Jumat , 20 Mei 2022

Hikmah Ramadan (6)

Fitrah

Oleh: Khairul Amri
amrik4551@gmail.com

WAKTU begitu cepat berlalu. Tanpa terasa, baru kemarin kita bergembira menyambut datangnya Ramadan, sekarang sudah di ujung bulan puasa pula. Hampir 1 bulan berjalan, seperti baru kemarin. Sangat cepat.

Selama sebulan ini, banyak peristiwa yang dilalui. Secara pribadi, bersama rekan-rekan kerja, pun bersama keluarga. Momen yang tak biasa terjadi, pada saat Ramadan ini kita jalani. Ada banyak cerita menyertai berlalunya hari-hari selama bulan Ramadan. Itulah seni dan uniknya bulan puasa.

Bayangkan, saat kita harus berpuasa di siang hari. Tidak boleh makan dan minum selama kurang lebih 12 jam, justru kita dituntut untuk tetap produktif. Puasa tidak boleh jadi alasan, membuat produktivitas kita jadi menurun. Justru saat berpuasa itulah, harus lebih bersemangat lagi menjalani rutinitas sehari-hari. Karena di bulan ini, semua yang kita lakukan ikhlas kerena Allah SWT, maka itu akan dinilai sebagai ibadah. Dan, beribadah di bulan Ramadan pahalanya pun akan dilipatgandakan.

Setelah di siang hari berpuasa, malam Ramadan pun wajib diisi dengan ‘qiyamullail’. Melaksanakan salat tarawih yang hanya ada saat Ramadan. Lalu, salat witir. Kemudian kita tadarus Alquran, baik di masjid maupun di rumah sendiri. Setiap Ramadan, sangat dianjurkan, minimal setiap kita bisa mengkhatamkan Alquran satu kali. Jika sanggup, tentu lebih baik lebih dari satu kali khatam.

Di akhir Ramadan, jangan lupa ada kewajiban kita sebagai seorang mukmin yang berpuasa. Yakni membayar zakat fitrah. Ini adalah zakat wajib yang dikeluarkan oleh semua umat Islam, saat bulan Ramadan. Zakat fitrah wajib dibayar, paling lambat sebelum khatib salat Idul Fitri pada 1 Syawal, naik ke atas mimbar untuk berkhutbah.

Kewajiban zakat Fitrah ini sangat menentukan nilai puasa kita, diterima atau tidak oleh Allah SWT. Di beberapa majelis ilmu, Ustadz selalu mengingatkan, bahwa barang siapa yang tidak membayar zakat fitrah ini, maka pahala puasanya tidak akan sampai kepada Allah SWT. Pahala puasa kita itu jadi tekatung-katung antara langit dan bumi. Maka dari itu, jangan sampai lupa pula kita membayarnya. Se afdol-afdol membayar zakat fitrah, adalah saat mendekati Idul Fitri. Tapi, selalu dianjurkan bagi kita agar segera saja dibayar, agar panitia amil zakat dapat segera membagikannya kepada orang yang berhak menerima zakat fitrah.

Fitrah, biasa diartikan dengan ‘suci’. Itulah mengapa kita wajib berzakat fitrah. Agar kita kembali suci, setelah sebulan berpuasa ramadan. Selanjutnya, diikuti dengan Idul Fitri, yang bermakna kembali kepada kesucian. Bagi yang berpuasa sebulan penuh, pasti akan sangat merasakan, betapa senang dan bahagianya ketika takbir di malam Idul Fitri itu dikumandangkan. Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar walillahilhamd.

Lulus ujian satu bulan Ramadan, kita kembali fitrah, yang pada akhirnya akan membawa kita kepada derajat ‘taqwa’. Alquran pun sudah menggariskan secara jelas, bahwa puasa yang kita jalankan sebulan penuh, dengan keimanan, ikhlas hanya karena Allah SWT dan penuh perhitungan, itulah jalan kita meraih prediket taqwa dariNya.

Alquran surat Al-Baqarah ayat 183, menyebutkan: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada kaum sebelum kamu, agar kamu mudah-mudahan meraih prediket taqwa”. Apakah kita tidak mau jadi hamba bertaqwa? Pasti semua kita sangat mengharapkan bisa menyandang prediket tersebut.

Karenanya, manfaatkanlah waktu yang tersisa di Ramadan 1443 H ini. Jangan sampai ramadan ini berlalu begitu saja. Karena kita tidak pernah tahu, apakah akan masih bisa sampai di bulan Ramadan 1444 H mendatang. Tak ada satupun manusia yang bisa memastikan itu, kecuali hanya Allah SWT.

Banyak sekali hikmah datangnya bulan Ramadan. Karena itu, selalulah berdoa kepadaNya, agar diberi kesempatan lagi untuk berjumpa dengan Ramadan tahun mendatang. Karena di bulan ini sajalah kita punya banyak sekali kesempatan untuk meraih pahala dan keridhoanNya. Sarananya banyak. Ganjaran pahalanya pun berlipat ganda.

Akhirnya, jelang Idul Fitri tahun ini, saya mengucapkan selamat berhari raya, maaf lahir dan batin. Taqabbalallahu minnawaminkum taqabball ya karim. Semoga ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT dan kita kembali fitrah serta mendapat prediket taqwa yang sebenar-benarnya. InshaaAllah. **

Artikel ini sudah terbit di Koran Inforiau, Edisi Jumat 29 April 2022.

Check Also

PASTI HARU, PESTA HELAT RAKYAT MELEPAS MASA BAKTI FIRDAUS-AYAT

  PEKANBARU (Khabarmetro.com) – Sejak tahun 2012-2022 Firdaus Ayat memimpin kota Pekanbaru. Tepat, Ahad (22/5/2022), …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.