Kamis , 27 Januari 2022

MASIH ADAKAH PAHLAWAN BERSEMAYAM DI MASA PANDEMI ? KATA LINGGA SAKTI

10 November adalah sebuah hari yang akbar bagi seluruh para pejuang yang ada di Indonesia bagaimana tidak karena di tanggal itu para veteran merayakan ulang tahun nya serentak, juga masyarakat Indonesia memperingati “HARI PAHLAWAN NASIONAL” dengan cara mereka masing-masing.

Pahlawan dalam makna yang lain juga bisa di artikan dalam segala macam perspektif, seperti ayah kita adalah pahlawan bagi anak dan istrinya, TKI pahlawan devisa negara, dan pelaku seni juga termasuk pahlawan dalam karya-karya nya yang bisa membuat semua orang terhibur dan senang.

Walaupun Indonesia masih belum sehat seutuh nya karena sudah satu tahun setengah dalam keadaan terpapar pandemi covid 19.

Tetapi tidak menyurut kan semangat anak-anak muda atau pelaku seni yang ada di Riau untuk terus bergerak dan berkarya salah satu nya Tengku M. Fauzi lelaki berambut gondrong atau nama pena nya Lingga Sakti, kemarin tanggal 10 November 2021, tampil membacakan satu buah karya puisi ciptaan nya “PAHLAWAN BERSEMAYAM”, disaksikan langsung oleh Veteran Letkol Purn. Samsyul Djafar, SH (Ketua LVRI DPD Prov. Riau ), DR. Rizaldi Putra, MBA (Ketua Umum DPH LAMR Kota Pekanbaru ), Dt. Yusman Hakim juga salah satu narasumber.

Dalam acara “Jamming 360” yang dipandu Andrigo sebagai pranatacara, dengan tema “MENGUPAS SEJARAH MENGENANG PEJUANG (HARI PAHLAWAN NASIONAL) PAHLAWANKU INSPIRASIKU” di live streaming kanal youtube Danish pro yang di usung oleh bang dani selaku tuan rumah.

Live streaming nya dimulai jam 20.30 WIB, Walaupun acaranya dilakukan dirumah tetapi semua team kreatif acara, narasumber, dan penampil tetap dalam koridor menjaga protokol kesehatan. Ada beberapa sesi acara yaitu musik, podcast, puisi. Durasi live streaming sekitar satu jam setengah dan selesai di jam 22.00 WIB.

Setelah berakhir nya acara Lingga Sakti pun berkomentar dia sangat mengapresiasi dengan tempat dan konsep acara yang bang dani suguhkan.
“bang dani bisa menjawab mimpi para pelaku seni” katanya.

“Semoga adanya danish pro bisa membuka mata hati para pembesar-pembesar Riau, kapan lagi menjadi pahlawan ? untuk merangkul seluruh pelaku seni tanpa pandang bulu, lalu menyediakan wadah ruang kreasi. Supaya bisa menjawab segala kegelisahan-kegelisahan pelaku seni, di masa pandemi yang belum tahu kapan berhenti,” pungkasnya. (*)

 

Check Also

Fokus Untuk Kemajuan Desa & Kemakmuran Masyarakat Batang Kumu

Rokan Hulu – Pelantikan Kepala Desa (Kades) Terpilih serta Para Kades Pengganti Antar Waktu (PAW) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *