Minggu , 9 Mei 2021

Rahmad Handayani: Abaikan Prokes, Aparat diminta Tegas Terhadap Perserosi

PEKANBARU (Khabarmetro.com) – Pihak kepolisian untuk kedua kalinya membubarkan latihan sepatu roda di kawasan perkantoran Pemko Pekanbaru di Tenayan, yang diadakan Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Pekanbaru.

Sepertinya Maklumat Kapolri dan Instruksi Presiden Jokowi tentang larangan melakukan kerumunan di tempat terbuka tidak diindahkan Perserosi. Bahkan pembubaran yang sebelumnya juga dilakukan Polsek Tenayanraya tak membuat efek jera kepada Perserosi ini.

Hal ini membuat Ketua Forum Milenial Kota Pekanbaru, Teva Iris, melalui Sekretaris Rahmad Handayani meminta Tim Gugus Tugas Covid-19 untuk melakukan kontrol langsung dan melihat kegiatan tersebut.

“Jika dibiarkan kasihan anak-anak yang seharusnya membawa nama Kota Pekanbaru malah efeknya bisa terkena virus Covid-19yang saat ini masih merisaukan kita semua,” kata Rahmad.

Menurut Rahmad, pihaknya meminta Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Pekanbaru untuk memberikan informasi bahayanya Virus Corona bagi anak-anak dan keluarga mereka.

“Satgas harus lebih keras lagi memberikan pemahaman bahwa jika tidak mengindahkan protokol kesehatan semua bisa tertular Covid-19,” Jelas Rahmad.

Rahmad juga meminta orang tua maupun persatuan Perserosi menahan diri dulu dan mematuhi Maklumat Kapolri dan instruksi Presiden RI, tidak boleh melakukan kerumunan untuk keselamatan keluarga.

Karena itu Rahmad juga meminta tim terkait dan aparat kepolisian untuk bertindak lebih tegas lagi terhadap mereka yang melanggar protokol kesehatan.

“Bagi yang membandel tentu mereka juga harus diberikan sanksi sesuai aturan, agar ada efek jera, Pungkas Rahmad, Sabtu (26/12/2020). (Rls/Km).

Check Also

HIPMI Bengkalis Berikan Bantuan Sembako ke Masyarakat dan Tukang Becak

BENGKALIS  (Khabarmetro.com) – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bengkalis memberikan bantuan sembako kepada masyarakat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *