Jumat , 30 Juli 2021

PPP ke Catur: 4 Tahun Berjalan, Sudah Berapa Banyak Jalan dan Jembatan yang Saudara Bangun?

foto: Habiburrahman Jubir Fraksi PPP Kabupaten Kampar

 

BANGKINANG (Khabarmetei.com)– Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kampar, meminta Bupati Catur menjelaskan penggunaan APBD yang nilainya mencapai 2,3 triliun lebih pada tahun 2020 lalu. Selain meminta penjelasan, PPP juga meminta Bupati harus memiliki keinginan kuat untuk mewujudkan visi-misi jangka pendek dan jangka menengah periode 2017-2022.

Sebut PPP, Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati Kampar terpilih harus menjadi panduan rumusan program pembangunan. Dan segala sumber daya dapat digunakan secara maksimal, transparan akuntable serta terarah, guna mewujudkan kondisi akhir yang dicita-citakan, yakni kesejahteraan masyarakat, melalui serangkaian tahapan kegiatan serta program yang terencana.

“Maka rumusan visi-misi harus digunakan menjadi acuan penyusunan anggaran, program dan rencana pembangunan daerah,” ujar Habiburrahman saat menyampaikan pandangan Fraksi Partai Ka’bah pada Rapat Paripurna Penyampaian Pandangan Fraksi-Fraksi Terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020, Senin, 7 Juni 2021.

PPP mempertanyakan ke Bupati Catur, mana daerah industri yang telah berhasil dimajukan? Termasuk di dalamnya rencana Kawasan Industri Kampar (KIK). Sudah sampai dimana realisasinya dan berapa yang telah dianggarkan untuk kegiatan yang dimaksud di tahun 2020?

Kemudian, PPP memandang, wilayah pertanian yang maju ialah wilayah Kabupaten Kampar dengan produk pertanian yang berkualitas, produktivitasnya tinggi dan petani yg sejahtera. Saat ini sebagian besar masyarakat Kampar menggeluti sektor pertanian sebagai mata pencaharian mencakup tanaman pangan, holtikultura perkebunan, peternakan, kehutanan serta perikanan. Maka dengan memajukan sektor pertanian, berarti mengangkat taraf hidup banyak masyarakat Kabupaten Kampar.

“Jelaskan dimana saja pertanian yang maju di wilayah Kabupaten Kampar yang sudah saudara buat,” tanya PPP kepada Catur.

Kemudian, menurut PPP masyarakat yang relijius ialah masyarakat Kampar yang meletakkan nila-nilai agama sebagai landasan kehidupan masyarakat dan pelaksanaan pembangunan yang berlandaskan pada-nilai nilai keagamaan ini tercermin dari sikap dan perilaku masyarakat yang berakhlak mulia suasana kehidupan yang agamis.

Dalam kesempatan itu, PPP juga mempertanyakan praktek filosofi ‘Tali Bapili Tigo’ yang selalu digaungkan Bupati di berbagai kesempatan, apakah telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di masyarakat maupun dalam menjalankan roda pemerintahan daerah? Menurut PPP, filosofi itu tidak sekedar untuk didengung-dengungkan semata, tapi lebih dari itu, filosofi bijak dari orang tua tersebut harus dipraktekkan.

Kemudian, PPP juga mempertanyakan, setelah empat tahun masa jabatan berjalan, sudah berapa banyak pembangunan jalan yang direalisasikan, sudah berapa banyak jembatan yang telah dibangun serta berapa banyak sekolah dan fasilitas kesehatan yang telah dibangun? Apakah sudah sesuai dengan visi-misi yang dijanjikan pada saat pilkada lalu?

Terakhir, PPP mengingatkan Bupati Catur Sugeng Susanto tentang siapa kawan sejati. Menurut PPP, kawan sejati adalah kawan yang senantiasa menasehati dan mengkritisi untuk meluruskan. Bukan teman yang suka cari muka dengan cara selalu memuji.

“Pada intinya, teman sejati bukan teman yang (hanya) pandai memuji. Teman sejati adalah yang selalu mengoreksi untuk Kabupaten Kampar yang lebih baik,” tegas Habiburrahman, juru bicara Fraksi PPP disambut tepuk tangan hadirin.

Bupati Catur sendiri dalam jawaban terhadap pandangan fraksi-fraksi di DPRD, mengaku, sangat menghormati apresiasi, kritik serta koreksi fraksi-fraksi secara keseluruhan, termasuk terhadap pandangan PPP sendiri. Kata dia, pada hakikatnya, pandangan, kritik maupun koreksi dari masing-masing fraksi sangat positif dan konstruktif.

Sebagai informasi, PPP adalah partai mendiang Bupati Azis Zaenal, penggagas awal serta pengusung utama pasangan Azis-Catur pada Pilkada Kampar 2017 lalu. Namun, nyatanya kini, jelang masa jabatan bupati periode ini berakhir, PPP bersikap realistis dan apa adanya dalam menilai kinerja Catur. Sepertinya Habib mengisyaratkan, partainya tidak akan bermanis-manis memuji hanya agar disenangi oleh Bupati Catur Sugeng.

Padahal, jika kita menoleh lagi ke belakang, PPP adalah partai “paling berdarah” dalam memenangan pasangan Azis-Catur waktu Pilkada Kampar 2017 lalu. Selain PPP di barisan gemuk Koalisi Kampar Maju, juga ada partai-partai lain, yakni Golkar, NasDem, PKS, Gerindra serta PKB.

Setidaknya, bagaimana PPP memposisikan diri terhadap Bupati Catur saat ini bisa tergambar dari lugasnya koreksi, dan kritik PPP dalam pandangan fraksi terhadap Laporan Pertanggungjawaban APBD Kampar Tahun 2020.

Berdasarkan pantauan wartawan di arena paripurna hari itu, pandangan Fraksi PPP paling detil, dalam dan paling tajam. Bahkan, pandangan partai ka’bah adalah pandangan paling panjang bila dibanding 7 fraksi lainya jika diukur dalam durasi waktu. Jika dihitung dari durasi waktu, partai-partai lain menyampaikan pandangan rata-rata hanya selama 5 menit saja. Sedangkan PPP menghabiskan waktu selama hampir 12 menit. Adapun PKS yang berada dibawah PPP cuma memerlukan durasi waktu untuk penyampaian pandangan fraksinya selama 7 menit lebih. (naz)

Check Also

KPU Inhu Hibahkan APD Kepada Pemda Inhu

PEMATANGREBA (Khabarmetro.com)–  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) hibahkan Barang Milik Negara (BMN) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *