Kamis , 15 April 2021

Diduga Api Berasal Frekuensi HP

Penyebab Kebakaran SPBU Jalan Ababil

 

PEKANBARU (khabarmetro.com) — Pasca-kebakaran yang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umu (SPBU) di Jalan Ababil, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Jumat (1/1) pukul 23.55 WIB lalu, hingga kini kepolisian masih mendalami penyebab terjadinya kebakaran. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau pun telah turun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolresta Pekanbaru Kombespol Nandang Mu’min Wijaya saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. “Ya, sudah datang tim Labfor Polda Riau. Ini masih menunggu hasilnya. Semoga dalam waktu dekat bisa keluar,” ungkapnya, Selasa (5/1).

Selain itu, pihaknya juga telah memeriksa keterangan saksi dan alat bukti di TKP. “Untuk saksi di TKP juga sudah diperiksa. Begitu juga pemilik kendaraan serta warga di sekitar TKP,” ujarnya.

Menurutnya selain barang bukti mobil Avanza yang terbakar, di sana dijumpai beberapa jerigen yang telah terisi bahan bakar minyak (BBM). “Ada 12 jeriken di dalam mobil itu,” urainya.

Seperti dilansir sebelumnya,  peristiwa ini tidak ada korban jiwa, hanya saja kerugian ditaksir ratusan juta. Sejauh ini, terdapat mobil yang terbakar sedangkan pemiliknya mengalami luka bakar di bagian wajah. “Korban bernama Muhammad Deni alias Ujang (41). Saat itu ia menggunakan mobil BM 1241 SX dengan mengisi BBM premium. Terhadap kendaraan korban telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan,” jelasnya.

Diungkapkannya, berdasar keterangan saksi-saksi di lapangan seperti karyawan dan sekuriti, saat korban mengisi BBM, tiba-tiba keluar api dari tanki mobil. “Karyawan yang melihat langsung mematikan mesin enjinator dan mengambil racun api untuk memadamkan,” ungkapnya.

. Namun, api semakin membesar. Sehingga, petugas pun kewalahan lalu menghubungi pihak pemadam kebakaran (damkar). “Diduga api berasal dari frekuensi HP yang berbunyi dari dalam mobil yang sedang melakukan pengisian minyak. Sehingga menimbulkan percikan api yang menyebabkan kebakaran,” terang Kapolres.(rpg/aby)

 

Check Also

Pemerintah Diminta Subsidi Ongkos Naik Haji 2021

Diperkirakan Akan Jadi Rp. 44 Juta   PEKANBARU (Khabarmetro.com) – Ongkos Naik Haji 2021 (Biaya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *