Rabu , 27 Oktober 2021

Program Pengabdian Kepada Masyarakat, Dosen UNRI dan Mahasiswa Kukerta di Desa Koto Sentajo

Beri Pelatihan Pengembangan Teh Gaharu Sebagai Produk Unggulan Desa

KUANTAN SINGINGI (Khabarmetro.com)– Dosen Universitas Riau melalui program pengabdian kemitraan memberikan pelatihan pengembangan produk teh gaharu di Desa Koto Sentajo. Kegiatan ini dilakukan untuk menunjang pengembangan Desa Koto Sentajo sebagai kawasan wisata budaya.

Dosen bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) melakukan kegiatan pelatihan untuk menciptakan produk unggulan penunjang kegiatan ekonomi dan pariwisata desa. Produk unggulan desa yang menjadi pilihan adalah teh gaharu. Kegiatan ini dihadiri oleh 20 orang yang mewakili masyarakat yaitu, Kepala Desa Koto Sentajo, Sekretaris Desa, Kepala Dusun, UPT KPHL, Bumdes, Kelompok Tani,  BPD, ibu PKK serta masyarakat Desa Koto Sentajo yang diadakan di MDA samping kantor Kepala Desa, Kamis (12/08/2021).

Kegiatan pengabdian tersebut diketuai Dr. Yasir M.Si, bersama anggota Yohannes Frizal, Ph.D, Andri Sulistyani,M.Sc, Chelsy Yesicha, S.Sos,M.I.Kom, dan Ns. Safri,M.Kep. Pengabidan masayakat ini mengambil tema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembagan Produk Wisata di Desa Koto Sentajo” Kabupaten Kuantan Sengingi. Kegiatan pengadian dosen ini melibatkan sepuluh mahasiswa Kukerta Terintegrasi dengan dosen pembimbing lapangan Dr.Yasir M.Si.

Kegiatan pengabdian Dosen Universitas Riau ini berupaya mendorong pemanfaatan pohon gaharu, terutama daun gaharu yang banyak tumbuh di Hutan Lindung Sentajo dan diperkarangan lahan masyarakat Desa Koto Sentajo. Pohon dan daun gaharu ini dapat dibudidayakan masyarakat Desa Koto Sentajo, untuk saat ini daunnya dapat menjadi produk teh yang bernilai ekonomis sehingga dapat mensejahterakan masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan dosen adalah mengadakan pelatihan pembuatan teh gaharu bagi kelompok tani, bumdes, serta masyarakat Desa Koto Sentajo agar dapat memanfaatkan peluang ini.

Di dalam kegiatan pelatihan ini, salah satu perwakilan dari UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) juga ikut serta dalam penyampaian materi terkait pemanfaatan hutan yang ada di Desa Koto Sentajo. Menurut Warsi pemanfaatan hutan terutama pohon gaharu adalah sangat baik. Manfaat pohon gaharu sangat banyak, untuk daun gaharu saja bisa diolah menjadi teh herbal. Program pengabdian ini adalah program inovasi produk teh gaharu ini yang sangat menarik untuk dikembangkan dan ditindak lanjuti pihak pemangku kepentingan.

Chelsy Yesicha mewakili dosen pengabdian yang hadir juga mengatakan bahwa pemanfaatan pohon gaharu sebagai teh gaharu herbal adalah program yang harus dimanfaatkan masyarakat Desa Koto Sentajo. “Produk teh  gaharu herbal ini bisa menjadi produk pendukung pariwisata Desa Koto Sentajo. Bahkan produk teh ini dapat menjadi produk unggulan desa yakni nantinya dapat menjadi ikon dan buah tangan buat wisatawan”, ujar Chelsy.

Mahasiswa selama melakukan kegiatan kuliah kerja nyatanya ikut aktif memberikan praktek langsung mengenai proses pengolahan serta pengemasan teh gaharu di depan para peserta pelatihan. Kegiatan tersebut mendapatkan apresiasi dari masyarakat Desa Koto Sentajo. Mereka terlihat antusias mengikuti pelatihan pemanfaatan pohon gaharu menjadi teh gaharu herbal.

“Kami sebagai masyarakat desa koto sentajo sangat mengapresiasi para mahasiswa yang telah memanfaatkan dan membuat inovasi produk daun gaharu menjadi teh herbal yang bernilai ekonomis”, ujar Ismet Rianto Kepala Dusun Koto Sentajo.

Harapan masyarakat produk teh gaharu herbal ini bisa mendapatkan izin (BPOM) sehingga bisa segera diproduksi secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Koto Sentajo.(rls)

Check Also

Aklamasi, Jimmy Kurniawan Kembali Pimpin APSAI Pekanbaru

Pelantikan Pengurus, Dijadwalkan November 2021 Anggota dan Pengurus APSAI Kota Pekanbaru bersama Kadis P3APM Chairani …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *