Rabu , 14 April 2021

Ubah Prilaku Masyarakat Cegah Covid-19, Gubri Kembali Ajak Tokoh Agama berperan Aktif

PEKANBARU (Khabarmetro.com)— Cegah penyebaran Covid 19 di Provinsi Riau, Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar kembali ajak toko agama berperan aktif dalam pencegahan dan memutus mata rantai Covid-19. Diantaranya melakukan sosialisasi kepada jamaah atau masyarakat pentingnya menerapkan protokol kesehatan dilingkungan.

Penerapan protokol kesehatan tersebut kata Gubri, juga sesuai program norma hidup baru dalam merubah prilaku hidup sehat pada masyarakat. Artinya untuk prilaku hidup sehat ini bisa dibiasakan dan menjadi kebiasaan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-sehari. Sehingga dengan adanya prilaku hidup sehat itu juga akan mencegah masyarakat dari penularan Covid-19 maupun ancaman penyakit lainya kedepan.

“Jadi kita berharap para toko agama, ulama maupun majelis ulama lainya bisa ikut beperan aktif dalam hal ini. Sehingga peningkatan kasus Covid-19 di Riau yang terus meningkat bisa teratasi dengan cepat dan maksimal,” katanya. Senin (19/10) di Pekanbaru.

Dalam penerapan protokol kesehatan ini, Gubri meminta toko agama, ulama maupun majelis agama untuk mensosialisasikan penerapan 4M yaitu, Menggunakan masker, Mencuci tangan dengan, Menjaga jarak dan Menghindari keramaian. Dimana penerapan 4M tersebut juga merupakan program yang sangat efektif untuk mencegah penularan dan penyebaran Covid-19.

“Untuk sosialisasi ini toko agama dan ulama bisa menyampaikan pada para jamaah di tempat masih-masing melalui ceramah atau kegiatan lainya. Terutama terkait disiplin dan patuh terhadap protokol kesehatan yang telah dihimbau pemerintah,” jelasnya.

Lebih jauh kata mantan Bupati Siak ini, melibatkan toko agama, ulama dan mejelis agama lainya ini, juga menimbang penyebaran Covid-19 14 hari pasca lebaran beberapa waktu lalu terjadinya lonjakan cukup drastis. Untuk itu juga perlu peran aktif mereka ini bisa terus mensosialisasikan kepada jamaah.

“Menerapkan protokol. Kesehatan ini juga tidak berat, hanya membutuhkan kedisiplinan yang bisa menjadi kebiasaan. Sehingga jika kita disiplin memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini juga akan cepat dan wabah pun akan segar berlalu,” ujarnya.

Ia mengakui, meningatkanya kasus Covid-19 hingga kini karena masih minimnya disiplin pada masyarakat kita untuk menerapkan protokol mesehatan. Pada hal sudah selalu dihimbau agar bisa terhindar dari penularan.

“Saat ini tidak hanya para tokoh agama dan ulama, tapi kita juga mengajak masyarakat lainya untuk mari bersama-sama kita disiplin menerapkan protokol kesehatan ini, agar kita benar-benar bisa mengatasi wabah ini cepat berakhir di Riau. Karena dampak wabah ini sudah sangat berat pada masyarakat yang sudah menghancurkan perekonomian dan menyebabkan kesulita,” tuturnya.(dre)

Check Also

Ekspedisi Seroja Hadirkan Secercah Tawa di Tengah Bencana

  WAINGAPU (Khabarmetro.com)–  Curah hujan tinggi dan badai siklon Seroja pada 6 April 2021 lalu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *