Minggu , 20 Juni 2021

Perjuangan 23 Tahun H. Alwi Senama Nenek, Tuntas Dalam 15 Menit Bertemu Jokowi

 

H. Mochammad Alwi Arifin, Tokoh Masyarakat Senama Nenek sekaligus Ketua Koperasi Nenek Eno Senama Nenek (KNES)

 

BANGKINANG (Khabarmetro.com)-–  Masyarakat Adat Kenegerian Senama Nenek di Kecamatan Tapung Hulu sejak lebih setahun ini bisa tersenyum bahagia. Pasalnya, perjuangan panjang mereka dalam merebut kembali lahan yang disebut merupakan tanah ulayat seluas 2800 Ha yang dikelola oleh pihak perusahaan kini telah membuahkan hasil.

Tentu saja, hasil manis itu bukan lah ujuk-ujuk hadir tanpa pengorbanan materi, tenaga, waktu, peluh dan deraian air mata yang tumpah bercucuran. Sebagaimana yang diceritakan oleh Haji Mochammad Alwi Arifin atau yang akrab disapa Buya Alwi, figur utama dalam perjuangan ini, kepada kami, Jumat 30 April 2021.

Buya Alwi membeberkan, perjuangan merebut lahan yang dulu dikelola oleh PTPN V telah diperjuangkan selama 23 tahun, yakni sejak 1999, saat itu ia masih menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Kampar. Bahkan ungkap Buya Alwi, dalam perjalanan panjang perjuangan ini, ia sempat dipenjara karnanya pada 2012 akhir silam.

“Perjuangan ini hampir 23 tahun lamanya, saya dan ninik mamak, tokoh masyarakat dan pengurus lainnya berjuang dari tahun 1999. 5 tahun lamanya belum juga berhasil. Kemudian saya jadi kades, waktu jadi kades itu lah saya bisa mengajak ninik mamak, tokoh masyarakat untuk berjuang secara maksimal,” ucap Buya Alwi.

“Pada 2007, kami berjuang hingga ke Komisi VI DPR RI. Alhamdulillah waktu itu kita dibantu oleh Pak Saleh Djasit. Kemudian Pak Tonas di Komisi VI. Semua, saat itu Appraisal diturun oleh tim, sehingga 2008 akhir tuntas semua. Namun, saat itu, keputusan politik belum berpihak kepada kita. Kita tetap tidak berputus asa, kita terus berjuang,” sambung Buya Alwi lagi.

Lama berjuang belum juga membuahkan hasil, Buya Alwi berpikir, persolan ini harus sampai ke Presiden Jokowi yang dikenal sangat pro terhadap rakyat kecil. Agar orang nomor satu di negeri ini bisa tahu persoalan ini dan dapat memberi solusi bagi masyarakat adat Kenegerian Senama Nenek.

“Saya berpikir, kalau hal ini tidak sampai ke presiden, persoalan ini tidak akan pernah selesai. Saya bertekad ingin bertemu Pak Jokowi. Saya tembus bertemu Pak Jokowi. Saat itu beliau kampanye di Dumai. Kami bertemu di Hotel Grand Zuri, jam 8 malam, pertemuan cuma 15 menit. Alhamdulillah,” ucap Buya Alwi.

Buya Alwi mengungkapkan, saat itu ia bersama ninik mamak, 5 orang lainnya dan kepala desa serta dua orang tokoh Riau salah satunya Chaidir mantan Ketua DPRD Provinsi Riau berhasil mendapatkan solusi dari Presiden Jokowi walaupun pertemuan itu sangat singkat. “Inilah Pak Jokowi, beliau tidak pernah mengabaikan bila menyangkut urusan rakyat kecil. Malam itu juga dibuat keputusan, udah, (katanya) ini kita kembalikan, malam itu, ditelpon Bu Menteri BUMN, minta diverifikasi dalam satu minggu saja,” tutur Buya Alwi.

Lanjut Buya Alwi, pertemuan berikutnya sebulan kemudian, pihaknya diundang ke istana oleh Presiden Jokowi. “Pak Jokowi melaksanakan rapat terbatas tanggal 3 Mei 2019, membahas proses pengembalian lahan 2800 Ha ini ke masyarakat adat Kenegerian Senama Nenek,” imbuh Buya Alwi.

Proses sejak bertemu Jokowi sampai keluar keputusan lahan dikembalikan ke masyarakat, sebut Haji Alwi hanya selama lebih kurang 2 bulan saja.

Kata Buya Alwi, proses pengembalian ini bisa berjalan cepat karena keperpihakan Jokowi ke rakyat kecil lewat adanya Program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Ditambah lagi, lanjut Buya, persoalan Senama Nenek tidak hanya sebatas TORA. Masyarakat di desa tersebut memegang alas hak yang sangat kuat, yaitu status lahan sebagai tanah Ulayat.

“Prosesi pengembalian lahan ke masyarakat Senama Nenek dilaksanakan pada tanggal 26 Desember 2019, dan tanggal 27 Desember 2019 lahan sudah diserahkan ke Koperasi Nenek Eno Senama Nenek (KNES). Hari itu pula kita mulai bekerja,” tutup Buya Mochammad Alwi Arifin yang juga menjabat sebagai Ketua KNES (naz)

Check Also

Rezita Meylani Resmi Dilantik Sebagai Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Inhu

  INHU (Khabarmetro.com)– Rezita Meylani Yopi, SE resmi dilantik sebagai Ketua Pimpinan Cabang Muslimat Nahdatul …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *