Jumat , 30 Juli 2021

Pelayanan SIM Terapkan Prokes

PEKANBARU (Khabarmetro.com)– Pelayanan SIM Satlantas Polresta Pekanbaru secara ketat melaksanakan protokol kesehatan (Prokes) untuk masyarakat yang datang maupun personel yang bertugas di pelayanan SIM.

Kasat Lantas Polresta Pekanbaru Kompol Emil Eka Putra melalui Kanit Regiden Iptu Zahratul Aulia Harun kepada Pekanbaru Pos menjelaskan, untuk Satpas SIM, pihaknya menjalankan Prokes, baik pemohon SIM maupun petugasnya. ‘’Penerapan ini dimulai dari pintu masuk area Satpas.

Seluruh pemohon dan petugas wajib memakai masker, mencuci tangan, dan mejaga jarak. Dan untuk pelayanan dari awal Covid-19 sampai saat ini tetap berjalan lancar,’’ ujarnya.

Pelayanan SIM ini, ungkap Zahratul, ada di Satpas SIM sendiri, di PMM dan di mobil keliling. Semuanya menerapkan protokol kesehatan baik itu pemohon maupun petugas yang melayanani pemohon SIM.

‘’Pemohon SIM yang tidak memakai masker kita suruh mereka melengkapi diri dengan memakai masker, baru nanti petugas melayani mereka. Kalau tidak mau memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, kita tidak melayani mereka (pemohon),’’ tegasnya.

Lanjutnya, di Satpas pihaknya menerapkan jaga jarak dengan tidak memenuhi tempat duduk yang ada. Setiap tempat duduk diruangan tunggu diberi jarak dua kursi.

‘’Kita beri label tanda X, jadi pemohon di dalam cukup tengang, kita buat satu leret kursi cuma bisa duduk dua orang. Jadi di dalam hanya bisa menampung 15 sampai 20 orang,’’ tuturnya.

‘’Sisanya kita sudah menyiapkan tempat duduk di luar dan tetap menjaga jarak,’’ tambahnya.

Ia memaparkan, sebelum masuk keruangan Satpas, wajib mencuci tangan dan petugas memeriksa suhu tubuh pemohon. Jika suhunya lebih dari 37, disarankan memeriksakan diri ke dokter yang ada di Satpas. ‘’Kalau dokter Satpas tidak bisa memeriksa, kita arahkan kerumah sakit,’’ jelas Kanit Regiden.

Untuk fasilitas Prokes, pihaknya telah menyiapkan beberapa titik tempat cuci tangan dilengkapi dengan sabun. Jadi, pemohon bisa mencuci tangan sesering mungkin, baik setelah atau pun sebelum melakukan pengurusan SIM.

‘’Petugas yang melayani pemohonan SIM kita menyiapkan sarung tangan, masker dan hand sanitizer. Sehingga petugas kita bisa sesering mungkin untuk menyemprotkan hand sanitizer di tangan mereka,’’ papar Kanit.

Diawal Pandemi covid-19, ia mengaku pemohon SIM mengalami penurunan drastis. Namun, sekarang sudah mulai kembali seperti semula.

‘’Untuk pelayanan SIM ini, kalau pemohon sudah terlalu ramai, kita melakukan pembatasan pemohon. Kalau seandainya dirasa lama, pemohon kita pulangkan, tetapi berkas tetap kita proses dan pemohon kembali besoknya,’’ ujarnya.

Kita melayanani pemohon dalam 1 hari 75 sampai 100 orang, kalau pemohon itu datangnya silih berganti bisa kita layani semua tetapi kalau datang sekaligus kita hanya melayani sebanyak 75 orang, tuturnya.

Zahratul menjelaskan, untuk penindakan bagi pemohon dan petugas yang tidak memakai masker, tidak terlalu tegas, tetapi pihaknya tidak melayani pemohon yang tidak memakai masker. ‘’Malahan kita menyarankan pemohon untuk memakai sarung tangan saat menjalani mekanisme pengurusan SIM,’’ ucapnya.

Untuk petugas setiap Pokja di sana, tambah Zahratul, pihaknya telah menyediakan masker, sarung tangan dan hand sanitizer. Jadi, petugas bisa sesering mungkin untuk menyemprotkan hand sanitizer untuk mensterilkan tanganya. (fiq)

Check Also

KPU Inhu Hibahkan APD Kepada Pemda Inhu

PEMATANGREBA (Khabarmetro.com)–  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) hibahkan Barang Milik Negara (BMN) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *