Kamis , 24 Juni 2021

Kisah Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri Selama 14 Hari

Sempat Putus Asa

SETELAH dinyatakan positif Covid-19 pada awal Desember 2020 lalu, Ridwan seorang warga Kota Pekanbaru langsung melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di Gedung Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Riau atas saran dari teman kerjanya.

”Alhamdulillah, selama isolasi mandiri di Gedung LPMP Riau, selalu dipantau oleh petugas, kami setiap harinya di video call dan juga dilakukakn pemeriksaan kesehatan,” kata Ridwan kepada wartawan, Selasa (22/12).

Ridwan menambahkan, saat awal masuk ke gedung isolasi mandiri tampak petugas langsung berupaya untuk berkoordinasi dengan pihak Puskesmas yang sesuai dengan alamat rumahnya. ”Saat kami baru saja dinyatakan positif, tracing contact langsung ditanyakan oleh petugas. Kami ditanya pernah kontak sama siapa saja, melakukan aktivitas di mana dan lainnya, hingga melakukan perjalanan kemana saja, ungkap Ridwan yang kini telah keluar dari Gedung isolasi mandiri semenjak beberapa hari lalu.

Saat terkonfirmasi positif virus corona, Ridwan yang memang sebelumnya mengalami panas tubuh atau mendemam atas saran dari temannya untuk segera melakukan tes Swab PCR. Dari awal disaat ia terjangkit demam, Ridwan telah melakukan isolasi di kamar kosnya hingga lebih kurang tujuh hari.

”Saya merasa ada beban tanggung jawab pribadi jika sakit, saat itu saya berusaha untuk tidak ke luar rumah maupun ke tempat keramaian. Saya merasa takut dan bersalah jika nantinya saya dinyatakan positif Covid-19 maka akan banyak penularannya,” katanya.

Ridwan bersyukur bisa melakukan isolasi mandiri di kos terlebih dahulu sebelum dirinya dinyatakan terkonfirmasi positif. Namun, ia menceritakan saat awal dinyatakan terkonfirmasi, ia sempat berputus asa dan takut akan biaya isolasi mandiri tersebut, apalagi ia tinggal di kos sendiri.

”Karena kebutuhan, saya tidak bisa menjalani isolasi mandiri di rumah, atas saran teman untuk melakukan isolasi mandiri yang telah disediakan oleh Pemerintah Provinsi Riau selama 14 hari,” ujarnya.

Selama di sana, Ridwan mengaku mendapatkan fasilitas yang baik dan bisa menciptakan gaya hidup sehat serta taat protokol kesehatan yang ketat sesuai anjuran pemerintah saat ini.

”Setiap pagi kami dianjurkan untuk olahraga ringan dan berjemur, siangnya kami diarahkan untuk istirahat oleh petugas kesehatan. Kami selalu dipantau melalui HP, dipantau suhu tubuhnya, kemudian juga diingatkan untuk minum vitamin setiap harinya,” kata Ridwan.

Ridwan mengaku, memang pada awal ia dinyatakan positif ada rasa terkejut dan tidak yakin. Ia sedikit mengalami putus asa dan pasrah kepada Allah, namun dengan tekad serta semangat dari teman-teman sekelilingnya, Ridwan merasa mempunyai semangat hidup kuat dan pantang menyerah selama menjalani isolasi mandiri tersebut.

”Kami berpikir seperti yang ada diberitakan, tidak bisa berkativitas dan hanya mengurung diri saja. Tapi kami bersyukur selama isolasi di Gedung LPMP Riau tersebut kami mendapatkan fasilitas yang baik dan selalu dipantau oleh petugas kesehatan dengan ramah,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Ridwan sudah pulih dan seperti sedia kala, ia sudah bisa beraktifitas seperti biasa dan kembali bekerja. Ridwan merasa dirinya telah benar-benar fit dan dapat merasakan kenikmatan hidup yang sesungguhnya.

Ia merasa senang dan berterimakasih atas kerjasama yang dilakukan petugas kesehatan selama berada di LPMP sampai ia sembuh. (jel)

=

Check Also

Bupati Sukiman Paparkan Strategi Pembangunan di Sidang Paripurna Dewan

  PASIRPENGARAIAN (Khabarmetro.com)– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rokan Hulu (Rohul) gelar Paripurna dalam rangka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *