PEKANBARU (khabarmetro.com)-Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menghimbau kepada masyarakat Riau, agar tidak panik melihat antrian panjang di Stasion Pengisian Bakar Umum (SPBU). Karena stok minyak untuk Riau tidak ada masalah.
“Stok BBM kita di Riau aman. Pembelian bahan bakar berlebihan oleh masyarakat, di hampir seluruh SPBU di Kota Pekanbaru. Hal ini terjadi karena kekhawatiran masyarakat stok BBM habis, atau adanya informasi kenaikan harga,” ujar Plt Gubri SF Hariyanto.
Dikatakan Plt Gubri SF Hariyanto Pemerintah sudah memastikan memastikan stok BBM nasional aman dan meminta masyarakat tidak panik atau membeli secara berlebihan karena dapat mengganggu distribusi. Antrian panjang pembelian BBM hanya ada di Pekanbaru sementara di daerah lain tidak terjadi antrian pembelian BBM.
“Nah ini tadi kami sudah membicarakan bersama Kapolda, jadi memang ini bukan masalah langka tidak. BBM itu aman ada readi stok, ini bukti di Rengat di Dumai tidak ada antrian. Ini masalah distribusi saja,” ujar SF Hariyanto, usai menghadiri peringatan hari buruh atau May Day, di halaman Purna MTQ Pekanbaru, Minggu (3/5).
Dijelaskan Plt Gubri, Pemerintah menjamin BBM di Riau masih aman dan tidak ada kenaikan harga. Karena itu masyarakat diminta tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan dan memercayai informasi resmi dari pemerintah tidak perlu panik buying.
“Jadi kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik, kita percaya kepada pemerintah untuk menyelesaikan masalah BBM. Ini masalah distribusi saja, jangan panik,” kata SF Hariyanto.
Sementara itu, salah seorang warga Pekanbaru, Rena berharap kondisi yang terjadi dalam beberapa hari ini di seluruh SPBU Pekanbaru kembali normal. Ia menilai masyarakat terlalu berlebihan menerima informasi yang tidak resmi dari pemerintah, adanya kenaikan harga dan BBM langka.
“Tidak seperti biasanya antrian BBM, saya mau membeli Pertamax 92 pun sulit sekarang karena antrian panjang. Mungkin masyarakat panik ada informasi BBM langka atau akan naik. Buktinya belum ada kenaikan harga BBM baik Pertalite atau Pertamax 92 dan Solar. Beli Pertamax Tubo pun saya tak bisa habis juga, ini kan aneh juga Pertamax Turbo yang harganya sudah naik pun habis di SPBU,” ungkap Reno.
Sementara itu, dari pantauan dilapangan tanpak antrian panjang kendaraan di beberapa SPBU, seperti SPBU Sembilang Rumbai, SPBU, Sudirman, SPBU Arifin Achmad, dan SPBU Senapelan. Antrian panjang ini juga menyebabkan kemacetan panjang karena kendaraan yang akan membeli BBM juga memakan badan jalan, sehingga kendaraan lain yang melewati jalan tersebut ikut terjebak macet. (adn)
khabarmetro.com SELALU ADA KABAR BARU