Minggu , 5 Desember 2021

Kembali ke Puncak Kompe, Nominator 50 Desa Wisata di Indonesia

Nikmat Keindahan Alam Kampar yang Memikat

Pengunjung abadikan foto di puncak.

 

Laporan KHAIRUL AMRI, Kampar amrik4551@gmail.com

Belum punya rencana weekEnd yang pasti? Tak ada salahnya merencanakan ke destinasi ini, tempat wisata “Puncak Kompe” di Jalan lintas Riau Sumbar, Desa Koto Masjid Kecamatan XIII Kota Kampar.

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga S Uno, sangaja hadir langsung ke Puncak Kompe, Ahad (12/9/2021). Ia hadir melihat langsung dari dekat, sekaligus rangkaian penjurian 50 Desa Wisata terbaik se Indonesia. Nah, destinasi wisata ini masuk salah satu nominatornya.

Sebulan berselang, saya penasaran dan sangat ingin kembali lagi ke tempat ini. Akhirnya, Sabtu (16/10/2021) direncanakan perjalan wisata ke sini bersama keluarga.

Dari Pekanbaru, jika ditempuh dengan mobil, perlu waktu kurang dari 2 jam untuk sampai ke sini. Lokasinya persis di tepi jalan lintas Riau ke Sumatera Barat. Kalau yang pernah ke lokasi wisata Ulu Kasok, posisi Puncak Kompe pas bersebelahan.

Tak sulit untuk sampai ke puncak. Jalan tanah ke puncak, sebagian besar sudah di semen. Begitu tiba di pintu masuk, ada pos penjualan karcis. Cukup bayar Rp15 ribu per kepala, tamu sudah bisa naik ke puncak.

“Karcisnya Rp15 ribu saja, Pak per orang. Sudah termasuk parkir mobil. Total Rp45 ribu,” kata penjaga pos karcis. Setelah menerima tiga lembar karcis, mobil saya langsung tancap gas ke puncak.

Jam di tangan baru menunjuk pukul 10.45 wib. Masih pagi. Belum terlalu ramai pengunjung. Mobil diarahkan ke tempat parkir khusus mobil. Lokasi parkirnya cukup luas dan bagus. Sedang parkir motor, dikhususkan pula. Ini membuat lahan parkir tidak semrawut.

Turun dari mobil, mata saya langsung dimanjakan oleh pemandangan alami khas di puncak. Dari sini, saya bisa melihat aspal hitam di jalan lintas. Hijaunya pepohonan, dilihat dari puncak sangat menawan. Indahnya alam ciptaan Allah SWT, membuat mata tak lelah, hati senang dan tubuh kembali fresh.

Ada kios/kedai tempat berjualan makan dan minuman di sini. Banyak pilihan makan dan minum yang bisa dinikmati pengunjung. Saya dan keluarga, selalu senang minum air kelapa muda. Pokoknya, khas lokasi wisata. Ads juga mie rebus dan banyak pilihan makan ringan. Intinya, selama di sini dijamin perut tak akan kelaparan.

Tak sabar, akhirnya saya dan keluarga langsung ke spot utama. Banyak juga tamu yang sudah berkumpul di spot ini. Dari sini, semua pengunjung bisa melihat keindahan alam, tumpukan beberapa daratan yang berbentuk pulau di bawah sana. Bentangan sungai/danau yang luas, semakin memanjakan mata pengunjung.

Tak perlu khawatir atau takut ketinggian. Karena pengelola sudah menyiapkan spot foto yang aman buat pengunjung. Ketika berada di spot ini, kita akan merasakan benar-benar berada di puncak alam. Kesempatan foto-foto dan selfie pun tak boleh dilewatkan. Momen indah ini tak boleh dilewatkan.

Selain melihat keindahan alam, kita pun bisa memilih spot khusus foto. Di sini ada jalan khusus, yang berbentuk lorong terbuka dihiasi dengan pilar berwarna putih. Kerennya, ada tulisan “Puncak Kompe” di depan lorong itu. Sehingga, setiap pengunjung yang foto-foto di sini, pasti senang dan bisa langsung tahu, mereka sudah sampai ke lokasi wisata puncak itu.

Turun sedikit ke bawah, ada beberapa anak tangga, sudah disiapkan pula spot khusus foto dengan latar utama payung terbang. Banyak sekali payung yang digantung di sini. Para pengunjung bisa abadikan foto-foto di sini, ala-ala sedang berada di taman berpayung. Indah sekali, dan menawan. Sekali kesini, rasanya kembali ingin kesini lagi. Kalau sendiri, kurang asyik. Mesti bawa keluarga atau rombongan agar momennya lebih seru.

Jasa Foto Amatir, Keren dan Tidak Mahal

Setelah memanjakan mata, saya dan keluarga merasa haus. Kami pun menuju salah satu pojok Puncak Kompe untuk duduk sambil minum air kelapa muda.

Hmmm, segar sekali saat dahaga dapat minum air kelapa muda. Harganya pun tak mengoyak kantong. Cukup merogoh 1 lembaran uang Rp10 ribu, pengunjung sudah minum air kelapa muda dan dahaga pun hilang.

Kalau tiba-tiga ingin ke toilet, tidak perlu risau. Puncak Kompe punya toilet yang bersih dan punya cukup air bersih. Selain itu, juga disediakan tempat salat khusus. Tidak terlalu besar, tetapi bersih dan cocok buat pengunjung yang ingin salat di sini.

Tak hanya itu, kalau igin mengabadikan foto-foto saat berada di puncak, tak perlu repot-repot. Di sini sudah banyak yang standby para fotografer amatir, yang berada dari desa terdekat. Foto ini tidak perlu dicuci, tapi cukup dipindahkan dari kamera DLSR ke hp pengunjung.

Harga per foto tidak mahal, hanyak Rp5 ribu. Malah kalau paket 5 file foto, mereka mau beri diskon 1 foto. Saya coba juga berfoto bersama keluarga. Hasilnya bagus dan tidak mengecewakan. Saya ambil 5 file foto, cukup beri Rp20 ribu dan beri mereka senyum.

Pemandangan alam yang indah. Nyaman dan tenang saat di puncak. Tak perlu khawatir apapun saat di puncak, dan keramahan semua orang di puncak, membuat saya dan keluarga senang. Kapan-kapan, kami akan ke Puncak Kompe lagi. **

 

 

Check Also

Peringati Hari Disabilitas Internasional, Ini Dia Kegiatan yang Ditaja Dinsos Riau

Setelah Lama Tertunda, Lomba dan Pelepas Dahaga Dinas Sosial Riau mengadakan aneka perlombaan sempena Hari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *