Minggu , 5 Desember 2021

Kembali Mencuat, Dugaan Penggelapan Dana Gapoktan Rp100 Juta di Desa Batupapan Inhu

Laisa: Coba Tanyakan ke Roni Fasla, juga Mantan Kades

Mantan Kades Batupapan Laisa

 

BATANGCENAKU (Khabarmetro.com)– Masyarakat Desa Batupapan Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) kembali mempertanyakan, dimana keberadaan dana bantuan yang bersumber dari APBN tahun 2013. Dana ini diperuntukkan untuk Gapoktan yang ada di desa tersebut. Besarnya dana ini mencapai Rp100 juta.

Masyarakat sebelumnya menduga, ahwa dana Gapoktan Rp100 juta tersebut ditilap oleh mantan kepala desa (Kades) Batupapan, Laisa SM bersama Sekdes Batuppan kala itu, Roni Fasla.

Mantan Sekdes yang juga mantan Kades Batupapan Roni Fasla

 

Menurut informasi dari masyarakat, dugaan penilapan dana Gapoktan tersebut sudah dilaporkan oleh Laisa,
setelah banyak pertanyaan warga tentang dana tersebut, ke pihak Polres Inhu pada September 2020 lalu. Namun hingga kini belum ada tindak lanjutnya.

Mantan Kades Batupapan, Laisa SM dikonfirmasi membenarkan jika ia telah membuat laporan resmi ke Mapolres Inhu tentang dugaan korupsi di desanya.

“Ya. Saya waktu itu nekat melaporkan kasus tersebut, setelah banyak pertanyaan warga tentang dana tersebut. Dan, kini masyarakat kembali mengungkit-ungkit di mana keberadaan dana itu,” ucap Laisa, Selasa (18/5/2021).

Dijelaskannya, semasa ia menjabat Kades Batupapan, ada bantuan dana dari APBN yang diperuntukkan untuk kelompok tani. Dana tersebut dicairkan untuk program usaha agrobisnis pedesaan (PUAP). Di mana dana tersebut akan digulirkan untuk anggota kelompok tani dalam menunjang usahanya.

Waktu itu, lanjut Laisa, terkait dana itu ia pernah mengusulkan agar digulirkan secara swakelola untuk kesejahteraan masyarakat, seperti halnya pembelian alat-alat pertanian dan juga beraneka bibit buah-buahan.

“Namun dana itu gagal digulirkan oleh Roni Fasla, yang pada saat itu menjabat sebagai Sekdes sekaligus merangkap sebagai sekretaris Gapoktan Metal Jaya,” ungkap Laisa.

Untuk itu, Laisa berharap masyarakat jangan hanya menuding dana itu ia yang telah menilapnya. Akan tetapi mempertanyakan terkait keberadaan dana itu ke Roni Fasla.

“Ini jadi beban saya, karena waktu itu saya yang jadi komandan di desa ini. Coba tanyakan ke Roni Fasla, yang kini juga mantan Kades Batupapan yang baru usai masa jabatannya belum lama ini,” pintanya.

Diungkapkan Laisa lagi, jika kuat dugaan dana itu dicairkan pada tahun 2016 lalu oleh Roni Fasla, sewaktu Roni menjabat selaku Kepala Desa Batupapan.

“Pasti dana itu sudah dicairkan olehnya secara diam-diam,” sebut Laisa.

Selain itu, terkait laporannya ke Polres Inhu, ia berharap dari pihak penyidik segera menindaklanjuti laporannya itu agar masalah ini segera terang benderang. Agar juga nama baiknya ditengah masyarakat tidak lagi dicap miring sebagai penikmat dana Gapoktan tersebut.

Terkait hal ini, Mantan Kades Batupapan Roni Fasla hingga berita ini dimuat belum bisa dihubungi melalui nomor 0823-8131-8xxx dan 0822-8357-3xxx karena nomor tersebut sedang tidak aktif atau diluar jangkauan.(har)

 

 

Check Also

Peringati Hari Disabilitas Internasional, Ini Dia Kegiatan yang Ditaja Dinsos Riau

Setelah Lama Tertunda, Lomba dan Pelepas Dahaga Dinas Sosial Riau mengadakan aneka perlombaan sempena Hari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *