Rabu , 29 September 2021

Gaib, Jangan Pernah Takabur dengan Covid-19

 

(khabarmetro.com)LEBIH Kurang delapan bulan masyarakat, di berbagai daerah diporak porandakan oleh Coronavirus Diease 2019 (Covid-19). Sementara apa itu Covid-19 hingga kini belum satu pun penelitian yang betul-betul bisa memastikan akan jenis virus mematikan ini. Termasuk kapan virus ini akan berakhir dan pergi dari kehidupan masyarakat.

Meskipun saat ini pemerintah sudah menemukan langkah-langkah untuk mengantisipasi penyebaran. Namun masyarakat menyimpulkan jika virus ini merupakan sebuah penyakit gaib yang jauh berbeda dengan penyakit lainya yang boleh dikatakan umum di ketahui masyarakat.

Masyarakat juga merasa aneh dengan virus ini, karena juga bisa hilang dan sembuh sendiri dari pasien yang terinfeksi. Sehingga rasa kekawatiran masyarakat pun teramat dalam ketika mendengar penularan terus menyebar terhadap masyarakat.

Memang, jika di lihat di beberapa daerah, masih banyak masyarakat yang menyepelekan dan lalai dalam pencegahan akan virus Covid-19 ini. Pada hal sudah begitu banyak makan korban yang sampai saat ini terus mengalami peningkatan.

Wabah Covid-19 ini, masyarakat mestinya menyadari situasi dan kondisi yang terjadi. Dan jangan pernah merasa tidak akan terpapar dari penularan, apa lagi sampai takabur kebal akan penularan Covid-19. Karena tidak ada yang bisa menjamin dan menetukan orang bisa kebal dari penularan Covid-19.

Hal itu diungkapkan oleh seorang warga Kota Pekanbaru, Indra Hariadi yang sebelumnya sempat merasakan terkonfirmasi positif Covid-19. Beliau mengingatkan jangan ada yang takabur dengan Covid-19 ini. Karena tak ada yang tau kapan virus ini datang dan pergi dari tubuh manusia.

Termasuk dirinya sendiri yang sebelumnya tidak menduga akan terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa merasakan gejala yang begitu berat dan hanya seperti penyakit ringan biasa yang selama ini biasa dialami. Seperti radang tenggorokan, batuk dan demam ringan.

”Saya sama sekali tidak menduga terkomfirmasi positif Covid-19. Tapi itulah kenyataannya yang tidak bisa dianggap spele. Apalagi dampaknya juga buruk pada kesehatan kita,” katanya, Kamis (3/12).
Untuk penularan, ia mengaku juga tidak bisa memprediksi berasal dari siapa dan dari mana. Karena, sesuai antisipasi, ia sudah cukup berupaya untuk pencegahan sesuai yang diimbaukan pemerintah. Namun buktinya masih saja tertular.

Untuk itu ia, juga menyarankan kepada masyarakat jika untuk Covid-19 ini jangan pernah melalaikan protokol kesehatan (Prokes) maupun penerapkan 3M sesuai yang disampaikan pemerintah. Karena saat ini, itulah cara bisa terhindar dari Covid-19.

Mungkin yang tak peduli dengan Prokes maupun penerapan 3M, masih faktor keberuntung tidak tertular. Tapi hal itu juga tidak bisa dijamin atau diterka dan memastikan mereka betul-betul bebas dari Covid-19. Bisa saja yang mungkin daya tahan tubuh mereka cukup bagus.

”Untuk itu, mari sama-sama kita lawan Covid-19 ini agar bisa segera berakhir. Karena dampak Covid-19 ini mungkin semua kita juga sudah merasakan. Terutama pada perekonomian,” ujarnya

Disisi lain, salah seorang tokoh masyarakat Riau, H Misran Syamsudin SAg juga tidak membantah jika virus corona ini juga merupakan sebuah penyakit gaib yang tidak bisa dikenali sesuai logika masyarakat layaknya penyakit lain yang selama ini diketahui masyarakat. Sehingga wajar saja jika jika masyarakat menyimpulkan melawan Covid-19 sama melawan hantu di dunia nyata.

Kendati demikian, ia juga tidak membantah jika wabah Covid-19 itu bisa dilawan. Buktinya dengan menghindari pantangan masyarakat tetap bisa aman dari penularan.

”Jadi kuncinya kembali kepada kita, dan sama-sama ikhtiar untuk bisa mencegah. Karena untuk wabah suatu penyakit itu pasti ada obatnya dan itu juga ada dan sesuai dengan ajaran dalam agama Islam,” ujarnya.

Selain itu, katanya, wabah Covid-19 dijadikan sebagai pengalaman berharga bagi masyarakat kedepan dalam sebuah keyakinan akan hal yang tidak mungkin. Terutama atas kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.

”Secara tidak langsung Covid-19 ini juga membuktikan kepada kita jangan pernah takabur dengan yang gaib. Tapi ikuti cara yang bisa menghindari. Masyarakat juga harus menyadari akan dampak Covid-19 ini bagaiman kehidupan masyarakat di daerah maupun di Indonesia selama wabah ini. Baik dari faktor ekonomi, kerukunan silaturahmi dan lainya yang sudah sangat kacau dan sulit. Untuk itu mari kita berikhtiar atasi wabah ini segera berlalu,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr H Mohammad Subuh MPPM mengatakan, wabah Covid-19 ini merupakan sebuah peristiwa global public health yang harus diantisipasi oleh sebuah negara hingga ke tatanan individu. Karena permasalahannya tidak hanya pada kesehatan, tapi membawa dampak multi dimensi bagi masyarakat. Yaitu pada ekonomi, sosial dan keamanan lainya. Sehingga ini juga harus disadari dengan seksama oleh masyarakat demi pentingnya kesehatan.

Untuk antisipasi maupun penyelesaian Covid-19 ini, pemerintah sudah mengambil langkah tepat, yaitu melalui penggunaan vaksin, penerapan 3M dan penerapan pola hidup bersih dan sehat oleh masyarakat.

”Jadi kuncinya saat ini tinggal kepada kita untuk mengikuti langkah-langkah itu. Sehingga penuntasan pandemi Covid-19 pun bisa diselesaikan dengan baik,” jelasnya.

Langkah-langkah yang disiapkan pemerintah itu masyarakat juga tidak perlu ragu, karena semuanya sudah pasti melalui pengkajian, pengujian dan terjamin. Seperti vaksin yang dalam waktu cepat ini segera diterima pemerintah untuk pencegahan Covid-19.

”Jadi masyarakat tidak perlu ragu, saat vaksin datang, karena pasti sudah dijamin proses keamanan dan efektivitasnya,” tutup dr Subuh.

Sementara terkait Covid-19 ini, menurut World Health Organization (WHO) dalam situs resminya mengatakan, Covid-19 adalah virus yang tidak hanya menyerang manusia, tapi juga pada hewan yang sistim kerjanya menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrme (SARS).

Sedangkan gejala yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering dan beberapa lainya yang dirasakan masyarakat. Dan penularannya dari orang ke orang melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut yang menyebar ketika seseorang batuk atau menghembuskan nafas.

Begitu juga pada benda yang sebelumnya terkontaminasi dari orang yang terinfeksi Covid-19 dan tersentuh oleh masyarakat yang kemudian juga memegang bagian wajah. Untuk itu upayakan tetap menjaga Jarak sesuai dan menggunakan masker dan mencuci tangan sesuai yang telah dihibaukan. ***

Check Also

Syamsurizal: Jika tak Berbenah PPP Akan Punah

Rapimwil Jalan, Pelantikan Pengurus DPW PPP Ditunda Pengurus DPW PPP Riau periode 2021-2026 di sela-sela …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *