
Pengamat politik Universitas Riau Dr Saiman Pakpahan di Pekanbaru.
PEKANBARU (Khabarmetro.com)- Musda DPD I Golkar Riau hanya menghitung hari. Rencananya, pada 8 Februari 2025 akan ditetapkan jadwal Musda itu pada forum Rapat kerja Nasional (Rakernas) DPP Golkar di Jakarta.
Siapa yang akan melanjutkan kepemimpinan Ketua DPD I Golkar Riau, akan jadi salah satu agenda Musda nanti. “Golkar Riau selalu saja dinamis. Pergantian ketua DPD I Golkar Riau selalu menarik dicermati,” kata pengamat politik Universitas Riau (Unri) Dr Saiman Pakpahan.
Saat bincang-bincang di Pekanbaru, Kamis pagi (30/1/2025), Saiman mengakui, dalam kondisi Golkar seperti saat ini yang disebut-sebut gagal Pilkada kemarin, ternyata kursi Ketua DPD I yang akan ditinggalkan oleh Drs H Syamsuar MSi, tetap jadi rebutan. Golkar Riau nampaknya masih sangat seksi.
“Golkar Riau disebut-sebut gagal Pilkada. Padahal, berhasil menambah kursi, jadi tiga kursi, di DPR RI. Nah, dalam kondisi itu pun kursi Ketua DPD I Golkar Riau tetap jadi rebutan. Golkar Riau ternyata masih sangat seksi,” kata Saiman, sambil tersenyum.
Apa yang dimaksudkan seksi dan masih jadi rebutan? Kata Saiman, saat ini, jelang digelar Musda Golkar Riau mulai bermunculan nama-nama yang akan mengisi kursi Ketua DPD I Golkar Riau.
Nah, seksi dan jadi rebutan itu nampak jelas. “Jelas sekali. Karena kursi Ketua DPD I Golkar Riau tidak saja jadi rebutan kader internal Golkar. Ada pula santer dari eksternal pun berupaya keras untuk jadi Ketua Golkar Riau. Itu menunjukkan Golkar memang luar biasa,” ujar Saiman.
Padahal, ada PDIP yang sekarang disebut sebagai pemenang Pileg di Riau. Kalau dilihat tren di media, juga media sosial, justru tak terdengar gaungnya. Malah Golkar saat ini yang jadi trending topik dimana-mana.
Saiman melihat, ini juga efek dari kedewasaan kader-kader Golkar. “Walau di posisi yang tidak menang di Pileg Riau dan Pilkada kemarin, kader-kader Golkar ini namanya sangat piawai memainkan isu-isu politik lokal dan internal. Sehingga Golkar saja terus yang jadi perbincangan. Ya, ini penanda Golkar sangat dewasa,” katanya.
Lalu bagaimana dengan dinamika jelang Musda? Menurut Saiman, Golkar selalu begitu. Tren di partai berlambang beringin itu, selalu dinamis sebelum Musda. Nah, ketika selesai biasanya akan kembali solid. Begitu yang selalu terjadi, dan bisa dilihat dari Musda beberapa kali yang sudah-sudah.
Bagi Saiman, secara politik, terlepas dari apapun kondisi sekarang, Golkar tetap selalu bisa memainkan peran sebagai partai besar dan sangat dinamis. Ini bukti partai modern. Golkar Riau, diyakini akan menempatkan ketua yang tepat untuk menatap kegemilangan di tahun 2029 mendatang. (uli/irg)
khabarmetro.com SELALU ADA KABAR BARU