Sabtu , 19 Juni 2021

Mau Tahu, Kenapa Belajar Tatap Muka Dilakukan Terbatas

PEKANBARU (khabarmetro.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru merencanakan memulai sekolah tatap muka pada pekan ketiga Januari 2021 secara serentak. Hal itu berdasarkan surat keputusan bersama (SKB), dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk menyerahkan kewenangan ke masing-masing daerah untuk memulai sekolah tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru Ismardi Ilyas, Selasa (5/1) mengatakan, proses sekolah tatap muka yang dilakukan nantinya terbatas. Peserta didik tidak belajar sepenuhnya di sekolah seperti biasanya.

Proses sekolah tatap muka nantinya hanya penguatan dari sistem belajar dalam jaringan (Daring) yang telah berlangsung sejak awal pandemi Covid-19.
”Sekolah tatap muka ini hanya penguatan belajar Daring. Tidak sekolah seperti biasanya,” kata Ismardi.

Menurutnya, proses sekolah tatap muka nantinya hanya berlangsung sekitar dua hingga tiga jam dalam satu kali pertemuan. Sekali pertemuan peserta didik juga dibatasi. Peserta didik masuk hanya separuh dari kapasitas kelas.

Peserta didik juga tidak melakukan proses sekolah tatap muka setiap hari. Proses sekolah tatap muka dilakukan hanya tiga kali dalam satu minggu. Hal itu berdasarkan zona tingkat sebaran covid-19 di wilayah tersebut.

”Ini tidak masuk tiap hari. Bisa tiga kali seminggu, atau dua kali berdasarkan zona per kecamatan,” terangnya.

Karena secara keseluruhan, Kota Pekanbaru sendiri baru beranjak menuju zona kuning atau tingkat resiko sebaran covid-19 rendah. Bahkan empat kecamatan masih dalam Zona orange atau tingkat resiko penularan sedang.

Sekolah tatap muka ini akan berlangsung di seluruh tingkatkan jenjang pendidikan. Pihaknya saat ini juga memastikan kesiapan sekolah dalam menjalankan proses sekolah tatap muka nanti. Sekolah harus melengkapi fasilitas protokol kesehatan. Seperti menyediakan tempat pencuci tangan, alat pengukur suhu tubuh, dan membuat jarak bangku peserta didik.

Nantinya juga ada tim yang melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan di sekolah.
“Jelang sekolah tatap muka ini, kami akan rapat bersama satgas terkait mematangkan regulasi teknis kedepannya,” tutupnya.

Sementara, Pemerintah Kota Dumai mengaku belum dapat memastikan belajar tatap muka, karena masih menunggu penurunan kasus positif Covid-19. Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Dumai Herdi Salioso.

Ia menambahkan, hingga Ahad (3/1), masih terjadi penambahan kasus positif Covid-19, sebanyak 3 kasus positif, dengan 165 orang masih dalam perawatan, yang mana 141 orang melakukan isolasi mandiri, dan 24 orang rawat di RS.

Dirinya menerangkan, jika melihat angka penyebaran tentunya masih ada, jika dipaksakan juga untuk belajar tatap muka tentunya akan berdampak besar pada penyebaraan Covid-19 di kota Dumai.
Diakuinya, pihak Disdik Riau juga sudah mengeluarkan surat berisi penundaan proses belajar tatap muka, mengingat penyebaraan Covid-19 di Riau masih terjadi.

”Ini menyangkut anak-anak, untuk belajar tatap muka harus benar-benar mantap dulu, baik dari segi protokol kesehatan maupun lainnya,” imbuhnya.

Angka positif Covid-19 kota Dumai, diharapkan bisa turun, dan Dumai bisa berada di Zona Kuning atau Hijau, dengan begitu belajar tatap muka bisa dilakukan.

Sementara, Koordinator Pusat pengendalian Data dan informasi di Satgas Covid-19 di kota Dumai, Hafis mengungkap?kan bahwa untuk penyebaran kasus Covid-19 di kota Dumai, masih terjadi. Ia mengaku sudah ada sekolah tingkat TK dan SMP yang mengajukan proposal belajar tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan. ”Sedangkan SD masih belum,” imbuhnya.

Hafis mengaku, bahwa sekolah-sekolah yang telah mengajukan proposal, sebagian pihaknya sudah melakukan tinjuaan, dan masih ada yang kurang dan harus dilengkapi oleh pihak sekolah. ”Kalau secara penyebaran tetu masih terjadi, dan kita juga menyarankan untuk menunda ?saja belajar tatap muka, apalagi pihak Disdik provinsi Riau juga sudah menyarankan untuk menunda,” pungkasnya.

Kondisi berbeda di sekolah wilayah Kabupaten Kampar. Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto, meninjau pelaksanaan belajar tatap muka di SD 005 Langgini, Bangkinang Kota, Senin (4/1).

”Ini tindaklanjut SK 4 Menteri tentang Penerapan belajar tatap muka bagi siswa disaat Pandemi Covid-19 yang secara nasional masih saja meningkat, untuk itu kita lakukan peninjauan langsung memastikan
keamanan siswa dan guru dan bagaimana kesiapan sekolah-sekolah dalam mematuhi aturan yang telah ditetapkan,” ujar Catur.

Disebutkannya, peninjauan ini juga sebagai upaya menindaklanjuti penerapan SK 4 Menteri dalam aturan belajar tatap muka yang wajib terapkan Protokol Kesehatan (ProKes).

Tidak turun sendiri, Bupati didampingi Sekda Yusri, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kampar
Suhermi, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Kampar M Yasir, Kadiskes Dedi Sambudi, serta Plt BPBD Kabupaten Kampar Amga. (bam/aga/naz)

Check Also

RS Awal Bros Grup MoU dengan CBS School Of Communications Jakarta

Tingkatkan Kemampuan Komunikasi foto ki-ka: dr Widya Putri MARS Ketua Regional I RS Awal Bros, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *