Rabu , 27 Oktober 2021

Tiga Hari Dilahan Gambut Sang Perwira Lakukan Pendingin Titik Api

Kapolsek GAS Iptu Agus Susanto SH bersama tim melakukan pendingin tiik api

 

GAS, (Khabarmetro.com)– Mendapati laporan hasil NOAA20​ NASA satelit tentang adanya titik panas diduga berasal dari api Kebakaran Lahan dan Hutan Polsek Gaung Anak Serka (GAS) Polres Indragiri Hilir langsung bergerak menurunkan Anggota untuk mendatangi lokasi.Selasa (23/02) lalu.

Kapolsek GAS Iptu Agus Susanto SH​ langsung menggerakkan personel Polsek untuk segera mendatangi TKP guna menetralisir titik api.

“Kita langsung mendatangi TKP (titik hotspot_red)​ tindakan cepat itu perlu dan sangat dibutuhkan. Kita tidak mau nantinya dari asalnya kecil dapat menjadi besar”ujar Agus.

Kapolsek kembali menerangkan bahwa titik hotspot tepat di Parit Terentang Desa Semambu Kuning, Kecamatan Gaung yakni wilayah tetangga dari GAS.Pendinginan lahan kebakaran di lakukan oleh Tim Gabungan TNI – Polri Masyarakat Peduli Api (MPA), Anggota RPK PT Bumi Duta Laksana (BDL) dan RPK PT Citra Palma Kencana (CPK).

Giat pendinginan dipimpin oleh Kapolsek GAS​ Iptu Agus Susanto SH bersama Kepala Distrik PT BDL Ahmad Winarko dengan menyelusuri beberapa titik lokasi semak belukar kering yang memudah terbakar dengan tekstur gambut tebal.

“Lahan yang terbakar adalah kebun masyarakat setempat dan lahan PT CPK dengan luas kurang lebih 5 Hektar di lokasi Parit Terentang Desa Semambu Kuning, Kecamatan Gaung,”Kata Kapolsek.

Masih dijelaskan Kapolsek bahwa pendinginan dilakukan selama tiga hari, disebabkan yang terbakar adalah lahan gambut yang di tanami pohon sawit.lahan gambut memang sangat rentan dengan kebakaran dan sulit
pemadamannya,bisa jadi di atas sudah padam sementara di bawah masih mengandung panas atau bara api yang bisa memicu kebakaran kembali.

​ “Pemadaman dilakukan dengan penyiraman dari atas lahan dan kemudian ditembakkan dengan air dari dalam juga,agar sisa kebakaran yang masih panas tidak menjalar ke lokasi lainnya atau kebakaran lagi,” ujar kapolsek.

​ Peralatan yang digunakan untuk melakukan pendinginan lahan terbakar menggunakan 2 unit mesin Robin milik PT CPK dan 1unit mesin Tohatshu​ ​ ​ milik PT BDL.Kendala yang di hadapi di lapangan oleh Tim pendinginan kebakaran,Akses jalan sangat sulit di lewati untuk menuju lokasi dan sumber air jauh serta kesulitan berkomunikasi melalui jaringan seluler,dalam upaya pemadaman dan pendinginan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar bersama sama menjaga lahan,dan apa bila ada titik api secepatnya memberikan informasi,agar bisa diatasi dengan cepat.”imbuhnya.

Untuk diketahui sampai saat ini pelaku yang menyebabkan kebakaran lahan tersebut masih dalam penyelidikan dari Polsek GAS (ujg)

Check Also

Aklamasi, Jimmy Kurniawan Kembali Pimpin APSAI Pekanbaru

Pelantikan Pengurus, Dijadwalkan November 2021 Anggota dan Pengurus APSAI Kota Pekanbaru bersama Kadis P3APM Chairani …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *