Rabu , 14 April 2021

Perdana, Ini 10 Tokoh Pekanbaru Divaksin Covid-19

Efek Samping, Iritasi hingga Demam

Sekdako Pekanbaru M Jamil 

PEKANBARU (khabarmetro.com)- 10 tokoh di Kota Pekanbaru bakal menjalani vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Rejosari, Kamis (14/1) besok. Sesuai anjuran, vaksin yang digunakan adalah jenis Sinovac.

Tokoh yang bakal divaksin pertama kali adalah Wakil Wali Kota Pekanbaru H Ayat Cahyadi, Sekretaris Daerah (Sekda) Pekanbaru H Muhammad Jamil, Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Nofrizal, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mukmin Wijaya, perwakilan Kodim Kapten Nirzam, Kajari Pekanbaru Andi Sunarlis, Ketua PN Pekanbaru Saut Marulitua.

Kemudian, Tokoh Masyarakat Islam Sutan Syahril, Tokoh Masyarakat Budha Sarjoko, dan Tokoh Masyarakat Kristen Burhan Gurning.

Sekda Kota Pekanbaru Muhammad Jamil mengungkapkan, pemerintah kota telah menerima sebanyak 11.040 dosis vaksin Covid-19 dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. ”Kita sudah terim vaksin Covid-19 sebanyak 11.040 dosis. Tanggal 14 Januari besok vaksinasi kita mulai,” ujarnya usai rapat checking akhir tim persiapan vaksinasi Covid-19 di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Selasa (12/1).
”10 tokoh ini dilakukan screning dulu. Saya baru saja melakukan screening untuk proses vaksinasi,” terangnya.

Screening dilakukan untuk mengecek kondisi fisik calon penerima vaksin. Kalau ada penyakit bawaan, tokoh-tokoh publik yang diajukan namanya bisa jadi batal untuk untuk menerima vaksin. Hal itu untuk menghindari efek samping dari vaksin tersebut.

Sekda mengatakan, mengingatkan kepada Dinas Kesehatan (Diskes) sebagai pelaksana vaksinasi agar mempersiapkan semua keperluan untuk vaksinasi secara maksimal. Jangan sampai ada kendala pada saat pelaksanaan vaksinasi.

”Kita minta tim persiapkan lokasi, agar pelaksanaan vaksinasi ini berjalan baik,” jelasnya.
Sementara, Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru Dr Zaini Rizaldi Saragih, mengungkapkan bahwa efek samping dari vaksin yang diberikan sangat rendah. ”Kalaupun ada efek samping diprediski seperti bengkak dan juga demam,” kata Zaini.

Bagi yang memiliki efek samping, lanjut Zaini, akan dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Madani. Karena RS Madani sendiri sudah dipersiapkan untuk menangani pasien yang menderita efek samping vaksin.

Sementara, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Senin (11/1) memberikan persetujuan penggunaan darurat alias emergency use authorization (EUA) kepada CoronoVac, vaksin virus corona baru produksi Sinovac.

”Secara keseluruhan, vaksin Covid-19 CoronoVac aman dengan kejadian efek samping yang ditimbulkan bersifat ringan hingga sedang,” kata Kepala BPOM Penny Lukito.

Menurut Penny, efek samping lokal vaksin Covid-19 CoronoVac, antara lain nyeri, iritasi
dan pembengkakan. Sedangkan efek samping sistemik vaksin Covid-19 CoronoVac, yaitu nyeri otot, fatique, demam.

Lalu, efek samping derajat berat, antara lain sakit kepala, gangguan di kulit, diare. ”Efek samping derajat berat yang dilaporkan hanya 0,1 persen hingga 1 persen. Efek samping itu tidak berbahaya dan bisa pulih kembali,” tegas Penny.

Menurut Penny, data keamanan vaksin Covid-19 CoronaVac berasal dari studi klinis tahap ketiga atau akhir di Indonesia, Turki, dan Brasil, yang dipantau selama bulan setelah penyuntikan dosis yang kedua. (bam/rpg)

Check Also

Ekspedisi Seroja Hadirkan Secercah Tawa di Tengah Bencana

  WAINGAPU (Khabarmetro.com)–  Curah hujan tinggi dan badai siklon Seroja pada 6 April 2021 lalu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *