Sabtu , 28 November 2020

Waspada, Kawasan Rohil Bakal Dilanda La Nina

Atap rumah warga Rohi berterbangan diterjang angin kecang

JAKARTA (khabarmetro.com) – Tingginya intensitas hujan dan angin kencang di wilayah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), ternyata sudah diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Wilayah Negeri Seribu Kubah merupakan satu-satunya kabupaten di Riau yang masuk daerah rawan sesuai prediksi BMKG tersebut.

Hal itu diungkapkan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam pembukaan Rapat Koordinasi Bidang Nasional Kebudayaan dengan tema ‘Gerakan Menanam Pohon Kepala Daerah PDI Perjuangan se-Indonesia’, Sabtu (31/10).

Dwikorita mengatakan, sejumlah daerah berpotensi mengalami banjir pada November 2020 hingga Januari 2021 akibat meningkatnya curah hujan yang dipicu La Nina. ”Musim hujan tahun 2020/2021 diwarnai fenomena iklim global La Nina sejak awal Oktober 2020 dan diperkirakan berlangsung hingga April 2021 dengan intensitas La Nina lemah hingga moderat,” katanya.

La Nina dapat meningkatkan akumulasi curah hujan bulanan dan musiman di Indonesia. Berdasarkan catatan historis data hujan Indonesia, pengaruh La Nina tidak seragam tergantung pada bulan, daerah dan intensitas. Namun sebagian wilayah di Indonesia tengah dan timur diprakirakan mendapatkan curah hujan di atas normal selama musim hujan 2020/2021.

Menurut Dwikorita, La Nina perlu diantisipasi karena akan menimbulkan hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, longsor angin kencang, dan puting beliung yang berpotensi mengancam sektor pertanian, perhubungan (transportasi), infrastruktur, dan keselamatan masyarakat.

”Sebagai langkah mitigasi perlu dilakukan optimalisasi tata kelola air terintegrasi dari hulu hingga hilir,” kata Dwikorita.

Selain itu, Dwikorita mengatakan, BMKG mendorong Pemerintah Daerah dan masyarakat agar tetap memonitor perkembangan cuaca atau iklim. Perkembangan dapat dipantau melalui web BMKG, aplikasi mobile phone Info BMKG, hingga menghubungi kantor BMKG yang ada di setiap provinsi. (dtc)

Daftar daerah berpotensi mengalami banjir kategori tinggi:

Di Bulan November 2020:
– Nangroe Aceh Darussalam (Kabupaten Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Gayolues, Nagan Raya)
– Sumatera Utara (Kabupaten Langkat, Mandailing Natal, Nias Utara)
– Riau (Kabupaten Rokan Hilir)
– Sumatera Barat (Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan)
– Jambi (Kabupaten Kerinci)
– Bengkulu (Kabupaten Kaur, Lebong, Seluma)
– Sumatera Selatan (Kabupaten Empat lawang, Lahat, Ogan Komering Ulu)
– Lampung (Kabupaten Lampung Barat, Pesisir Barat)
– Jawa Barat (Kota Sukabumi, Kabupaten Bandung Barat, Cianjur, Sukabumi)
– Kalimantan Barat (Kabupaten Bengkayang, Kayong Utara, Kuburaya, Landak, Mempawah)
– Sulawesi Barat (Kabupaten Mamasa, Mamuju)
– Papua (Kabupaten Deiyai, Dogiyai, Mamberamo Tengah, Mimika, Nabire, Paniai)

 

About Adnan Buyung

Check Also

Riau Didukung Gubri Jadi Tuan Rumah Rakernas II MASATA 2021

MASATA Riau Hadiri Rakernas I di Bandung Ketua MASATA DPD Riau Ahmad Fadli (dua kanan) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *