Jumat , 30 Juli 2021

Spanduk Penolakan FPI Hebohkan Warga Kuala Kampar

KUALAKAMPAR (khabarmetro.com) -Masyarakat Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau heboh. Bukan karena kejadian aneh, tapi atas kehadiran 3 lembar spanduk siluman yang mengatas namakan masyarakat dan pemuda Pulau Mendol. Isinya berkaitan dengan isu nasional, yakni penolakan terhadap ormas FP* yang telah dibekukan pemerintah.
Dikatakan siluman karena spanduk yang mengatasnamakan masyarakat Kecamatan Kuala Kampar tidak diketahui dipasang oleh siapa, karena tidak ada nama pemilik spanduk dicetak pada lembar spanduk ilegal tersebut.
Dua spanduk berukuran cukup besar dan jelas dengan latar hijau bertulskan
”Kami masyarakat Kuala Kampar mendukung terkait surat keputusan bersama tentang larangan kegiatan penggunaan simbol dan atribut serta penghentian kegiatan FPI. Spanduk ini dipasang di pagar depan Kantor Camat Kuala Kampar yang terletak di Kelurahan Teluk Dalam.
Satu spanduk lainnya yang cukup menarik perhatian dengan latar merah putih terpampang dekat area pelabuhan penumpang Kuala Kampar. Spanduk ini mengatas namakan Pemuda Kecamatan Kuala Kampar dengan isi yang sama.
”Warga Kuala Kampar sangat terkejut dengan adenye slogan spanduk ni. semue bertanye-bertanye,”kata T Nursyamsi, Selasa (5/1).
Dengan logat setempat salah seorang tokoh pemuda Kecamatan Kuala Kampar ini menambahkan. ”Saye warga dan pemuda Kuala Kampar sangat kecewa dengan ade nye slogan spanduk ni. cukup menyakitkan hati kami. Ini ulah orang yang tak bertanggung jawab dengan memasang dan membuat kata-kata seperti ini,”ungkapnya kesal sambil menyebutkan spanduk ilegal itu jelas berupaya membentur masyarakat dengan ormas yang tidak bersinggungan langsung dengan masyarakat di Kecamatan yang paling jauh dari ibu kota Kabupaten Pelalawan tersebut.
Menurut Syamsi bersama beberapa warga lainnya, warga Kuala Kampar tidak ada bersentuhan dengan organisasi yang sempat menggemparkan nusantara dengan beragam aksi mereka.
”Selame ini FPI tidak prnah hadir di Penyalai, mengape kami dikait-kaitkan timbulnye masalah berita Nasional tentang FP*. Ini sama dengan artinya ingin mengadu domba,”ujarnya.
”Jangan kami dijadikan kambing hitam masalah ini,”lanjut dia sambil mengatakan warga setempat yang geger juga sempat saling tuding siapakah yang terlibat memasang spanduk yang diduga di pasang Ahad malam lalu.
”Pagi ini di areal pelabuhan masih ada, tapi sudah diamankan dan disimpan, ”imbuh Samsi seraya mengatakan karena munculnya beragam tanggapan masyarakat akhirnya spanduk di pagar kantor Camat Kuala Kampar diamankan aparat setempat.
Masyarakat lanjut pemuda Kuala Kampar ini sangat tersinggung karena spanduk liar itu dipasang tanpa ada kompromi. ”Tanpa ada kompromi alih-alih membuat spanduk tersebut dan mengatas namakan pemuda dan masyarakat pulak tu,”paparnya.
Ungkapan yang sama juga dilontarkan Dedi Azwandi, salah seorang tokoh Pemuda Kuala Kampar yang bermastautin di Pangkalan Kerinci.
”Spanduk itu mengada-ada atas nama masyarakat. Selama ini masyarakat tahu bagaimana kiprah FP*, meski tak sampai ke Kuala Kampar tapi masyarakat sudah sangat mengenal ormas tersebut. Jadi, tak mungkin ikut mendukung pembekuannya,”kata Dedi ikut meyakinkan kalau spanduk itu hanya mencari kambing hitam untuk mengangkat nama pihak tertentu saja.amr

Check Also

KPU Inhu Hibahkan APD Kepada Pemda Inhu

PEMATANGREBA (Khabarmetro.com)–  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) hibahkan Barang Milik Negara (BMN) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *