Sabtu , 31 Juli 2021

Lari Diatas Tual Sagu, Kadis Disparpora: Akan Kita Adakan Bulan Oktober

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), Rizki Hidayat.

 

MERANTI (Khabarmetro.com) – Lari Diatas Tual Sagu merupakan salah satu tradisi unik berasal dari masyarakat Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Hal unik tersebut terlihat dari cara masyarakat menghitung tual (potongan batang sagu) yang sudah diikat dan direndam di sungai dengan jumlah yang banyak. Sebelum tual sagu dibawa kerumah produksi, masyarakat berlari diantara potongan-potongan tual sagu untuk mepercepat perhitungan.

“Hal ini kita anggap di anggap unik. Uniknya cara masyarakat menghitung atau cara perhitungan secara cepat, dengan cara berlari diatas tual sagu,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), Rizki Hidayat S STP, M Si, Selasa (15/06/2021).

Ia mengatakan, Tradisi lari diatas tual sagu itu mendapat respon positif dari wisatawan maupun Wisman manca negara. Pasalnya beberapa tahun lalu dengan diadakan pegelaran Musik Jazz tingkat internasional, tradisi itu menuai banyak pujian dari peserta musik jazz manca negara tersebut.

“Ada beberapa musisi-musisi dunia yang hadir seperti dari Amerika, Jerman, Australia dan China, dan kita mendapat respon positif dari mereka beberapa kali kita undang dan mereka selalu hadir,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengukapkan tradisi yang berasal dari Desa Bokor tersebut juga mendapat perhatian khusus dari provinsi bahkan ke tingkat nasional. Hingga pada tahun 2019 Lari Diatas Tual Sagu masuk nominasi Anugrah Pesona Indonesia (API).

Selain Masuk Event Kalender Kabupaten Kepulauan Meranti, lari diatas tual juga masuk Event Kalender Provinsi Riau. Tak sampai disitu, Setelah dinobatkan juara 2 Anugrah Pesona Indonesia (API) tingkat nasional, otomatis menjadikan lari diatas tual sagu masuk Event Parawisata di Kemenparekraf (Kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif).

Hal tersebut tentunya didasari bahwa Kabupaten termuda di Provinsi Riau ini merupakan salah satu penghasil sagu terbesar didunia. Oleh karena itu, pihaknya ingin pegelaran ini tetap di laksanakan agar menarik perhatian wisatawan dan Wisman manca negara.

“Untuk tahun ini kita akan adakan pada bulan Oktober nanti. Kita akan undang kembali, karena kita akan adakan musik World juga sebagai daya tarik, baik dari pencinta Musik Jazz maupun wisatawan yang mencitai hobi-hobi unik di indonesia,” pungkas. (Rn)

Check Also

KPU Inhu Hibahkan APD Kepada Pemda Inhu

PEMATANGREBA (Khabarmetro.com)–  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) hibahkan Barang Milik Negara (BMN) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *