Jumat , 12 Agustus 2022

Jelang 27 Juli, Pemilihan dan Penetapan Rektor Unri

Saiman: Tiga Calon Punya Peluang Sama untuk Menang

Dosen Fisip Unri Saiman Pakpahan.

PEKANBARU (Khabarmetro.com)- Bakal calon Rektor Universitas Riau (Unri), sudah dipilih dan ditetapkan menjadi calon. Dari hasil pemilihan suara senat Unri pada 27 Juni lalu, sudah ditetapkan tiga calon rektor.

Ketiga calon tersebut, antara lain Prof Sri Indarti memperoleh 24 suara, Prof Iwantono dengan perolehan 14 suara dan Dr Deni Efizon memperoleh dukungan 11 suara anggota senat. Pantiia pemilihan rektor (Pilrek) pun langsung menetapkan tiga nama ini menjadi calon.

Melihat komposisi perolehan suara ketiga calon tersebut, dosen Fisip Unri Saiman Pakpahan memberikan analisanya. Menurut dia, ketiga calon rektor ini punya peluang yang sama untuk menjadi Rektor Unri. Nanti untuk dipilih dan ditetapkan pada 27 Juli.

“Tidak ada dari ketiga calon rektor ini yang memperoleh dukungan suara dominan dari senat Unri. Jika ditambahkan dengan 35% suara dari pusat, suara kementerian, peluang ketiganya sama,” kata Saiman.

Total jumlah suara pusat/kementerian yang akan diperebutkan pada nanti, adalah 27 suara. Sedangkan jumlah suara senat Unri 51. Karena ada 1 suara senat tidak bisa memilih lagi, disebabkan anggota senat bersangkutan memasuki masa pensiun. Makanya suara pusat pun berkurang satu, dari 28 menajdi 27.

“Nah, melihat hasil pemilihan pada 27 Juni lalu, kalau kita jumlahkan suara pusat ke perolehan suara ketiga calon rektor tadi, ya peluang menangnya sama. Kita lihat dari perolehan paling bawah. Dr Deni, dapat suara senat 11, jika ditambah 27 suara pusat berjumlah 38 suara. Begitu juga Prof Iwantono, peroleh 14 suara senat. Jika ditambahkan full suara pusat, jumlahnya menjadi 41 suara. Begitu pun Prof Sri Indarti, totalnya menjadi 24 ditambah 27 suara, totalnya 51 suara. Itu artinya, tidak ada satu calonpun yang dominan menang,” jelas Saiman, menganalisa.

Dengan begitu, ketiga calon ini harus berjuang keras untuk meraih suara penuh dari pusat atau kementerian. “Kalau suara pusat itu biasanya, jika tidak full ke satu calon, maka suara itu akan dibagi rata. Nah, tentu para calon ini sedang berjuang keras untuk memperoleh suara full dari pusat. Ya, kita lihat saja nanti, seperti apa pusat akan menempatkan suaranya,” ujar Saiman.

Maka dari itu, bila ada di antara tiga calon ini yang mengaku atau ekspos punya peluang besar dari calon lain, rasanya itu masih sangat prematur. Sebab masing-masing calon rektor, sangat mungkin bahkan bisa diyakini sedang berjuang keras untuk sama-sama mendapat dukungan suara full dari pusat.

Saiman sangat berharap, pusat atau kementerian tidak salah dalam mengambil keputusan. “Sekarang bola itu ada di suara pusat atau kementerian. Harapan kita, dari ketiga calon ini nantinya pusat bisa memberikan suaranya bagi calon yang tepat. Tujuannya tentu satu saja, yakni rektor terpilih dan ditetapkan nanti bisa memajukan Unri ke depan,” harapnya. (Km1/irg)

Check Also

Ini Dia, Kegiatan Mahasiswa Kukerta Unri di Desa Limau Manis Airtiris Kabupaten Kampar

Peduli Stunting, Bagikan Ratusan Salad Buah Gratis Mahasiswa Kukerta Unri saat membagikan salad buah di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.