Kamis , 27 Januari 2022

Nelayan Pahlawan Ekonomi

 

KOLOM OPINI

Oleh: Riyono

MEMPERINGATI hari Pahlawan tak lengkap rasanya tanpa menengok sosok nelayan yang hampir setiap hari hadir menyajikan ikan di meja makan kita. Nelayan sebagai penyedia pangan nasional yang tanpa kenal lelah berjuang untuk pemenuhan gizi Indonesia. Nelayan juga harus dipandang sebagai pejuang pangan.

Badan Pusat Statiistik mencatat pertumbuhan ekonomi yang positif sebesar 7,07% pada kuartal II tahun 2021 tidak lepas dari peran nelayan. Sektor perikanan, pertanian, industri pengolahan merupakan penyumbang positif Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Kajian Suhana menyebut, eskpor perikanan naik di atas 10% dengan produk utama tangkapan nelayan.

Korona memberikan pelajaran dan penyadaran kembali, bahwa sektor perikanan kelautan memiliki peran penting dalam kondisi apapun, ditengah pandemi global saja masih mampu bergerak positif. Apalagi jika di era normal, maka kontribusinya akan semakin besar.

Pangan yang dihasilkan nelayan harus diapresiasi dan dijadikan pijakan mendorong kesejahteraan mereka. Tantangan global akan semakin berat, adanya perubahan iklim yang langsung dirasakan oleh nelayan, perdagangan dunia yang semakin liberal, harga ikan dunia yang relatif stagnan, lahirnya disrupsi teknologi, membawa konsekuensi perubahan yang cepat terhadap kualitas lingkungan.

Perubahan kebijakan perdagangan internasional, tuntutan ketatnya syarat produk ekspor perikanan, pandemi yang masih berlanjut, turunnya permintaan global produk perikanan, menambah peluang dan tantangan sektor perikanan khususnya nilai tukar nelayan yang berujung kesejahteraan.

Level nasional, sejumlah problem sektor perikanan kelautan harus dikelola dengan bijak. Fokus pemerintah ke sektor budidaya dan pengolahan serta peningkatan kualitas sumber daya ikan lestari memberikan efek kejut yang serius bagi dunia perikanan kelautan.

Adanya kebijakan PNBP yang tertuang dalam PP 85 tahun 2021, membuat gaduh, mulai dari nelayan sampai pengusaha. Pekerjaan rumah yang lain mulai penanganan anomali iklim, transfer teknologi, perbaikan kualitas lingkungan, regenerasi nelayan, bonus demografi, kesejahteraan masyarakat pesisir, akses pembiayaan, kebijakan anggaran.

Ditengah kondisi yang masih jauh dari ideal nelayan mampu menjaga ketersedian gizi, menjadi bukti nyata akan kontribusi nelayan. Jika sektor lain jalan dengan work from home, maka nelayan harus tetap ke laut, ke tambak agar usaha mereka tetap jalan. Kondisi ini harus tetap dijaga dan diapresiasi dengan keberpihakan anggaran serta kebijakan ekonomi yang berpihak kepada mereka.

Menjaga suasana keberlanjutan usaha nelayan ditengah pandemi harus tetap dilakukan. Pemberian vaksin dan bansos untuk nelayan kecil sebagai garda depan penyedia protein bagi masyarakat, harus menjadi perhatian pemerintah. Penguatan infrastruktur di pesisir yang mendukung ekonomi kelautan harus terus dilakukan. Subsidi BBM bagi nelayan kecil jangan terkendala oleh faktor teknis, harga solar yang naik akhir-akhir ini, menjadi kendala utama bagi nelayan di seluruh wilayah.

Insentif Ekonomi Nelayan

Insentif bagi nelayan selama pandemi merupakan bentuk hadirnya negara di laut dan nelayan. Subsidi BBM, anggaran alat tangkap, subsidi pakan dan listrik bagi nelayan pembudidaya kecil, asuransi usaha dan jiwa, pembiayaan usaha dengan sistem bagi hasil ataupun bunga rendah. Usaha nelayan tangkap penuh resiko bahwa bisa nyawa taruhannya. Apalagi nelayan pembudidaya yang rentan kegagalan, perlu kepastian dan jaminan pemerintah agar mereka terus tumbuh dan berkontribusi.

Akses terhadap perbankan bagi nelayan kecil dan tradisional masih jauh dari harapan. Hanya 20% sektor UMKM termasuk didalamnya nelayan dengan usahanya mampu mengkases permodalan dari perbankan. Petani justru lebih rendah, hanya 15% yang sudah berhubungan dengan bank. Hampir 60% petani dan nelayan mengandalkan modal pribadi untuk membiayai usaha mereka. Catatan OJK, pada 2019, capaian penyaluran KUR sektor perikanan hanya 0,23% dari KUR nasional.

Lahirnya kebijakan yang pro kepada nelayan dan stakeholder perikanan nasional, akan mampu menjaga adanya ketersedian pangan secara nasional. Spirit nelayan sebagai aktor utama pembangunan nasional harus terus dijaga oleh negara. Nelayan sebagai salah satu soko guru ekonomi jangan sampai sedih di hari Pahalwan. **

Riyono,
Ketua DPP Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO); Bidang Pengetahuan dan Komunitas Pesisir

Check Also

Fokus Untuk Kemajuan Desa & Kemakmuran Masyarakat Batang Kumu

Rokan Hulu – Pelantikan Kepala Desa (Kades) Terpilih serta Para Kades Pengganti Antar Waktu (PAW) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *