
Siak – Mahasiswa dan mahasiswi Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah Kelompok 86 sukses menggelar workshop inovatif bertajuk “Pengelolaan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi”. Kegiatan ini berlangsung di Dusun 1 Pertiwi, Desa Pinang Sebatang Timur, dengan tujuan utama mendaur ulang minyak jelantah bekas menjadi produk lilin aromaterapi yang bernilai ekonomi tinggi. Melalui pendekatan ini, para mahasiswa tidak hanya mengatasi masalah limbah rumah tangga, tetapi juga memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pada (27/08/2025) di Pinang Sebatang Timur.
Workshop yang diikuti oleh puluhan warga desa, termasuk ibu rumah tangga dan pelaku UMKM, dimulai dengan pengenalan tentang bahaya minyak jelantah jika dibuang sembarangan, seperti pencemaran lingkungan dan risiko kesehatan. Para peserta kemudian diajarkan langkah-langkah praktis dalam mengolah minyak jelantah: mulai dari penyaringan, pencampuran dengan bahan alami seperti lilin lebah dan minyak esensial, hingga pembentukan lilin aromaterapi siap jual. “Kami ingin membuktikan bahwa limbah bisa menjadi sumber penghasilan. Lilin aromaterapi ini tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga memiliki aroma terapeutik yang bisa dipasarkan ke wisatawan atau toko online,” ujar ketua koordinator KKN MAS Kelompok 86, Alifio Satya.
Kegiatan ini bagian dari program KKN MAS yang bertema pemberdayaan masyarakat melalui inovasi berkelanjutan. Dengan bimbingan dosen pembimbing, mahasiswa Kelompok 86 yang terdiri dari 11 orang berhasil menghasilkan prototipe lilin aromaterapi dengan varian aroma lokal seperti mint, ecaliptus, dan lavender. Hasilnya, beberapa UMKM di desa kini siap memproduksi dan memasarkan produk ini, dengan potensi pendapatan tambahan hingga Rp 500.000 per bulan per kelompok.
Menurut Linda Juwita, Ibu Dusun 1 Pertiwi Desa Pinang Sebatang Timur, workshop ini menjadi momentum penting untuk desanya. “Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN MAS. Ini bukan hanya pelatihan, tapi juga inspirasi untuk masyarakat agar lebih sadar lingkungan sambil meningkatkan ekonomi keluarga. Kami berharap program serupa bisa dilanjutkan,” ungkapnya.
Kegiatan pemberdayaan kepada masyarakat ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta Nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Para mahasiswa berencana melanjutkan pendampingan melalui kelompok UMKM baru yang dibentuk, dengan target ekspansi ke pasar kota terdekat.
KKN MAs Kelompok 86 mengajak media dan masyarakat untuk terus mendukung program serupa. Adapun anggota kelompok yg berkontribusi yaitu Adila Arani, Alifio Satya, Arel Rutama, Dhea Nitha Dwi Abadi, Elviza Delima Putri, Halim Prasetyo, Muhammad Richard Ginting, Nikeu Noviani, Pamela Lawreina, Sandrina Pranata Sari, Sultan Rafly. (rls)
khabarmetro.com SELALU ADA KABAR BARU