Rabu , 27 Oktober 2021

Waduh…Ternyata Sumur Eksploitasi Minyak PT SPE Sudah 2 Kali Tumpah


PENDALIAN IV KOTO-Hal mengejutkan kembali terkuak di lokasi Eksploitasi minyak bumi PT Sumatera Persada Energi (SPE) blok West Kampar, Kecamatan Pendalian IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu.

Kejadian tumpahnya minyak mentah ke permukaan tanah dekat sumur 1 yang dulunya pernah dikelola PT SPE ini bukan kali pertama terjadi. Kejadian yang sama pernah juga terjadi di tahun 2017 lalu.

PT Sarana Pembangunan Riau (SPR Langgak) pada saat itu juga turut serta membantu evakuasi minyak dan membersihkan lokasi yang sudah tak terawat lagi.

Hal ini terungkap pada saat awak media khabarmetro.com mendatangi lokasi kejadian tumpahnya minyak yang berada di perkebunan PTPN V Seiasam Pendalian IV Koto, Sabtu (28/8).

Lokasi sumur minyak ini dari Kecamatan Ujungbatu menempuh perjalanan sekitar 40 KM atau sekitar 1,5 jam perjalanan mengunakan mobil.

Medan yang dilewati tidak semulus yang dibayangkan. Dari Simpang Siabu Ujungbatu, kami harus melalui jalan tanjakan dengan tikungan tajam dengan dibawah jurang berkedalam diperkirakan mencapai 20-30 meter.

Sesampainya di Pasar Rokan IV Koto, perjalanan kami belum sampai, kami harus menempuh perjalanan lagi sekitar 1 jam menuju Kecamatan Pendalian IV Koto.

Menyusuri jalan berbatu perkebunan sawit sekitar 10 KM barulah kami sampai di lokasi. Di lokasi terlihat sudah cukup banyak orang yang bekerja membersihkan lokasi sumur minyak. Ketika kami hampiri ternyata mereka adalah petugas dari PT SPR yang ditugaskan oleh SKK Migas Sumbagut untuk melakukan pembersihan minyak bumi yang tumpah.

Humas PT SPR, Hardi ketika diwawancarai membenarkan bahwa pihaknya memang sudah ditunjuk oleh SKK Migas wilayah Sumbagut untuk melakukan Assessment minyak yang tumpah.

Dimana, nantinya minyak yang tumpah tersebut akan di sedot kedalam tangki penampungan yang mereka persiapkan.

“Sedangkan minyak yang beku akan kita angkat secara manual dan dikumpulkan ke dalam wadah penampungan yang akan kami buat,” jelas Hardi.

Menurut Hardi, jika tidak ada aral melintang kegiatan pembersihan lokasi tumpahan minyak diperkirakan selesai 12 hari dimulai pada hari Rabu, (25/8) kemarin.

“Untuk tim dari SPR sendiri berjumlah 15 orang, dibantu tenaga harian dari masyarakat sekitar lokasi,” jelas Hardi selain menggunakan alat manual, pihak SPR juga menurunkan alat berat Backhoe Loader ke lokasi.

Dalam pada itu, kata Hardi bahwa pihaknya juga sudah meng identifikasi sumur minyak yang ada di lahan seluas 8 hektar tersebut. Dari 7 sumur, yang memiliki pompa dan aktif hanya 5 sumur minyak.(KM3)

Check Also

Aklamasi, Jimmy Kurniawan Kembali Pimpin APSAI Pekanbaru

Pelantikan Pengurus, Dijadwalkan November 2021 Anggota dan Pengurus APSAI Kota Pekanbaru bersama Kadis P3APM Chairani …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *