Sabtu , 18 September 2021

Dua Tempat Wisata Dinilai Melanggar Prokes, Ketua Forum Milenial Kota Pekanbaru Lapor ke Polda Riau

PEKANBARU – Ketua pemuda milenial Kota Pekanbaru, Iris Teva resmi melaporkan dua tempat yang dinilai sengaja membuat kerumunan di masa darurat pandemi Covid 19. Dalam kunjungan beliau, Iris Teva didampingi oleh kuasa hukumnya, Wan Subantriarti SH.MH, pada Rabu pagi tadi.

Usai membuat laporan, Wan Subantriarti, menjelaskan, kita mendampingi Forum Pemuda Milenial dalam hal pelanggaran protokoler kesehatan (Protkes). Ada dia dua wilayah yang dilaporkan untuk hari ini.

,” Kita menilai ini sudah masuk unsur keranah hukum, bahwa dua wilayah yang dilaporkan ini ada faktor kesengajaan melanggar protokol kesehatan dan menimbulkan keramaian,” ungkap Wan Subantriarti SH.MH,.dengan dianggukan oleh Tim Forum Milenial lainya.

Terkait dengan laporan ini sebut, Wan Subantriarti SH.MH, dirinya akan terus kawal proses hukum yang sudah melanggar Peraturan Perundang- undangan ini ,” Kita berharap hukum tidak timbang pilih, mereka sudah terang-terangan melanggar Protkes,” tegas Wan Subantriarti SH.MH.

Sementara itu, Iris Teva berharap kasus segera diproses secara adil dan profesional. Dan kita percaya Polda Riau tidak akan main- main dalam menegakkan hukum dinegara kesatuan Republik indonesia.

,”Semoga bapak Kapolda Riau segera memproses kerumunan yang ada lingkungan Provinsi Riau,” ucap Iris Teva.

Mengapa terjadi pelaporan ini, kata Iris Lagi, mereka selaku pemuda milenial kecewa dengan pemerintah Kota Pekanbaru ,” Saya juga selalu menyampaikan kepada masyarakat selalu patuhi prokes disekililing kita,” beber Iris Teva.

Sambung dia, pasalnya, Kota Pekanbaru sudah zona merah. Jadi peran masyarakat dan pemerintah harus sinkron tampa ada tebang pilih ,” Kita berharap pemerintah jangan hanya berkoar-koar tentang protkes, sementara pelaksanaan minim,” cetus Iris Teva.

Dengan adanya dua wilayah yang dilaporkan kali ini kata dia, dirinya selaku pemuda milenial tidak ingin hal serupa terulang lagi. Dan kita juga berharap tempat usaha juga jangan seenak hatinya buka dan menimbulkan kerumunan.

,” Kita berharap kepada Polda Riau segera periksa dua wilayah yang dilaporkan ini, agar ada efek jera untuk yang lain. Sebab kalau dibiarkan ini sama saja membuka peluang untuk yang lain,” pungkas Iris Teva. (Rls/Km)

Check Also

Pemkab Inhu Permudah  Transaksi Melalui Aplikasi “Bela Pengadaan”

Bupati : Pemerintah Perlu Memberikan Kesempatan Pada Pelaku Usaha Mikro Kecil    INHU (Khabarmetro.com)– Untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *