melayu.

Menurutnya, sosok Rida bukan hanya dikenal sebagai pendiri perusahaan media terbesar di Riau, tetapi juga merupakan budayawan, sastrawan, dan tokoh Melayu yang telah mengharumkan nama daerah Riau dan Kepulauan Riau di tingkat nasional maupun internasional.

Secara pribadi, lanjut A. Z. Fachri Yasin mantan Dekan Faperta UIR dan Unri, karena bertetangga dengan Rida K Liamsi, kepedulian sosialnya pun luar biasa. “Pak Rida itu kepedulian sosial masyarakat dan agama yang tinggi. Masjid kami disini banyak dibantunya sekaligus sebagai ketua pembangunan Masjid Nurul Iman,” kata dia.

Karenanya, A. Z. Fachri Yasin berharap manajemen Riau Pos Grup dapat meninjau kembali sikapnya dan mengedepankan penyelesaian yang lebih arif serta menghormati jasa-jasa pendiri perusahaan yang awalnya dimulai dengan tungkus lumus, tidak kalah pentingnya peranan dan ketokohan Rida memperoleh dukung penuh pemerintah daerah.

“Jangan sampai masyarakat Melayu Riau menilai bahwa sebuah perusahaan besar justru melupakan sejarah dan jasa orang yang telah membangunnya sejak awal dengan sepenuh hati. Menghormati pendiri patut dicatat sebagai sejarah yang wajib diingat adalah bagian dari menjaga marwah perusahaan itu sendiri di masa kini dan mendatang,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Riau untuk tetap mengedepankan nilai-nilai Melayu yang menjunjung tinggi penghormatan kepada para tokoh dan sesepuh, serta berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik tanpa terus memperkeruh keadaan yang potensial menimbulkan keresahan yang tidak diinginkan. (irg)

Check Also

Janji Tinggal Janji, Eks Karyawan Riau Pos Minta Angsuran Pesangon Rp100 Ribu untuk Bayar Kredit Rumah, Jawabannya: “Tak Ada Duit”

PEKANBARU (khabarmetro.com)- Persoalan kewajiban pesangon terhadap sejumlah mantan karyawan Riau Pos Group kembali mencuat. Sejumlah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *