Kamis , 29 Juli 2021

Musibah Sumiyati, Sentuh Hati Danrem 031/WB Pentingnya Kesejahteraan Masyarakat

PEKANBARU, (Khabarmetro.com)– Ditimpa musibah saat bekerja, Komandan Korem (Danrem) 031/WB, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan, berikan bantuan kepada salah satu keluarga masyarakat di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Senin (28/12).

Bantuan berupa tali asih tersebut, merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan dan yang selama ini tidak putus dilakukan Danrem semenjak menjadi orang nomor satu di Korem 031/WB Pekanbaru, Riau.

Adapun keluarga masyarakat yang dibantu sosok pimpinan kebanggaan masyarakat ini, adalah keluarga Sumiyati, putri dari Bualana yang beralamat di Jalan Badak Ujung RW 03, RT 05 Kelurahan Tuah Negeri Kecamatan Tenayan Raya. Dimana, sekitar dua minggu lalu Sumiyati yang masih berusia 15 tahun dan duduk di bangku sekolah dasar itu mengalami kecelakan kerja di pabrik percetakan batu bata saat mebantu orang tuanya bekerja mencetak batu bata.

Akibat kecelakaan kerja tersebut, anak dari keluarga tidak mampu ini terpaksa harus kehilangan sebagian tangannya sebelah kanan karena harus diamputasi karena tidak bisa di selamatkan setelah hancur akibat tergiling mesin cetakan batu bata.

Danrem 031/WB, Brigjen TNI M Syech Ismed langsung turun dan menyambangi kekediaman keluarga Sumiyati untuk mengetahui perkembangan kesehatan yang dialami Sumiyati, setelah mendapat laporan dan informasi dari Babinsa, Kodim 0301/Pekanbaru, Serka Herman yang merupakan Babinsa Kelurahan Tuah Negeri Kecamatan Tenayan Raya.

Dalam kesempatan itu, Danrem pun langsung meberikan bantuan kepada pihak keluarga Sumiyati yang diharapkan mampu meringankan beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan pokok serta peralatan rumah tangga yang dibutuhkan. Seperti 2 buah kasur tempat tidur, kipas angin, Mejikom untuk memasak Nasi dan 3 paket sembako.

Danrem juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan orang tua Sumiyati, yaitu Bualana, dimana Jenderal bintang satu ini pun merasa sangat haru dan prihatin terkait kondisi kehidupan keluarga dan musibah yang dialami Sumiyati. Dimana sampai sepatah kata pun ia sangat sulit untuk mengungkapkan selain dari memberikan semangat kepada Sumyati agar segera pulih dan meberikan semangat kepada keluarga atau orang tuanya untuk tetap sabar menghadapi musibah ini.

Musibah yang dialami Sumiyati ini, juga sampai menyentuh hati Danrem dan memberikan makna pentingnya memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Sehingga musibah ini membuat ia untuk terus bersemangat membantu masyarakat dan mensejahterakan masyarakat kedepan.

Bahkan, disela-sela kunjungan yang juga dihadiri Camat Tenayan Raya, Danramil 04/Lph, Pasi Ter Kodim, Lurah Tuah Negeri, Babinsa, Bhabinkatibmas, Ketua RW 03 dan RT 05, serta Masyarakat di lingkungan setempat itu, Putra Asli bumi lancang kuning ini pun memerintahkan kepada Babinsa untuk selalu mengikuti perkembangan kesehatan Sumiyati dan melaporkan perkembangannya kepada Komando atas. Dimana ia juga mengharapkan kepada pihak pemerintah setempat, khususnya pihak pengusaha untuk bisa terus meberikan perhatian kepada keluarga Sumiyati.

“Apa lagi keluarga ini merupakan keluarga tidak mampu yang kesejahteraanya sudah menjadi tanggung jawab pemerintah maupun pihak terkait lainya,” ujarnya.

Sebagai informasi, Sumiyati merupakan sosok anak yang rajin dan selalu membantu orang tuannya sebagai buruh di pabrik batu bata. Sumiyati juga rajin sekolah, karena selama musibah pandemi Covid-19, ia hanya belajar daring dari rumah, dan kesempatan itupun ia manfaatkan untuk membantu orang tuanya yang sudah biasa ia lakukan.

Namun, kali ini nasib baik sedikit tidak berpihak pada dirinya. Sehingga ia mengalami kecelakaan dan musibah yang tidak bisa di hindari, yang akibatnya ia terpaksa kehilangan satu tangannya yang secara psikologis juga menjadi beban bagi nuraninya.

“Mungkin ini sudah musibah dan takdir pada kami, karena untuk bekerja ini saya selalu memperhatikan dan meminta Sumiyati untuk berhati-hati. Yang pasti ini juga ujian bagi saya untuk selalu menjaga Sumiyati dan keluarga lebih baik lagi,” kata bualana orang tua Sumiyati.(dre)

Check Also

SPS Riau Bertamu ke Bahana Mahasiswa Unri

Pengurus SPS Riau saat berdiskusi dengan kru Bahana Mahasiswa Unri di kantornya, Kampus Binawidya Panam. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *