Rabu , 29 September 2021

Gelar Isra Mikraj, Kadis Kominfotik Riau Doakan Kebaikan Untuk Riau

 

PEKANBARU, (Khabarmetro.com)– Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau menggelar peringatan Isra Mikraj  Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah di Musala Diskominfotik Provinsi Riau, Jumat (12/3).

Kepala Diskominfotik Riau, Chairul Riski menyampaikan dalam rangka memperingati Isra Mikraj 1442 Hijriah sekaligus agenda majelis kajian ilmu di lingkungan Diskominfotik Riau.

“Pengajian rutin ini sudah termasuk keempat kali, termasuk hari ini. Semoga (majelis kajian ilmu agama, red) ini berkelanjutan terus minimal sebulan sekali,” katanya.

Ia juga menuturkan bahwa pelaksanaan isra mikraj ini telah sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. Protokol kesehatan (prokes) ini sebagai salah satu upaya memutuskan penyebaran Covid-19 khususnya di Provinsi Riau.

“Kita maklumi hingga saat ini Covid-19 belum berakhir apalagi sekarang sudah ada virus baru virus Corona B-117 dan juga muncul N439K,” ujar Riski.

Untuk itu, Riski mengajak kepada seluruh pegawai di lingkungan Diskominfotik Provinsi Riau terus menerapkan 4M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Selain itu, ia juga mengingatkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL) khususnya di lingkungan Diskominfotik Provinsi Riau untuk tidak keluar kota karena peringatan hari Isra Mikraj dan Hari Raya Nyepi yang berdekatan.

Peringatan isra mikraj di lingkungan Diskominfotik Provinsi Riau tersebut juga menyajikan ceramah agama yang disampaikan oleh penceramah agama ustaz Yurnalis. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan bahwa setiap hari peringatan-peringatan islam itu berbagai upaya umat muslim untuk berintrospeksi diri.

“Seperti di bulan Ramadhan adanya Nuzulul Quran muhasabah kita sudah sejauh mana kedekatan kita dengan Al Quran,” ujar Yurnalis.

Ia juga menambahkan pada bulan Rajab ini ada peringatan isra mikraj berkaitan dengan sejauh apa upaya sebagai umat muslim memelihara serta menjaga sholat. Ada beberapa hal yang berkaitan dengan sholat itu diantaranya pertama, ada yang salat namun berdosa yaitu sholat di ujung-ujung waktu.

Kedua, sholat tapi dihisab yaitu sholat namun orang yang mengerjakannya tidak paham dengan yang dikerjakannya. Ketiga, sholat tapi menghapus dosa-dosanya yaitu seorang muslim mengerjakan sholat tepat waktu, bacaannya pas namun perilakunya tidak baik.

Keempat, yaitu sholat namun memberikan manfaat yaitu sholat yang dikerjakan di awal waktu,  wudunya sempurna, rukuk dan sujud juga sempurna, serta sholatnya khusyuk.

“Semoga kita termasuk kategori yang keempat ini, kita sholat juga dapat memberikan manfaat,” ungkapnya. Ia mengungkapkan kategori sholat yang terakhir yaitu seorang muslim itu sholat yang salatnya, ia merasa diperhatikan oleh Allah.(dre)

Check Also

Syamsurizal: Jika tak Berbenah PPP Akan Punah

Rapimwil Jalan, Pelantikan Pengurus DPW PPP Ditunda Pengurus DPW PPP Riau periode 2021-2026 di sela-sela …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *