Sabtu , 18 Mei 2024

Pemilu Menghitung Hari, Caleg Golkar Khairul Amri Ingatkan Warga Agar Tidak “Golput”

Mari Gunakan Hak Pilih, Tentukan Pilihan Sesuai Hati Nurani

Caleg Golkar Nomor 4 Khairul Amri SPi.

PANAM (Khabarmetro.com)- Sesuai jadwal penyelenggara Pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU), pelaksanaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) tinggal menghitung hari. Jadwal pencoblosan/pemungutan suara akan dilaksakan pada Rabu, 14 Februari 2024.

Semakin dekat waktu pencoblosan, Caleg Golkar Dapil 6 Kecamatan Tuahmadani dan Binawidya Khairul Amri SPi mengingatkan seluruh warga yang punya hak suara agar tidak “golput”. Golput istilah yang selalu digunakan untuk menyebut ada pemilih yang tidak mencoblos atau menggunakan hak suaranya saat Pemilu.

“Tak boleh golput atau tidak memilih. Satu suara sangat berharga dan bisa menentukan nasib bangsa. Terkhusus untuk Pileg DPRD kabupaten/kota, tentunya menentukan kemajuan Kota Pekanbaru kedepan. Hanya sekali dalam lima tahun, mari gunakan hak pilih kita dengan sebaik-baiknya,” kata Khairul, Caleg Golkar Nomo urut 4 itu.

Dijelaskan Khairul, yang juga Sekretaris Badan Saksi Partai Golkar Provinsi Riau ini, berikan suara atau coblos-lah caleg sesuai hati nurani.

“Jangan mau diiming-imingi apapun. Kalau sudah sudah menerima sesuatu dari para Caleg, ya tentu saja tidak lagi menggunakan hati nurani. Banyak yang mengeluh, ada Caleg yang sudah duduk sulit diajak komunikasi. Nah, bisa jadi itu salah satu penyebabnya,” jelas Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Provinsi Riau ini.

Bagi Khairul, Caleg Partai Golkar ini, partai berlambang pohon beringin Nomor 4, maju menjadi Caleg tentu ada biaya politik (cost). Tapi biaya politik ini, tidaklah sama dengan money politic. Menurut dia, yang dilarang dalam politik adalah politik uang atau money politic.

Cost atau biaya politik tentu ada. Mana mungkin maju menjadi Caleg tidak mau keluar biaya. Tapi, itu bukan untuk politik uang atau money politic. Jika caleg terjebak dengan money poliitic, dan pemilih yang punya hak suara mau pula ‘dibeli’ suaranya, inilah awal dari politik menyimpang itu. Alhasil, Pemilu yang dijalankan dan Anggota legislatif yang dihasilkan tidak akan berkualitas,” jelasnya.

Oleh karena itu, waktu masih ada. Jelang 14 Februari 2024 silahkan bersihkan pikiran dan hati. Jangan mau dibujuk apalagi menerima uang hasil kerja-kerja money politic. Semakin minim prilaku politik uang ini, maka diyakini Pemilu akan semakin berkualitas. Tapi, itu semua sangat tergantung kepada para Caleg dan warga sebagai pemilih.

“Tak akan ada pemilih yang mau terima uang, kalau Caleg tidak bermain money politic. Begitu pula sebaliknya. Jadi, ya ada sebab akibat juga disini. Tapi kalau Caleg dan pemilih sudah cerdas dan sama-sama menolak, saya yakin tidak akan ada namanya money politic. InshaaAllah hasil Pemilu kita pun akan jauh lebih baik dari sebelumnya,” kata Khairul Amri, yang juga salah seorang tokoh masyarakat di Ciptakarya, Sialangmunggu.

Seperti diketahui, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kelurahan Sialangmunggu saja sebanyak 27 ribu lebih. Ini tersebar di 96 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sedangkan jumlah juara di Dapil 6 Kecamatan Tuahmadani dan Binawidya, mencapai 155 ribu lebih, tersebar di 560 TPS. Jumlah kursi di dapil ini sebanyak 10 kursi. (Km1/irg)

Check Also

Pilgub dan Pilwako Pekanbaru dari Perseorangan Nihil

PEKANBARU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau dan Kota KPU kota Pekanbaru Tepat pukul …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *