Senin , 2 Agustus 2021

Pelanggan Hampir 10 Ribu, Omzet Capai 1 M Per Bulan, Perumda Tirta Kampar Justru Merugi

Dirut Perumda Tirta Kampar, Rusdi meninjau salah satu instalasi mesin pengolahan air beberapa waktu lalu

 

BANGKINANG (Khabarmetro.com)– Perusahaan Umum Milik Daerah yang bergerak di bidang penyediaan air minum, atau Perumda Tirta Kampar selama 2 tahun ini disebut mengalami kerugian.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Direktur Utama, Perumda Tirta Kampar, Rusdi kepada wartawan, Rabu, 7 April 2021.

Kata Rusdi, dari 13 unit PDAM Tirta Kampar yang melayani 15 kecamatan, hanya 5 unit saja yang mengalami keuntungan. Sedangkan 2 unit kondisinya hanya balik modal alias pendapatan hanya mampu untuk menutup biaya operasional. Sedangkan 6 unit sisanya masih mengalami kerugian.

“Dari 13 unit PDAM Kampar yang melayani 15 kecamatan, yang untung dalam pengelolaan ada 5 unit, 2 unit (hanya mampu) menutup biaya pengelolaan, sedangkan 6 unit masih rugi,” ungkap Rusdi.

Dia pun lalu menyebutkan unit-unit yang mengalami kerugian tersebut. Di antaranya adalah unit Koto Kampar Hulu, Bangkinang Seberang, unit Petapahan Tapung, Kampar Utara, Rumbio Jaya, Teratak Buluh, dan terakhir unit Gunung Sahilan

“5 unit yang untung mensubsidi unit yang lain, yaitu unit Bangkinang Kota, unit Tapung Hulu, unit Air Tiris, unit Kampar Timur, dan unit Kampar Kiri.

“Namun 2 tahun terakhir agak tidak tertutup biaya dari unit yang untung kepada unit-unit yang rugi. Jadi, untuk itu, Perumda Tirta Kampar akan melakukan penyesuaian tarif sesuai dengan Permendagri terbaru Nomor 21 Tahun 2020 tetang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum,” beber Rusdi.

Rusdi menyebut, pelanggan Perumda Tirta Kampar saat ini tercatat lebih kurang sebanyak 9.700 yang tersebar di seluruh unit yang ada di Kabupaten Kampar. Adapun total omzet yang mampu diraup Perumda Tirta Kampar dari pelanggan sebanyak itu, mencapai angka lebih kurang Rp 1 miliar untuk setiap bulannya. Hanya saja, pada kenyataanya, kata dia, tagihan pelanggan yang tertagih per bulan hanya mencapai 70-80 persen saja.

“Kalau dilihat dari DRD+- nya lebih kurang 1 M tapi yang tertagih hanya 70 s/d 80 % saja. Selebihnya menjadi tunggakan,” ucap Rusdi.

Bagi pelanggan yang menunggak, sebut Rusdi, akan diberikan kelonggaran waktu untuk melunasi selama 3 bulan.

“Biasanya kita memberikan kelonggaran hanya 3 bulan saja. Namun selama pandemi ini agak kita longgarkan mengingat kemampuan masyarakat yang menurun. Tapi ini tentu tidak boleh lama menunggak karena tentu akan menggangu operasiona. Dalam minggu ini petugas akan langsung ke rumah pelanggan yang menunggak untuk menagih langsung,” jelas Rusdi. (naz)

Check Also

Pelajar Di Meranti Kembali Belajar Daring

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepulauan Meranti, Agusyanto Bakar.   MERANTI (Khabarmetro.com) – …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *