Jumat , 2 Desember 2022

PASCA COVID-19, KASUS STANTING DI KAMPAR MELONJAK TAJAM

Bangkinang Kota (khabar metro. com) – Pasca covid 19, ternyata membuat kasus stanting di kabupaten Kampar melonjak tajam. Dari sebelumnya 10 lokus, kini menjadi 1.300 kasus.

Terjadinya peningkatan kasus stunting ini mengejutkan semua pihak, karena selama dua tahun ini terutama sejak terjadinya wabah Covid-19 dimana pemerintah sedang fokus dalam penanggulangan Covid-19 dengan memberlakukan protokol kesehatan, memberikan dampak yang luar biasa dalam peningkatan kasus stunting khsusunya di Kabupaten Kampar. Sebelumnya hanya terdapat 10 lokus stunting pada tahun 2019.

Hasil Audit kasus stunting tahun 2022 terdapat kasus sebanyak 1.300 anak bayi yang terkena stunting di 21 Kecamatan dan 250 Desa/ Kelurahan. “Ini perlu komitmen dan keseriusan kita dalam penanggulangannya. Jangan hanya bersifat kegiatan seremonial tapi dalam bentuk nyata yang ditujukan kepada penurunan stunting yakni remaja yang akan menikah, termasuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita di bawah dua tahun,” ujar Sekda Kampar Yusri MSi, saat membuka acara Diseminasi Audit Kasus Stunting bersama dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kampar yang diadakan di Aula Kantor Bupati Kampar di Bangkinang, Kamis (22/09/22)

Turut hadir Direktur KB Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Martin Suanta, SE M. Si, Plh Kepala DPPKBP3A Provinsi Riau Raja Siti Nuraisyiah, S. Sos, M. Si, koordinator bidang Perwakilan Provinsi Riau  Supriyadi,  Kepala DPPKBP3A Kampar Edi Afrizal dan Kepala OPD terkait, Tim pakar Satgas Stunting Provinsi Riau Dr Faradhlillah Hallusia, S. Pa, Dr. Erry Sabani, S. Pog , Dedi Rokhyani, SKM, M. Kes Meylani Indramayu, S. Pi, M. Psi, Camat Selaku Ketua TPPS Kecamatan se Kabupaten Kampar, Ketua TP PKK se Kabupaten Kampar.

Kegiatan dengan thema Kampar Sehat Tanpa Stunting (Kampar Santiong), Keluarga Keren Cegah Stunting tersebut diharapakan mampu memberikan informasi dan kondisi ril kasus stunting di Kabupaten Kampar, sehingga memudahkan dalam pengambilan kebijakan.

Yusri menyebut, saat ini bertambahnya lokus maupun jumlah yang sangat signifikan. Hal ini tentunya patut menjadi perhatian bersama. “Perlu komitmen dan keseriusan dari seluruh elemen masyarakat dan instansi maupun pihak swasta dan pengusaha,” ujar Yusri.

Dikatakannya, sesuai Perpres nomor 27 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, perlu adanya pendekatan pencegahan lahirnya Balita melalui pendampingan keluarga beresiko stunting.

Menyikapi ini Pemkab Kampar telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kampar, melakukan Audit Kasus Stunting, pembentukan tim pakar,  dan melakukan Pra Desiminasi stunting.

Dari sampel audit yang dilakukan di desa Tj Berulak dan Desa Naumbai Kecamatan Kampar  terhadap 14 ibu hamil dan 7 anak dengan kasus stunting. Hal ini telah dilaporkan ke BKKBN Provinsi Riau dan Pusat.

Selaku ketua TPPS Kabupaten Kampar dari pengukuran secara keseluruhan di Kabupaten Kampar terdapat sebanyak 1.300 kasus stanting di 21 Kecamatan dan 250 desa di Kampar.

Oleh sebab itu seluruh elemen dapat mengambil peran, baik di tingkat kecamatan dan desa. “Penurunan stunting menjadi prioritas kita semua dan TPPS. Namun setelah kita audit, kita mengambil kesimpulan bahwa dari semua lokus tidak semua terdapat kasus stunting, bahwa dengan adanya Covid-19 terjadi perubahan yang signifikan sehingga terdapat angka 1.300 kasus. Ini problem bagi kita semua dan kita harus mencari formula dan solusi,” ujar Yusri.

Dalam hal penanggulangan stanting, Yusri berpendapat, bisa disinergikan dengan CSR perusahaan. “Dukungan pihak swasta sangat di perlukan dalam menciptakan generasi masa depan anak bangsa,” ujar Yusri.

Selama 2 Tahun kedepan, ulas Yusri kalobirasi antara pemerinrah Pusat, Provinsi dan Kabupaten dalam percepatan ini sangat penting, regulasi dan aturan menjadi acuan bersama,” pintanya.

Yusri minta jadilah pelopor dalam penurunan stunting, jadikan ibadah, keikhlasan dalam melaksnakan tugas mulia, penentu masa depan dan generasi bangsa,” kata Yusri lagi.

Terkahir Yusri meminta agar Nara Sumber dari pusat, Provinsi dapat memberikan pencerahan dalam panggangan dan penurunan stunting khususnya di Kabupaten Kampar. (her)

Check Also

Ramah Tamah dengan 469 ASN Purna Tugas

Pj Bupati Kampar : Terimakasih Dedikasi Dan Bhakti yang diberikan Untuk Kampar. Bangkinang Kota (khabarmetro.com) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.