Minggu , 26 Juni 2022

Ketika PLTGU ‘Impossible’ Itu Diresmikan

Kini Menjadi Buah Tangan di Penghujung Masa Jabatan Firdaus-Ayat

PEMBANGKIT  Listrik Tenaga Gas Uap (LPTGU) berkapasitas 275 Megawatt di Kawasan Industri Tenayan (KIT) Pekanbaru, Riau, Kamis (12/5/2022) resmi beroperasi.

Di tengah haru biru diresmikannya pembangkit listrik berbahan bakar gas dan uap yang akan mengaliri kebutuhan listrik di Provinsi Riau dan jaringan interkoneksi PLN di wilayah Sumatera-Bangka Belitung itu, seorang pria berkemeja merah bernama Agus Mulyono langsung menghampiri dan memeluk Wali Kota Pekanbaru, Dr H Firdaus ST, MT.

”Pak Wali, terima kasih… terima kasih karena sudah membantu berdirinya PLTGU di Tenayan Raya ini,” ungkap pria yang tak lain merupakan salah seorang petinggi Medco Power Indonesia.

”Kalau tidak karena pak Wali Kota, dukungan dan kemudahan yang diberikan, tentu tidak mudah PLTGU ini,” ungkap Agus yang kala itu didampingi Head of Corporate Counsel PT. MPI Ibnu Nurzaman.

Dia mengenang masa dimana awal-awal sekali rencana pendirian PLTGU 275 Megawatt tersebut.

”Ide awal berdirinya PLTGU ini dari usulan Pak Wali. Berkasnya kami dapati di Kementerian.Karena itulah, setelah memenangkan tender, kami bergegas ke Pekanbaru bertemu Wali Kota untuk memastikan lokasi yang tepat untuk pendirian,” imbuh dia lagi.

Dan ternyata sambutan yang diberikan juga sungguh luar biasa. Pak Wali langsung mengarahkan ke Kawasan Industri Tenayan ini.

”Proses perizinannya semua dipermudah, tidak ada kendala dalam perizinan. Lokasinya juga cocok dan strategis dan yang penting aman, tidak ada gangguan selama pelaksanaan pembangunan PLTGU ini,” ungkap dia yang dibenarkan Ibnu.

Atas semua dukungan dan kemudahan itu, Medco menyampaikan terima kasih kepada Pemko Pekanbaru.

Pada kesempatan itu juga, Wali Kota Pekanbaru juga menghaturkan terima kasih dan selamat atas beroperasinya PLTGU 275 Megawatt tersebut.

Semoga kehadiran PLTGU ini bisa membantu mendukung kebutuhan energi listrik nasional, dan tentunya ikut membantu pada pertumbuhan ekonomi kawasan, di Riau, khususnya di Kota Pekanbaru.

Latar Belakang Berdirinya PLTGU 275

PLTGU 275 di Kawasan Industri Tenayan (KIT) Pekanbaru merupakan satu dari dua pembangkit yang berdiri di Tenayan Raya.

PLTGU ini pertama sekali usulannya diajukan Wali Kota Pekanbaru pada tahun 2014.

Pada saat itu, kondisi kelistrikan di Riau memang masih sering hidup mati dan itu menjadi salah satu kendala dalam pertumbuhan ekonomi wilayah.

Karena itulah, saat itu, Wali Kota Pekanbaru Dr Firdaus mencoba mencari strategi untuk bisa mengatasi masalah kelistrikan ini.

”Suasana awal pengusulannya memang kondisi kelistrikan kita di Riau, dan khususnya Pekanbaru masih sering hidup mati,” ungkap Wali Kota.

Sementara, pada saat yang bersamaan, pemerintah provinsi juga sedang membangun pembangkit listrik PLTG juga di Tenayan Raya.

Karena itulah, pada saat pertama sekali mengusulkan itu, sempat banyak yang mengatakan kalau keinginan mengajukan pembangkit baru kepada pemerintah adalah sesuatu yang impossible, tak masuk di akal.

”Pada waktu itu, kita tak menyerah, kita berpikir maju terus, karena saya tahun jalannya bagaimana dulu mengajukan usulan pembangkit ini,” kenang Firdaus.

Karena itulah, lanjut Wali Kota, dia pun menemui sejumlah stake holder untuk membahas persoalan ini.Pertama sekali saya bertemu dengan perwakilan Perusahaan Gas Negara dan PT PLN Wilayah Riau.

Dari sana, kemudian dirancanglah skema untuk mengajuan usulan kelistrikan di wilayah Riau yang menjadi cikal bakal usulan PLTGU saat Tahap I yang mulai beroperasi saat ini.

”Kita berani mengajukan karena kebetulan saya juga ikut dalam sejumlah pembahasan pembangunan PLTU oleh Gubernur sebelumnya, sehingga kemudian kita ajukan proposalnya kepada Kementerian ESDM,” kata dia.

”Alhamdulillah, pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, lahir program peningkatan 35.000 Wegawatt kelistrikan nasional,” kata dia.

Dijelaskan Firdaus, sebenarnya ada dua skema pembangunan pembangkit yang diberikan sebagai opsi oleh pemerintah. Yakni oleh pemerintah serta kedua full investasi oleh swasta.

Saat itu juga, proposal yang pernah kita ajukan ternyata masuk dalam proyek pembangunan kelistrikan 35.000 megawatt dengan skema full investasi.

Pasca tender di pusat (Kementerian ESDM), akhirnya terpilihlah PT Medco Power Indonesia sebagai pemenang dan menjadi pelaksana pembangunan PLTGU ini bekerja sama dengan RATCH Energy.

”Pasca pengumuman inilah, sebut Firdaus, pihak Medco beberapa kali melakukan koordinasi dengan Pemko Pekanbaru, saat itu tim Pemko dipimpin Pak Dedy Gusriadi,” ungkap Firdaus.

”Sebagai daerah yang sedang bertumbuh dan punya visi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera, tentu kita sangat menyambut berdirinya PLTGU ini. Karena, diharapkan bisa mengatasi persoalan kelistrikan yang masih sering terjadi saat itu,” kenang Firdaus.

Selain itu, sambung dia, saat itu, Pemko juga sudah mempunyai program untuk pengembangan kawasan industri yang saat ini dikenal sebagai Kawasan Industri Tenayan (KIT).

”Bapak Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke Pekanbaru saat peresmian Tol Pekanbaru-Dumai sempat beberapa kali menanyakan perihal keberadaan KIT ini dan akses yang sudah dimiliki baik kelistrikan maupun akses ke pintu tol. Beliau berharap akses ke kawasan strategis pertumbuhan ekonomi baru ini bisa lebih terbuka dan tercukupi untuk memenuhi kebutuhan investasi maupun pengembangan kawasan,” ungkan Firdaus.

Bagi Pemko, sebut Firdaus, KIT ini adalah lokomotif perekonomian yang diharapkan bisa menjadi pusat pertumbuhan kawasan baru di Pekanbaru khususnya.

Karena itulah, sebut Firdaus, dia pun langsung membuka diri untuk pembangunan PLTGU ini di Tenayan Raya kepada perwakilan Medco Power saat itu. ”Disana saya beberapa kali bertemu pak Agus. Beliau termasuk petinggi di Medco Power,” kata Wali Kota.

 

Saat itu, sebut Firdaus, Pemko berasumsi, untuk bisa menyembangkan KIT, Pekanbaru membutuhkan pasokan ketenagalistrikan yang tidak kecil.

”Kita ingin mendorong industri masuk ke KIT, tentu harus didukung infrastruktur yang baik, jalan kelistrikan dan air bersih. Ketika Medco datang, kita langsung tawarkan di Tenayan Raya. Setelah beberapa kali survei lapangan, akhirnya disepakati pendirian pembangkit di Tenayan Raya, Ya, di KIT inilah,” kenang Firdaus.

Langkah ini semakin membulatkan optimisme Pemko Pekanbaru, karena,beberapa tahun setelahnya, Pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo juga memasukkan KIT sebagai salah satu dari program strategis nasional untuk perekonomian baru di Sumatera.

”KIT ini proyek strategis nasional. Untuk daya dukungnya, pemerintah harus mempersiapkan infrastruktur termasuk kelistrikan. Sudah ada beberapa investor yang akan masuk tahun depan, sudah banyak juga yang menyatakan minat untuk industri hilir Crude Palm Oil (CPO),” ungkap Firdaus.

Sesuai dengan visi kota investasi yang dikembangkan, ketenagalistrikan menjadi hal yang penting.

Selain itu, Firdaus juga mengungkapkan Pemko Pekanbaru perlu mempersiapkan dukungan ketenagalistrikan untuk mendorong percepatan pembangunan di Tenayan Raya.

”Kantor pemerintahan, kawasan industri adalah lokomotifnya. Saat ini di sekitar Tenayan ini sudah tumbuh kawasan pemukiman dan akan ada peruntukan lainnya, termasuk untuk perkembangan Kota Pekanbaru dan kawasan Metropolitan PEKANSIKAWAN. Karena itulah, usulan ini kita segerakan. Sebelum masa jabatan berakhir, kita ajukan. Proposalnya juga sudah kita siapkan,” optimis dia

Setelah 2,5 tahun dalam proses pengerjaan, akhirnya PLTGU yang dikelola mengandalkan gas dan pasokan uap ini pun selesai dikerjakan.

”Saya mengucapkan selamat kepada Medco Ratch Power Riau dengan beroperasinya PLTGU ini. Semoga bisa mendukung pemenuhan keburutan pasokan listrik di wilayah Riau dan interkoneksi Sumatera, Bangka Belitung,” ungkap Wali Kota.

Diresmikan Menteri ESDM

Tepat pada Kamis (12/5/2022), Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (LPTGU) berkapasitas 275 Megawatt di Kawasan Industri Tenayan (KIT) Pekanbaru, Riau, resmi beroperasi.

Peresmian pembangkit berbahan bakar gas dan uap yang akan mengaliri kebutuhan listrik di Provinsi Riau dan jaringan interkoneksi PLN di wilayah Sumatera-Bangka Belitung itu dilakukan oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif juga Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, juga petinggi Medco Power, di antaranya Direktur Utama PT Medco Energi Internasional Tbk, Hilmi Panigoro dan Presiden Direktur PT Medco Power Indonesia Eka Satria.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menyebutkan, Pengoperasian pembangkit baru ini juga bakal memperkuat pasokan listrik di Sumatera, khususnya di Riau.

Dengan beroperasinya PLTGU Riau, daya mampu sistem kelistrikan Sumatera bakal meningkat menjadi 7.266 MW dengan beban puncak mencapai 6.823 MW. Sehingga, cadangan sistem kelistrikan Sumatera menjadi 443 MW.

Arifin juga menjelaskan, dengan kehadiran pembangkit listrik ini, diharapkan bisa memacu pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Dengan listrik yang andal, diharapkan dapat menarik investor sehingga bisa mendorong tumbuhnya industri menengah dan besar di Sumatera ini,” ungkap Arifin.

Arifin juga berharap, kehadiran fasilitas ini bukan saja bisa dimanfaatkan, namun juga hendaknya dijaga dengan baik, sehingga bisa bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan energi kelistrikan di Sumatera, khsususnya di Riau.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam penjelasannya mengatakan, beroperasinya pembangkit yang masuk dalam proyek 35.000 MW ini menjadi bukti keberhasilan kolaborasi strategis antara PLN dengan produsen listrik swasta (Independent Power Producer/IPP).

Darmawan juga menjelaskan, kehadiran PLTGU ini menjadi capaian bersama di tengah tantangan kenaikan harga gas internasional yang sudah sampai USD 30, sementara di dalam negeri untuk operasional pembangkit hanya USD 4 saja.

Dengan berbagai inovasi, saat ini, kata dia, PLN bisa menekan Biaya Pokok Penyediaan listrik jadi lebih murah hingga 6 sen, dari rerata di subsistem Riau 8 sen.

Darmawan juga sempat menyinggung kehadiran sejumlah industri baru di sekitar ruas tol Trans Sumatera dan Jawa yang terjadi saat ini.

Kehadiran industri tersebut meningkatkan kapasitas kebutuhan kelistrikan di sejumlah wilayah di Indonesia.

Karena itulah, sebut dia, bagi PLN, ini menjadi tantangan untuk bisa memberikan pemenuhan kebutuhan pasokan listrik yang ada.

Dengan beroperasinya PLTGU di Pekanbaru, Riau ini , Darmawan juga mengatakan pihaknya siap untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam upaya mendukung pembangunan ekonomi baru, termasuk industri.

Bersamaan dengan peresmian PLTGU 275 Megawatt di Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau, Wali Kota Pekanbaru DR Firdaus, ST, MT juga mengaku dia sudah mengajukan usulan untuk pembangunan pembangikit masih di Tenayan Raya.

”Ya, tadi saya sudah sampaikan keinginan kita kepada Pak Menteri juga Dirjen Kenegalistrikan untuk bisa dibangunkan pembangkit kedua,” ungkap Firdaus.

Dijelaskan dia, usulan untuk membangun pembangkit baru ini disampaikan mengingat, PLTGU Riau I saat ini diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan energi kelistrikan di wilayah Riau, juga jaringan interkoneksi PLN Sumatera juga Bangka-Belitung.

Firdaus yang menjadi penggagas pembangunan PLTGU Riau I di Kawasan Industri Tenayan itu menyebutkan, pihaknya kembali mengajukan usulan untuk membangun pembangkit lagi sebagai langkah antisipasi pengembangan KIT yang kini juga menjadi salah satu dari program strategis nasional untuk pembangunan kawasan ekonomi baru di Wilayah Riau.

”Awalnya kan, pada tahun 2014, PLTGU yang diresmikan ini kita usulkan salah satunya untuk mendukung beroperasinya KIT ini. Dengan difungsikan mendukung kelistrikan di Riau dan jaringan interkoneksi PLN Sumatera- Bangka Belitung, kita perlu antisipasi untuk kebutuhan KIT,” kata Firdaus.

”Kepada Pak Menteri ESDM, dalam diskusi tadi saya sudah sampaikan, beliau mendukung. Begitu pun pak Dirjen (ketenagalistrikan,red) juga membuka diri untuk usulan baru,dan menunggu proposalnya,” ungkap Firdaus.

”Tadi Pak Dirjen juga sampaikan kepada saya, untuk usulan terbaru, perlu ditegaskan tentang market yang jelas dari pemanfaatkan energi listrik yang akan dibangun. Jadi Insya Allah dalam beberapa hari ini, kita akan kirim proposalnya ke kementerian,” ungkap Firdaus.

Dijelaskan Firdaus, usulan pembangunan pembangkit listrik baru ini adalah bagian dari upaya antisipasi Pemerintah Kota Pekanbaru terkait dukungan kelistrikan di Kawasan Industri Tenayan.

”KIT ini proyek strategis nasional, luasnya berkisar 3.100-an hektare. Untuk daya dukungnya, pemerintah harus mempersiapkan infrastruktur termasuk kelistrikan. Apalagi sudah ada beberapa investor yang akan masuk tahun depan, sudah banyak juga yang menyatakan minat untuk industri hilir Crude Palm Oil (CPO),” ungkap Firdaus.

Sesuai dengan visi kota investasi yang dikembangkan, ketenagalistrikan menjadi hal yang penting.

Selain itu, Firdaus juga mengungkapkan Pemko Pekanbaru perlu mempersiapkan dukungan ketenagalistrikan untuk mendorong percepatan pembangunan di Tenayan Raya.

”Kantor pemerintahan, kawasan industri adalah lokomotifnya. Saat ini di sekitar Tenayan ini sudah tumbuh kawasan pemukiman dan akan ada peruntukan lainnya, termasuk untuk perkembangan Kota Pekanbaru dan kawasan Metropolitan PEKANSIKAWAN. Karena itulah, usulan ini kita segerakan. Sebelum masa jabatan berakhir, kita ajukan. Proposalnya juga sudah kita siapkan,” optimis dia.

PLTGU Riau I di Tenayan Raya adalah proyek kelistrikan dengan sumber pembiayaan full investasi swasta dengan nilai investasi berkisar 290 juta US dolar atau berkisar Rp4,5 triliun.

Proyek kelistrikan tersebut tentu saja tidak mungkin bisa dibangun dengan hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah.

”APBD kita hanya mampu menstimulus sebesar 10 persen dari kebutuhan anggaran pembangunan di daerah. Karena itulah, kita berharap proyek-proyek pembangkit seperti ini bisa terus dikembangkan untuk mendukung tumbuh kembang daerah, khususnya di kawasan strategis yang ada,” kata dia.

”Keunggulan kita adalah, kita terbuka untuk investasi dan siap untuk memberikan pelayanan dan kemudahan untuk investasi,” kata dia.(*)

 

Check Also

Buntut Sengketa Lahan, Kelompok Tani Desa Dompas dan Batang Duku Tutup Aktifitas Perusahaan Sawit SDA

BUKIT BATU (khabarmetro.com)- Kelompok Tani Aliansi Desa Dompas bersama Kelompok Tani Batang Duku Kecamatan Bukit …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.