Jumat , 22 Oktober 2021

Stres Ditinggal Istri dan Anak, Nekad Siram Kantor Desa dengan Bensin

 

Pelaku (baju putih) didampingi keluarganya, pihak Dinsos dan Camat Tebingtinggi, Rayan Pribadi dan akan dirujuk ke RSJ Tampan, Pekanbaru.

MERANTI (Pepos) – Kantor Desa Banglas, Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti, nyaris dibakar orang yang diduga stres. Percobaan pembakaran kantor desa terjadi pada Senin (2/10) sekitar pukul 8:15 WIB.

Kejadian berawal dari seseorang yang datang ke kantor desa berpakaian putih-putih dengan suara lantang sambil berteriak-teriak dan membawa sebotol bensin. Kemudian bensin tersebut disiramkannya ke lantai dan ke meja kerja yang di dalamnya ada staf kantor dan beberapa RT yang sedang melayani masyarakat sambil di tangannya itu memegang korek api.

Kemudian warga yang berada di lokasi beramai-ramai mendatangi bersangkutan untuk menghentikan aksinya dan akhirnya berhasil ditangkap. Selanjutnya pihak desa memanggil Babinsa untuk melakukan pengamanan dan yang bersangkutan dibawa ke dinas sosial menggunakan mobil patroli kepolisian.

Camat Tebingtinggi Rayan Pribadi SH mengatakan, peristiwa tersebut memang tidak dilaporkan ke kecamatan. Sementara itu, disaat yang bersamaan dirinya sedang ada urusan ke Dinas Sosial untuk berkonsultasi terkait bantuan bantuan sosial terhadap masyarakat tidak mampu.

”Saya tidak mengetahui persis kejadiannya, kebetulan saya sedang urusan juga di Dinsos. Dan ternyata kantornya ditutup, karena ada staf honorer yang positif Covid-19. Sehingga kantor tidak dibuka. Lalu karena di situ terlihat ramai dan dicari tahu ternyata didapat cerita ada warga yang mengancam atau ingin melakukan upaya keributan dengan upaya membakar kantor desa,” kata Rayan.

Dikatakan Camat, diwaktu yang bersamaan, semua warga bingung karena tidak memiliki kos untuk melakukan rujukan terhadap yang bersangkutan. Terlebih lagi disaat ini dalam kondisi pandemi Covid-19. Akhirnya secara bersama-sama bergotong-royong untuk memenuhi kebutuhan berangkat pasien pendamping dari satpol PP dan keluarga.

”Waktu bersamaan sepertinya kita melihat semua yang di situ kebingungan, karena warga tersebut apalagi dengan kondisi ekonomi sekarang yang serba sulit, sehingga membutuhkan kos yang tidak sedikit juga untuk dirujuk atau dilakukan tindakan lain ke Pekanbaru seperti dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Tampan, Pekanbaru. Setelah melakukan upaya komunikasi dengan para pihak, alhamdulillah ada partisipasi dari Dinas Sosial bersama Baznas dan staf kecamatan serta kelurahan, didapatlah biaya untuk transportasi pengantar yang bersangkutan ke Rumah Sakit Jiwa Tampan menggunakan speedboat,” ungkap Rayan.

Rayan juga mengatakan saat ini yang bersangkutan sudah ditangani di Rumah Sakit Jiwa, Tampan dan untuk keluarga serta pendampingnya juga sudah diinapkan di sebuah rumah singgah. ”Alhamdulillah, pasien sudah ditangani pihak RSJ Tampan dan terima kasih juga kepada pihak Puskesmas dan RSUD yang sudah membantu untuk administrasi rujukan. Sehingga yang bersangkutan dapat ditangani secara medis. Dan untuk keluarga yang yang sedang mengantar dan mendampingi saat pasien dirujuk ke RSJ Tampan ditumpangkan untuk istirahat tidur di rumah singgah pemerintah kabupaten di Pekanbaru,” ujarnya.

Ditambahkan Rayan, yang bersangkutan bertindak demikian diduga mengalami gangguan jiwa, karena lama ditinggal anak dan istrinya. ”Menurut cerita bahwa yang bersangkutan memang sedang mengalami stres, karena sedang berjauhan dengan anak dan istrinya. Kita berharap bahwa yang bersangkutan segera sembuh dan kembali dan tentu bisa berkumpul kembali dengan anak dan istrinya seperti biasa dan menjalani kehidupan dengan normal,” pungkasnya. (dam)

 

Check Also

DPC AWI Kepulauan Meranti Serahkan Bantuan Bibit Bawang Merah

MERANTI (khabarmetro.com) – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Aliansi Wartawan Indonesia (DPC-AWI) Kabupaten Kepulauan Meranti M …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *