Kamis , 15 April 2021

Polda Riau Periksa Kepala Bea Cukai Tembilahan

Direskrimum, Kombes Pol Teddy Ristiawan 

PEKANBARU (khabarmtero.com) – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau melakukan pemeriksaan terhadap pihak Bea Cukai (BC) pada Kamis (21/1) pagi. Itu merupakan buntut tewasnya H Permata dan seorang nahkoda kapal bernama Bahar, dalam insiden penangkapan kasus penyelundupan rokok ilegal di perairan Indragiri Hilir (Inhil) beberapa waktu lalu.

Meski begitu, dari pantauan di lapangan, dari delapan orang yang dipanggil penyidik, hanya satu orang yang datang. Yakni Kepala Kantor BC Tembilahan Ari Wibawa Yusuf.

Sedangkan sisanya, terdiri dari enam petugas yang terlibat pada malam kejadian, serta satu orang petugas penindakan BC Balai Karimun tidak memenuhi panggilan.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Riau Kombes Pol Teddy Ristiawan kepada wartawan mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan pihaknya terhadap pihak BC guna mengetahui seputar peristiwa yang terjadi pada malam penindakan. ”Hari ini kami lakukan pemeriksaan terhadap kepala bea cukai Tembilahan jam 10.00 WIB tadi. Sebetulnya ada beberapa yang kami panggil termasuk enam orang petugas yang pada malam itu ikut penindakan dan seorang Kasi Penindakan BC Balai Karimun,” sebut Teddy saat istirahat pemeriksaan.

Diungkapkan Teddy, pihaknya juga telah melakukan uji laboratorium forensik terhadap proyektil yang terdapat pada jenazah kedua korban. Sementara ini diketahui terdapat lima proyektil yang bersarang di dada tubuh H Permata.

”Nanti kami uji di labfor. Nanti identik dengan senjata yang mana. Nanti juga kami lihat di labfor apakah dari jarak tertentu, kenapa bisa jadi lima bagian,” sambungnya.
Selain dua korban tewas, dalam peristiwa tersebut juga terdapat dua orang korban luka akibat tembakan

petugas BC. Masing-masing adalah Abdul Rahman yang tertembak di kaki sebelah kiri sehingga mendapat tujuh jahitan. Kemudian Irwan yang merupakan warga Inhil mengalami luka pada lengan sebelah kiri.

Dia mengatakan para saksi yang tak hadir hari ini akan dipanggil ulang. Namun, Teddy belum menjelaskan kapan mereka dipanggil ulang.
“Yang tidak hadir katanya di Jakarta. Kami panggil ulang, yang jelas pertama ini tidak hadir,” tutur Teddy.

Teddy juga menyebut pihaknya masih mendalami kronologi tewasnya Haji Permata. Dia mengatakan ada dua lokasi yang diduga menjadi TKP.

“Untuk lokasi kejadian ada dua. Pertama, di Sungai Belah dan lokasi kedua di Sungai Merusi, Tembilahan. Di Sungai Merusi ini Haji Permata tertembak,” katanya

Sementara itu, Kepala BC Tembilahan Ari Wibawa Yusuf saat dikonfirmasi awak media enggan berkomentar banyak. Ia memilih untuk menyelesaikan pemeriksaan yang pada hari itu masih belum selesai. ”Belum-belum. Nanti masih di periksa,” ungkapnya.
Sebelumnya, Polda Riau telah memeriksa 16 orang saksi dari rombongam kapal milik Haji Permata saat terjadinya insiden penembakan di Sungai Bela, Kabupaten Indagiri Hilir, Riau. ”Kita sudah melakulan pemeriksaan dari saksi-saksi rombongan Haji Permata 16 orang, empat orang saksi di lokasi mengetahui terjadinya peristiwa penembakan tersebut, jadi total sudah 20 orang kita minta keterangan,” ujarnya.

Selain itu, berdasarkan hasil autopsi pada jenazah Haji Permata, ditemukan lima proyektil peluru bersarang di tubuh pengusaha asal Batam tersebut. ”Dari hasil autopsi jenazah Haji Permata, ditemukan lima proyektil peluru di tubuh korban, saat ini Tim Laboratorium Forensik masih meneliti diamete dari proyektil, apakah jenis senjata yang digunakan laras panjang atau bukan,” ungkapnya.
Keluarga Haji Permata sebelumnya melaporkan Bea Cukai ke Polda Riau. Isi laporannya adalah dugaan pembunuhan terhadap Haji Permata.

”Dari surat tanda terima laporan, itu melaporkan ada dugaan tindak pidana pembunuhan. Pelapornya Bapak Arjuna, kalau tidak salah ini anak almarhum. Terlapornya Bea-Cukai,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt, Sabtu (16/1).

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepulauan Riau (Kepri) juga telah buka suara menanggapi kabar penembakan pengusaha di Kepri oleh pihaknya. Bea-Cukai Kepri mengatakan kasus ini berawal dari patroli soal penyelundupan rokok ilegal.

Peristiwa itu disebut berawal dari pengejaran terhadap kapal penyelundup oleh Satgas Patroli Laut Bea Cukai Wilayah Khusus Kepri dan Bea-Cukai Tembilahan pada Jumat (15/1). Singkat cerita, terjadi perlawanan sehingga petugas melepas tembakan.

”Anggota kami sudah dalam posisi terdesak dan pelaku sudah menyerang dengan mengayunkan senjata tajamnya ke badan petugas. Dalam keadaan terdesak dan keselamatan jiwanya terancam, petugas melakukan pembelaan diri dan terpaksa melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku yang menyerang petugas Bea-Cukai,” kata Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Syarif Hidayat. (bam/rpg)

Check Also

Pemerintah Diminta Subsidi Ongkos Naik Haji 2021

Diperkirakan Akan Jadi Rp. 44 Juta   PEKANBARU (Khabarmetro.com) – Ongkos Naik Haji 2021 (Biaya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *