Senin , 2 Agustus 2021

Nostalgia Kampus Purnama, Menjemput Berkah Tol Permai (bagian -1)

Sebagian Sudut Diterangi Lampu, Sudut Lain Lebih Banyak yang Gelap

Catatan: Khairul Amri
GM Pekanbaru Pos Group
amrik4551@gmail.com

 

TOL Pekanbaru Dumai (permai) paling tidak membuka akses dua daerah, Kota Pekanbaru dan Kota Dumai. Kampus Unri di Desa Purnama, dulu terasa begitu jauh. Sekarang, hanya perlu waktu sekitar dua jam untuk sampai ke sana.

Ban mobil menderu, memasuki areal kampus Universitas Riau (Unri), Marine Station, di Desa Purnama, Kota Dumai. Ada 7 mobil malam itu yang beriringan ke sana.

Sabtu malam (17/10/2020). Sekitar pukul 21.45 wib rombongan tiba di areal kampus. Semua mobil parkir di depan bangunan utama dalam kampus.

Bangunan utama ini, di awal-awal 1997 dulu, difungsikan sebagai kantor. Sepintas, gedung berlantai dua ini nampak masih kokoh. Selain difungsikan untuk kantor, lantai dua gedung itu, dulunya, juga difungsikan untuk perpustakaan Marine Station. Banyak sekali buku dan jurnal internasional Kelautan di pustaka tersebut.

Malam itu, rombongan yang rata-rata adalah alumni Ilmu Kelautan (IK) Universitas Riau (Unri) ini, ingin memulai perjalanan nostalgia mereka di kampus tersebut. Sekalian untuk menyatukan rasa dan raga dengan kampus yang dulu pernah cukup lama mereka diami.

Kebetulan, saya juga bagian dari mereka. Karena pernah juga mendiami asrama di ‘kampus biru’ ini. Maka kloplah, kami semua malam itu seperti melakukan napak tilas. Di sini kami pernah tinggal bersama. Di areal kampus itu, kami dulu jadi mahasiswa, dan di sini pula saya menamatkan kuliah sampai jadi sarjana. Salah satu laboratorium Marine Station Dumai, adalah labor penelitian saya. Sampai akhirnya saya jadi sarjana.

Sambil yang lain bercerita nostalgia, saya sempatkan melihat dari dekat beberapa bangunan gedung di areal tersebut.

Lampu mobil saya arahkan ke beberapa bangunan yang terlihat gelap. Bukan hanya gelap, tapi malam itu, area di sini betul-betul seperti lokasi tak berpenghuni, yang jauh dari akses dan keramaian.

Ada terlihat sinar lampu di beberapa sudut gedung. Tapi, saya lihat, lebih banyak sudut yang gelap dibandingkan bercahaya.

Awalnya, ketika mobil rombongan melintasi pagar kampus, petugas jaga sempat kebingungan. Malam-malam begitu banyak mobil yang masuk ke kampus. Tapi, setelah didatangi petugas jaga, akhirnya semua akrab. Bahkan ada diantara petugas di sana yang masih kami kenal. Suasana cair, dan bincang-bincang pun jadi santai dan hangat.

Bersama kami malam itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Dumai Afifuddin. Dia ini juga alumni IK Unri, persisnya angkatan tahun masuk 1988. Itu adalah angkatan pertama, awal-awal program studi IK dibuka di Fakultas Perikanan Universitas Riau.

Selain itu, ada juga Dedy Hendrizal IK’95, dan kami di IK ’96: ada saya, Yeeri Badrun dan juga Slamet Riyadi. Sementara Yusman Hakim, Jhoni Eka Putra dan Masdjam Sangaji dari angkatan ’97. Serta ikut juga beberapa alumni junior antara lain Roby, Harry, Massady, Ricky dan Imul yang semuanya dari angkatan tahun 2000 ke atas.

Sekarang, lokasi Marine Station ini, sebenarnya tidak lagi sepi seperti dulu. Tapi uniknya, ketika dulu menjelang tahun 2000an, kawasan ini masih sepi, tetapi justru kampus ini ramai. Para mahasiswa IK Unri, datang dan kuliah di sini.

Nah, sekarang, ketika kawasan ini sudah mulai ramai. Jalan dari kota Dumai menuju kampus sudah relatif bagus, malah justru kampus ini pula yang jadi sepi. Karena tak ada lagi mahasiswa IK Unri yang kuliah di sini.

Posisi areal kampus persis berada di jalan lintas utama menuju beberapa kawasan industri, Lubuk Gaung. Pemukiman penduduk pun sudah tumbuh bak jamur di musim hujan. Bila dulu hanya satu-satu rumah di kawasan ini. Sekarang, malah sudah padat. Geliat ekonomi pun begitu terasa.

“Kawasan Purnama ini, sesuai dengan RTRW Kota Dumai, akan dijadikan kawasan pemukiman padat.” Begitu kata Tahjuddin Effendi, politisi DPRD Kota Dumai dari PKS. Kebetulan pula, Tahjuddin adalah salah seorang alumni IK Unri, angkatan tahun ’98.

Apalagi tol Pekanbaru Dumai (permai) sudah membentang panjang dan kokoh. Sehingga akses dan jarak kampus Unri di Desa Purnama yang dulunya terasa sangat jauh, sekarang malah justru sangat dekat.

Kondisi dan situasi ini pula yang menggugah saya dan alumni IK Unri lain, untuk melakukan napak tilas ke kampus ini. Sambil mengenang-ngenang masa kuliah dan tinggal di asrama dulu. Cerita dulu, banyak lucunya daripada seriusnya, hehe.

Malam itu, kami berbincang santai, dan sudah pula menyusun rencana. Ahad (18/10/2020) esok hari, rombongan akan ke Marine Station lagi. Agendanya akan lebih seru. Selain keliling kampus, juga akan menerobos hutan mangrove di bagian belakang kampus.

Jam di tangan sudah pukul 23.00 wib. Tanpa terasa, sambil bercanda dan berbincang santai, malam pun ternyata surga beranjak larut. Kami putuskan bergerak ke kota Dumai untuk istirahat.

Satu persatu mobil rombongan keluar dari pagar kampus Unri Purnama. Kerinduan semua alunmni akan almamaternya, malam itu, sebagian kecil sudah terobati. Nostalgia akan dilanjutkan pagi besok. (bersambung)

Check Also

BEBUAL SAMBIL NGOlah Pikiran yang ditajah oleh Kwarran Binawidya Pekanbaru

Pekanbaru (khabarmetro.com ) – Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Binawidya pada Jumat 30/07/2021 melalui Dewan Kerja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *