Minggu , 17 Oktober 2021

Danrem 031/WB Laksanakan Patroli Udara dan Tinjau Pendinginan Lahan Terbakar di Riau

PEKANBARU, (Khabarmetro.com)– Pantau kondisi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan bersama tim Satgas BPBD Riau dan Manggala Agni laksanakan Patroli Udara dengan Helikopter KLHK yang di perbantukan untuk Provinsi Riau.

Patroli yang dilaksanakan Senin (3/3) sore tersebut dilakukan di beberapa daerah yang ditemukan titik api serta beberapa daerah lainya yang rawan terjadi Karhutla. Diantaranya, wilayah Kabupaten Bengkalis, Dumai, Rohil, Rupat, Siak Kecil dan beberapa daerah lainya.

Selain Patroli, Danrem juga melakukan peninjauan proses pendinginan lahan terbakat di 19 titik yang di laksanakan tim Satgas Karhutla dilapangan. Yaitu di Wilayah Pematang Pudu Rohil, Lubuk Gaung Bengkalis, Dumai, Tanjung Kapal Rupat, Pergam Rupat, Giam Siak Kecil Bengkalis.

Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed, mengatakan, jika dari patroli udara yang dilaksanakan tersebut, di temukan beberapa titik api di beberepa wilayah, yaitu di wilayah Rupat, Pematang Pudu Bengkalis dan Lubuk Gaung Dumai yang saat ini sudah dalam penanganan tim Satgas Karhutla dilapangan.

“Titik api itu sudah ditangani Satgas untuk pemadaman dan pendinginan pasca kebakaran. Sampai saat ini Kebakaran Hutan dan Lahan masih dapat ditangani dengan baik,” kata Danrem. Kamis (4/3).

Meski hingga kini kejadian Karhutla masih dapat ditangani, Jenderal bintang satu ini menyampaikan jika Riau masih butuh beberapa langkah untuk mengantisipasi Karhutla dan menangani titik api yang terdeteksi. Seperti modifikasi cauca atau hujan buatan dan Water Bombing.

“Hal ini juga menimbang cuaca di Riau yang sudah masuk musim kemarau dan juga kesulitan Satgas dalam penanganan di beberapa daerah yang sulit di jangkau,” ujarnya.

Melihat kondisi Karhutla ini, Danrem Kembali menghimbau masyarakat maupun perusahaan perkebunan yang ada di Riau bisa menjaga kebakaran dan tidak lagi melakukan pengelolaan lahan dengan cara membakar. Karena dampaknya sangat luar biasa dan tidak hanya pada masyarakat tapi juga kepada daerah maupun kenyamanan Negara.

“Untuk itu mari kita bersama-sama dan bersinergi dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla ini. Sehingga Riau bisa bebas dan terhindar dari kabut asap seperti yang terjadi sebelum-sebelumnya,” tutur Putra terbaik Bumi Lancang Kuning ini.(dre)

Check Also

Luar Biasa, 650 Mahasiswa UT Berhasil Diwisuda

Bupati Afrizal Sintong Selesai Tepat Waktu Direktur UT Pekanbaru, Iqbal Miftakhul Mujtahid MSi, IT (tengah) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *