Selasa , 19 Oktober 2021

Jubir Covid-19 Riau Sebut Prokes di Riau Kendor, Masyarakat Pertanyakan Prokes Pelaksanaan Vaksin

Kerumunan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di salah satu Hotel di Pekanbaru yang di unggah salah satu Medsos beberapa waktu lalu.

 

PEKANBARU, (Khabarmetro.com)– Juru bicara Satgas Covid-19 Riau, dr Indra Yovi sampaikan penerapan protokol kesehatan kendor dan menurun di Riau. Hal itu terkait meningkatnya pasien terkomfirmasi positif Covid-19 dari cluster keluarga yang terdata berasal dari pesta pernikahan.

Hal ini kata dr Yovi, juga lemahnya perhatian dan pembatasan pada pemberian izin dari pihak terkait yang ada di berbagai kabupaten kota di Riau. Pada hal dalam kondisi pandemi Covid-19 sudah diatur pelaksanaan kegiatan keramaian seperti pesta pernikahan ini. Sehingga ini harus menjadi perhatian kembali agar tidak lagi menimbulkan klaster baru penularan Covid-19.

Namun, pernyataan Juru Bicara Satgas Covid-19 Riau, dr Indra Yovi tersebut, juga mendapat tanggapan dari masyarakat Riau, karena dinilai mengarahkan kesalahan hanya pada masyarakat. Seperti yang disampaikan warga Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Dikatakannya untuk pasien terkomfirmasi positif Covid-19 yang di nyatakan cluster keluarga ini seharusnya tim Satgas Covid-19 Riau tidak lansung memvonis kesalahan masyarakat begitu saja. Karena hal ini juga menimbulkan beban pikiran pada masyarakat.

“Kita baca pemberitaan yang disampaikan Satgas Covid-19 Riau terkait cluster keluarga akibat pesta pernikahan. Apakah memang sudah pasti dari pesta pernikahan itu. Artinya jangan hanya melihat kesalahan pada masyarakat saja, karena masyarakat juga sudah mati-matian menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya Kepada Pekanbaru Pos, Kamis (25/3).

Alasan menanggapi pernyataan Jubir Covid-19 tersebut, karena ia mengatakan dengan berbagai kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan pemerintah. Dimana dari berbagai kegiatan itu juga mengumpulkan orang banyak yang dinilai juga bisa menjadi cluster baru. Diantaranya pelaksanaan vaksinasi Covid-19 massal beberapa waktu lalu, seperti di salah satu Jalan Riau, Pekanbaru yang sempat viral di Medsos karena kerumunan dan desak-desakannya yang juga dinilai rawan penyebaran Covid-19. Sementara vaksinasi sendiri disampaikan tidak menjamin mengatasi penularan.

“Saya juga dapat informasi ini, bahkan pelaksaanaan ini katanya lebih parah lagi desak-desakannya. Jika diantara mereka yang berdesakan ada positif bagaimana. Siapa yang di salahkan,” cetusnya.

“Saat ini masyarakat sudah lelah, karena akibat Covid-19 ini semuanya sudah kacau, baik ekonomi, pedidikan dan lainya. Jadi diharapkan jangan ada lagi momen yang buat masyarakat takut. Masyarakat bukan tidak percaya Covid-19, tapi udah lelah dan putus asa,” tuturnya.

Sementara Kepala Dinas kesehatan, Mimi Yukiani Nazir, sebelumnya mengatakan, jika pasien terkomfirmasi posit Covid-19 dari cluster keluarga ini hasil dari tracking perjalanan pasien yang terdata Satgas dari dari pesta pernikahan.

Sedangkan terkait, pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, ia membantah ada kerumunan, karena selama pelaksanaan vaksin selalu mengedepankan protokol kesehatan. Baik menjaga jarak maupun menggunakan masker, cuci tangan dan lainya.

“Bisa di lihat ke lokasi pelaksanaan, semua kegiatan dilakukan dengan menerapkan Protokol Kesehatan,” tuturnya.(dre)

Check Also

Bupati Rezita Meylani Yopi Serahkan Bantuan kepada Ponpes Al Madani

INHU (khabarmetro.com)–Bupati Indragiri Hulu, Rezita Meylani Yopi menyerahkan secara langsung bantuan Dana dan Al-Qur’an kepada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *