Minggu , 5 Desember 2021

Kabar Duka Dari Ketua DPRD Kampar

Ketua DPRD Kampar Muhammad Faisal saat Pelepasan Jenazah sang Mamak di Rumah Duka Sebelum Dikebumikan di Danau Bingkuang Desa Tambang

 

TAMBANG, (Khabarmetro.com)– Maut selalu menjadi misteri Ilahi bagi setiap manusia yang bernyawa. Tak satupun dari kita manusia tahu kapan dan dimana kita akan kembali kepada sang pencipta untuk selamanya.

Hal itu pula yang dialami oleh keluarga besar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kampar, Muhammad Faisal. Paman atau dalam istilah adat Kampar disebut Mamak dari politisi senior Partai Gerindra itu tutup usia pada umur 70 tahun.

Almarhum adalah Khairul Yahya yang bergelar Datuk Jalelo, wafat di salah satu rumah sakit di Pekanbaru, Ahad (21/2/2021) malam akibat sakit yang telah lama almarhum idap. Almarhum dimakamkan di pemakaman suku di Danau Bingkuang Desa Tambang.

Muhammad Faisal yang ikut menyelenggarakan jenazah almarhum menyampaikan rasa berdukacita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ke Rahmatullah, H. Khairul Yahya Datuk Jalelo Pesukuan Melayu Ahad (21/2/2021) malam.

“Semoga keluarga tabah dan ikhlas dan almarhum Datuk kami Husnul Khotimah, Amin Ya Robbal Alamin,” ungkap Faisal, saat dijumpai di sela pemakaman almarhum di Danau Bingkuang, Senin (22/2/2021).

Ketua DPRD Muhmmad Faisal Ikut Menggotong Jenazah Almarhum saat Hendak Disholatkan di Masjid Raya Danau Bingkuang

 

Saat pelepasan jenazah, almarhum yang bergelar Datuk Jalelo juga sekaligus dipindahkan gelar adatnya kepada saudara lelakinya yang lain sebelum dikembumikan.

Sudah menjadi adat di Kampar, setiap almarhum yang meninggal dan ia menyandang gelar adat semisal bergelar Datuk, sebelum yang bersangkutan dimakamkan, terlebih dahulu gelar adat dipindahkan kepada saudara lelaki almarhum yang lain

Biasanya, orang yang akan melanjutkan gelar adat almarhum itu disebut dengan istilah “botuong tumbuo di manto’ atau dipindahkan kepada orang yang benar-benar layak menyandang gelar itu secara silsilah keluarga.

Sebelum dimakamkan, almarhum disholatkan di masjid Raya Danau Bingkuang yang tak jauh dari kediaman almarhum. Terlihat jamaah yang ikut menyolatkan mendiang membludak. Masjid besar itu hampir penuh sesak oleh jamaah.

Diketahui, Selain bergelar Datuok dan Ninik Mamak, almarhum semasa hidup juga berprofesi sebagai pendidik. (naz)

Check Also

Peringati Hari Disabilitas Internasional, Ini Dia Kegiatan yang Ditaja Dinsos Riau

Setelah Lama Tertunda, Lomba dan Pelepas Dahaga Dinas Sosial Riau mengadakan aneka perlombaan sempena Hari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *