Sabtu , 18 September 2021

Pekanbaru Gelap, Warga Mulai Khawatir Akibat Kabut Asap

PEKANBARU, (Khabarmetro.com)– Beberapa warga Pekanbaru mulai khawatir dengan kondisi cuaca kota Pekanbaru mulai mengelap. Terutama di pagi hari yang tidak lagi cerah dan ditutup kabut.

Kekhawatiran warga tersebut, takut kembali disebabkan kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Pasalnya, jika semua itu terjadi akan memperdalam penderitaan masyarakat yang saat ini belum lepas dari ancaman virus Corona Atau Covid-19.

Seperti yang disampaikan, H Azwirman warga Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Rabu (24/2). Dikatakannya, jika kondisi cuaca gelap tersebut sudah beberapa hari belakangan ini selalu diperhatikannya. Dimana sebelumnya ia sempat berfikir cuaca gelap itu mendung karena mau turun hujan. Namun setelah beberapa jam kemudian tidak ada tanda- tanda maupun turun hujan. Sehingga ia sedikit yakin jika itu merupakan kabut asap yang saat sudah mulai muncul di Riau.

“Saya khwatir aja jika itu betul kabut asap, karena saat ini belum kita lepas dari musibah corona (Covid-19) tambah lagi kabut asap,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, jika kabut asap ini juga tidak kalah bahaya nya dengan virus corona yang sama-sama bisa melumpuhkan dan mematikan. Begitu juga dampak pada perekonomian masyarakat yang akan makin terpuruk yang saat ini saja belum pulih karena pandemi Covid-19

“Daerah kita sudah angat berpengalaman dengan kabut asap ini, saya berharap semua ini tidak terjadi. Jikapun benar semoga bisa segera diatasi pemerintah kita,” harapnya.

Sementara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru melalui Forecaster BMKG Pekanbaru Bibin Sulianto, pastikan jika kondisi cuaca gelap tersebut bukan kabut asap. Namun merupakan Halimun atau Haze

kondisi ini. Menurutnya, keberadaan kabut tipis yang menyelimuti seluruh kawasan kota tersebut bukanlah kabut asap melainkan Halimun atau Haze yang lebih dikenalnya kabut tipis atau embun.

Hal itu juga sesuai dengan kondisi di Kota Pekanbaru saat ini yang masih dalam suasana mendung. “Jadi itu bukan berasal dari asap, tapi merupakan Halimun atau Haze. Dan kita juga sudah mengamati seperti di Bandara dan lainya,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan sesuai kondisi titik hotspot yang terpantau BMKG di Riau saat ini, juga belum ada titik hotspot yang jadi produsen asap besar.

“Jadi kembali kota sampaikan, jika kabut yang yang terjadi di pagi hari itu bukan kabut asap tapi halimun,” tuturnya.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Riau, Edwar Sanger terkait kondisi titik hotspot di Riau, mengatakan jika saat ini terus ditangani dan diupayakan dengan maksimal oleh petugas dilapangan. Dimana sesuai laporan ada beberapa lokasi yang sedikit sulit di jangkau seperti di daerah Benkalis.

“Kamu terus diupayakan dengan maksimal yang sebagiannya sudah ditangani dengan maksimal oleh petugas dindaerah,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan persiapan antisipasi Karhutla di Riau setelah penetapan status Siaga Darurat Karhutla beberapa waktu lalu. Dimana persiapan tersebut diantaranya meningkatkan koordinasi dengan seluruh Satgas di daerah dalam mengantisipasi Karhutla.

“Kita juga mempersiapkan sekitar 12 alat berat untuk warga yang akan melakukan pembukaan lahan. Artinya kedepan tidak ada lagi pembukaan lahan yajf dilakukan dengam membakar,” katanya.

Terkait kondisi saat ini, ia menjelaskan beberapa daerah masih mengalami turun hujan. Seperti Dumai, Rupat Merantindan lainya. Sedangkan terkait kabut asap ia juga memastikan belum ada yang mengkhawatirkan.

“Jadi saat ini beberapa daerah kita masih hujan, dan ini juga mebantu pada penganan titik hotspot, ” tutup nya.(dre)

Check Also

Pemkab Inhu Permudah  Transaksi Melalui Aplikasi “Bela Pengadaan”

Bupati : Pemerintah Perlu Memberikan Kesempatan Pada Pelaku Usaha Mikro Kecil    INHU (Khabarmetro.com)– Untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *