Rabu , 27 Oktober 2021

Zona Merah, Ahli Epidemiologi Riau, Rekomendasikan 13 Penanganan Untuk Mandau

BENGKALIS (Khabarmetro.com)–Masuk zona merah penyebaran Covid-19, Ahli Epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan Rekomendasikan 13 penanganan Covid 19 untuk Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis. Diantaranya penerapan PSBB atau PSBM, di Mandau, kampanye masive penerapan 3M, memastikan semua penduduk menggunakan masker dan beberapa rekomendasi lainya terkait pencegahan Covid-19.

Hal tersebut disampaikan, Ahli Epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan, saat menghadiri Rapat Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bengkalis, bersama Gubernur Riau, H Syamsuar, Pj Bupati Bengkalis, H Syahrial, Abdi. Kadiskes Riau, Mimi Yunani Nazir, Serta pihak terkait penanganan Covid-19 Bengkalis lainya. Jumat (23/10) di Kantor Camat Duri, Mandau Bengkalis.

Menurut dr Wildan, rekomendasi tersebut sesuai dengan arahan pemerintah pusat untuk daerah yang mengalami peningkatan penyebaran Covid-19. Terutama daerah yang masuk zona merah seperti di Kecamatan Mandau saat ini.

“Untuk Kecamatan Mandau beberapa minggu belakangan ini peningkatan cukup drastis dan mengkawatirkan. Maka itu kita merekomendasikan penanganan yang bisa dilakukan pemerintah maupun daerah setempat kedepan,” katanya.

Penerapan rekomendasi tersebut katanya, juga harus bisa diikuti atau didukung oleh 3 Kecamatan lainya di Kabupaten Bengkalis, yaitu, Kecamatan Batin Solapan, dan Kecamatan pinggir. Karena hal itu juga sesuai grafik perkembangan kasus Covid 19 di 4 Kecamatan dalam satu bulan ini yang jumlahnya cukup tinggi.

Sedangkan untuk kunci utama penanganan Covid 19 ini, ia kembali meminta petugas atau pemerintah daerah bisa memastikan penegakan protokol kesehatan dengan tegas. Serta memastikan masyarakat menggunakan masker.

“Karena jika protokol kesehatan ini jalan, Insyaallah daerah akan aman dari penularan Covid 19. Maka itu penanganan Covid 19 ini kuncinya ada pada penegakan protokol kesehatan dan disiplin menerapkan 3M,” jelasnya.

Sementara Gubernur Riau H Syamsuar menegaskan, untuk percepatan penanganan Covid 19 ini Pemkab juga harus bisa memperketat pemeriksaan pada jalur keluar masuk antar daerah. Termasuk dalam melakukan pendataan warga masyarakat yang keluar masuk pada daerah.

“Mandau dan juga kabupaten Bengkalis ini juga merupakan daerah perbatasan yang ramai kunjungan. Maka itu juga harus bisa memperhatikan jalur keluar masuk yang juga salah satu penyebab banyaknya penyebaran Covid 19,” ujarnya.

Gubri berharap, dengan banyak peningkatan kasus positif Covid 19 dan masuknya daerah menjadi zona merah penyebaran Covid-19, bisa menjadi perhatian bagi masyarakat untuk terus menegakan protokol kesehatan dan disiplin menerapkan 3M.

“Karena menerapkan 3M, (menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) itu sangat efektif untuk mencegah penularan. Maka itu terus tegakan dan disiplin sesuai yang telah di himbauan kan pemerintah,” tuturnya. (dre)

Check Also

Aklamasi, Jimmy Kurniawan Kembali Pimpin APSAI Pekanbaru

Pelantikan Pengurus, Dijadwalkan November 2021 Anggota dan Pengurus APSAI Kota Pekanbaru bersama Kadis P3APM Chairani …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *