Sabtu , 31 Juli 2021

Realisasi Rendah, Apa Gerangan Vaksinasi Nakes Riau?

 

PEKANBARU, (Khabarmetro.com)– Hingga kini realisasi penyuntikan Vaksin Covid-19 pada Tenaga Kesehatan (Nakes) di Riau masih jauh di bawah target, yaitu masih diangkat 4.362 orang. Sementara target Pemprov Riau sebelumnya berada pada angka 35 hingga 37 ribu Nakes yang merupakan tahap pertama dan prioritas untuk di berikan suntik vaksin.

Masih rendahnya realisasi angka Vaksinasi Covid-19 ini juga menjadi salah satu pertanyaan dan gambaran bagi masyarakat untuk menerima vaksin. Seperti yang disampaikan H Doni Kurniawan salah satu tokoh masyarakat di Kota Pekanbaru. Menurutnya, rendahnya pelaksanaan vaksinasi pada Nakes ini juga menjadi sebuah momen keraguan bagi masyarakat untuk menerima vaksin kedepan.

“Hal ini karena Nakes juga merupakan acuan bagi masysrakat until menerima vaksin kedepan. Jika Nakes sendiri sampai saat ini masih banyak yang belum vaksinasi bisa berimbas pada masyarakat,” katanya kepada Pekanbaru Pos, Kamis (28/1) di Pekanbaru.

Ia juga menyarankan, jika realisasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada Nakes ini juga harus bisa dijelaskan pemerintah. Sehingga tidak berpengaruh pada kepercayaan masyarakat terhadap Vaksin tidak.

“Sebelumnya pemerintah mengatakan jika Nakes dan tokoh masyarakat selain orang pertama di Vaksinasi juga sebagaimana untuk penggunaan Vaksin. Maka itu harus bisa di jelaskan kembali apa kendalanya. Ini juga demi mewujudkan penggunaan vaksin bisa merata dan membentuk kekebalan tubuh dari penularan Covid-19,” ujarnya.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yovi mengatakan, jika rendahnya vaksinasi Covid-19 masih kurang sosialisasi. Terutama terkait keamanan yang yang harus ditingkatkan. Termasuk pendistribusian ke kabuoaten kota yang harus lebih baik lagi.

“Sosialisasi yang lebih masih terkait keamanan vaksin, dan pola distribusi Dinkes kota dan kabupaten harus lebih baik lagi,” katanya.

Sebelumnya, ia juga mengakui masih ditemukan adanya Nakes yang masih ragu-ragu untuk divaksin. Karena adanya rasa kekhawatiran dan ketakutan.
Rasa takut ini disebabkan karena para Nakes ini termakan berita-berita hoaks terkait dengan vaksin Sinovac.

“Namanya manusia, mungkin ada rasa khawatir, ada ketakutan-ketakukan. Itu akibat percaya dengan berita-berita hoaks itu, ini yang harus diluruskan, bahwa vaksin Sinovac yang ada di Riau secara umum sama dengan yang diedarkan di Indonesia, sama seperti vaksin BCG, DPT, jadi bukan hal yang baru,” jelasnya.

Ia menghimbau kepada seluruh Nakes agar jangan ragu-ragu lagi untuk divaksin. Sebab dari sejumlah tokoh dan tenaga kesehatan yang sudah divaksin tidak menimbulkan efek samping atau gejala yang berat.

“Vaksin itu tujuanya untuk keselamatan kita bersama. Buat anda, buat saya, buat semuanya. Kalau anda layak divaksin, segera lakukan, karena itu untuk melindungi diri, saya sudah divaksin dua kali, Insyaallah baik-baik saja,” tuturnya.

Diisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir, sebelumnya mengatakan jika Nakes yang sudah di vaksin di Riau baru berjumlah sebanyak 4.362 orang.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat terus meningkat dan mencapai target herd immunity, yakni 70 persen dari masyarakat Riau yang terkonfirmasi,” ujar katanya.

Sesuai pengalaman pertama, ia kembali menjelaskan jika vaksinasi tidak ada menimbulkan gejala negatif atau efek samping. “Untuk itu masyarakat Riau tidak perlu takut divaksin karena vaksin Covid-19 yang diberikan aman dan halal dan aman,” tuturnya.(dre)

Check Also

KPU Inhu Hibahkan APD Kepada Pemda Inhu

PEMATANGREBA (Khabarmetro.com)–  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) hibahkan Barang Milik Negara (BMN) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *