Sabtu , 18 September 2021

Mahasiswa KKN UNRI Desa Sido Mukti Membuat Briket dari Pelepah Sawit sebagai Pengembangan Potensi Desa Sido Mukti yang Melimpah

Pelalawan (khabarmetro.com) – Pada hari Minggu yang lalu tanggal 22/08/21  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Balek Kampung Universitas Riau 2021 Desa Sido Mukti, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan membuat briket dari pelepah sawit bersama pemuda Desa Sido Mukti. Briket merupakan bahan bakar padat ramah lingkungan dan bersifat terbarukan sehingga pemanfaatannya sebagai bahan bakar dapat mengurangi dampak negatif penggunaan bahan bakar fosil dan konvensional.
Briket biasanya digunakan untuk memasak dan untuk melakukan proses pembakaran. Briket juga bisa digunakan untuk membuat pembangkit listrik tenaga uap. Karena pada dasarnya briket juga dapat digunakan sebagai pengganti batubara. Kandungan dalam briket adalah karbon, abu dan komponen volatile.

Pembuatan briket dari pelepah sawit ini dilatarbelakangi oleh konsumsi dan kebutuhan energi terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Meningkatnya permintaan konsumsi energi ini tidak diimbangi oleh produksi minyak yg memadai karena sumber energi seperti minyak, gas, dan batubara merupakan kelompok energi fosil yang tidak dapat diperbaharui sehingga dalam kurun waktu yang dekat sumber daya energi fosil ini akan habis apabila tidak ada usaha untuk mencari sumber energi alternatif lain pengganti bahan bakar minyak tersebut. Salah satu sumber alternatif yang dapat dipilih adalah limbah biomassa yang bahan bakunya tersedia banyak dan berkelanjutan untuk jangka waktu yang lama. Biomassa secara umum merupakan bahan organik yang berasal dari jasad hidup baik tumbuhan maupun hewan. Desa Sido Mukti sendiri merupakan desa yang memiliki banyak lahan perkebunan kelapa sawit sehingga bahan baku pelepah kelapa sawit tersedia banyak dan mudah ditemukan di desa Sido mukti.
Masyarakat desa Sido Mukti menganggap hal ini adalah terobosan baru dilihat dari perkebunan kelapa sawit yang luas sehingga pelepah sawit pun banyak yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat. Masyarakat berharap briket dari pelepah sawit ini dapat menjadi produk yang bernilai jual tinggi dan menjadi salah satu komoditas ekspor seperti briket dari tempurung kelapa.(km3)

Check Also

Pemkab Inhu Permudah  Transaksi Melalui Aplikasi “Bela Pengadaan”

Bupati : Pemerintah Perlu Memberikan Kesempatan Pada Pelaku Usaha Mikro Kecil    INHU (Khabarmetro.com)– Untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *