Sabtu , 18 September 2021

Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melalui Pemberdayaan Wanita, Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga

PEKANBARU – Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan oleh tiga orang tim Dosen Program Studi Kebidanan Program Sarjana Terapan Stikes Al Insyirah dan dua orang mahasiswa Kebidanan.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tersebut dilakukan sebagai wujud dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan oleh Dosen dimana pengabdian kepada masyarakat ini bertemakan “Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melalui Pemberdayaan Wanita Dalam Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA)” Dalam rangka memperdayakan dan mendorong peran aktif masyarakat dalam upaya pengembangan kesehatan tradisional perlu terus memberikan edukasi agar masyarakat dapat melakukan perawatan kesehatan secara mandiri dan benar melalui pemanfaatan tanaman obat sebagai obat tradisional berupa jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan fitofarmaka, pemanfaatan obat tradisional tersebut sebagai upaya untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit dan perawatan kesehatan termaksud pada masa kedaruratan kesehatan masyarakat dan atau bencana nasional Corona Virus Disease 2019 (COVID 19).” kata Ary Oktora Sri Rahayu SST, M.Kes, (Ketua), didampingi Yesi Septina Wati, SST, M.Kes dan Meirita M.Tr.Keb.

Kegiatan ini telah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 5 April 2021 pukul 09.00 -11.30 WIB, di wilayah kerja Puskesmas Rejosari tepatnya di Jalan Budi Mulia RT 02 RW 01 Kelurahan Tuah Negeri Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Peserta yang hadir di lingkungan RT.02, RW.01, berjumlah 21 orang dari kalangan ibu-ibu.

Tumbuhan obat adalah tumbuhan yang memiliki khasiat obat dan digunakan sebagai obat dalam penyembuhan maupun pencegahan penyakit, pengetian berkhasiat obat adalah mengandung zat aktif tertentu tapi mengandung efek resultan atau sinergi dari berbagai zat yang berfungsi mengobati.

Pelayanan kesehatan tradisional sendiri dapat digunakan masyarakat dalam mengatasi gangguan kesehatan secara mandiri (self-care), baik untuk pribadi maupun untuk keluarga melalui pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Obat herbal merupakan obat-obatan tradisional yang bahan utamanya berasal dari tumbuhan yang dapat digunakan sebagai pengobatan. Saat ini sekitar 75-80% obat herbal menjadi andalan pengobatan bagi populasi di negara berkembang (kumar dan shukla, 2002).

Hal ini berdasarkan tingkat kepercayaan masyarakat bahwa obat memiliki keunggulan dibandingkan dengan obat sintetik, seperti obat herbal tidak mengandung efek samaping, harganya relative murah dan tersedia secara lokal. Pengetahuan tentang obat tradisional dan pemanfaatan tanaman obat merupakan unsur penting dalam meningkatkan kemampuan individu juga keluarga untuk memperoleh hidup lebih sehat.
Kendati demikian dengan adanya Program Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), penting kiranya untuk terus memberikan edukasi kepada msyarakat terkait manfaat dari TOGA.

Salah satu fungsi Toga adalah sebagai sarana untuk mendekatkan tanaman obat kepada upaya-upaya kesehatan masyarakat yang antara lain meliputi upaya preventif (pencegahan), upaya promotif (meningkatkan/menjaga kesehatan), dan upaya kuratif penyembuhan penyakit.

Tanaman obat keluarga (TOGA) dapat menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk ditanam di lahan pekarangan, dengan pertimbangan karena dapat dimanfaatkan untuk kesehatan. Tanaman obat dapat dijadikan obat yang aman, tidak mengandung bahan kimia, murah, dan mudah didapatkan.(rls)

Check Also

Pemkab Inhu Permudah  Transaksi Melalui Aplikasi “Bela Pengadaan”

Bupati : Pemerintah Perlu Memberikan Kesempatan Pada Pelaku Usaha Mikro Kecil    INHU (Khabarmetro.com)– Untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *