Senin , 2 Agustus 2021

Ternyata Ini Penyebabnya Covid-19 Tinggi di Pekanbaru

Ahli Epidemiologi Riau Ungkap Penyebabnya

 

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Riau dr Wildan Asfan Hasibuan

PEKANBARU (khabarmetro.com)- Golongan usia muda ternyata tertinggi terpapar Covid-19 di Riau. Mereka adalah umur 18 sampai 40 tahun. Data itu berdasarkan rilis dari Dinas Kesehatan (Diskes) Riau. Golongan umur 18 sampai 40 tahun itu memiliki persentase sebanyak 47,2 persen dengan total kasus sebanyak 5.819 kasus.

Kemudian diurutan kedua adalah usia 40 sampai 60 tahun sebanyak 31,6 persen dengan jumlah kasus mencapai 3.897 kasus. Diurutan ketiga golongan usia 5-18 tahun sebanyak 11,3 persen dengan jumlah kasus sebanyak 1.398 kasus. Paling sedikit digolongan usia diatas 60 tahun sebanyak 6,1 persen dengan jumlah kasus sebanyak 751 kasus.

Menanggapi data tersebut, Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Riau dr Wildan Asfan Hasibuan, Jumat (23/10), memaparkan, tingginya kasus Covid-19 diusia anak muda, antara 18 sampai 40 tahun bukan sesuatu yang luar biasa. Sebab direntang usia tersebut memang mobilitas seseorang akan jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan gelongan usia dibawa atau diatasnya.

”Tingginya mobilitas tersebut yang membuat golongan usia ini paling banyak terpapar Covid-19. Kalau usia lanjut atau masih anak-anak kan mobilitasnya rendah, banyak di rumah, makanya jumlah kasus yang paling banyak kalangan muda,” ujarnya.

Meski di golongan usia ini paling banyak yang terpapar Covid-19, untuk angka kematian justru cenderung lebih kecil jika dibandingkan golongan usia lanjut dan penderita penyakit komorbid atau penyakit penyerta.

”Tapi yang meninggal banyak orang tua dan yang punya komorbid (penyakit penyerta),” katanya.
Ia mengungkapkan, golongan usia muda ini patut diwaspadai dalam penyebaran Covid-19. Sebab pada umumnya mereka tidak bergejala.

Sehingga, lanjutnya, saat pulang ke rumah dan berkumpul bersama keluarga, golongan usia inilah yang menjadi penyebab muncul klaster-klaster keluarga. ”Itu yang kita takutkan, dia bawa (virus) ke rumah, menularkan ke anggota keluarganya yang lain. Karena direntang usia itu memang biasanya daya tahan tubuhnya lebih kuat, makanya mereka ini tidak bergejala, atau bergejala ringan saja,” ujarnya.

Untuk itu, Wildan menyarankan agar kalangan muda yang memiliki mobilitas tinggi ini agar disiplin menjalankan protokol kesehatan. Mulai dari menggunakan masker, rajin mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir serta menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

”Apalagi yang muda-muda ini biasanya yang sering nongkrong di cafe-cafe, di restoran. Di sana, kan mereka ini makan, minum tentu buka masker, di sinilah biasanya terjadi penularan itu,” katanya. (rls)

 

Check Also

BEBUAL SAMBIL NGOlah Pikiran yang ditajah oleh Kwarran Binawidya Pekanbaru

Pekanbaru (khabarmetro.com ) – Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Binawidya pada Jumat 30/07/2021 melalui Dewan Kerja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *