Minggu , 20 Juni 2021

Candi Muara Takus dan Wacana Pembangunan Museum yang Hingga Kini Belum Terwujud

 

Foto: Candi Muara Takus

 

KAMPAR (Khabarmetro.com)– Candi Muara Takus merupakan situs bersejarah paling berharga yang miliki oleh Kabupaten Kampar. Keberadaanya adalah bukti sahih kebesaran peradaban masa lampau negeri yang juga berjuluk Minanga Kampua ini. Seharusnya situs ini bisa diandalkan menjadi destinasi yang mampu menjadi magnet untuk menarik kunjungan wisatawan sepanjang tahun.

Namun, keberadaannya belum mampu menarik kunjungan wisatawan secara signifikan bila dibanding dengan besar dan sarat makna sejarahnya candi yang terletak di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar tersebut.

Untuk mengetahui situasi terkini komplek Candi Muara Takus, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar, Repol berkunjung ke sana, Selasa, 25 Mei 2021. Kunjungan itu sebagai bentuk tugas pengawasan seorang wakil rakyat yang biasanya nanti hasil kunjungan akan menjadi pembahasan di tingkat kebijakan dan anggaran daerah.

Dalam kunjungan politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Partai Golkar Kampar itu diketahui, salah satu faktor yang disebut-sebut jadi penyebab kurang menariknya situs bersejarah ini bagi wisatawan secara luas untuk datang berkunjung adalah ketiadaan museum tempat memajang koleksi barang-barang berharga peninggalan peradaban Muara Takus kuno.

Wakil Ketua DPRD Kampar berdialog dengan petugas BPCB di komplek candi Muara Takus pada saat berkunjung ke sana

 

Selain itu, masih ada beberapa faktor lain yang menyebabkan wisatawan kurang berminat datang, seperti masih kurangnya fasilitas dan sarana prasara penunjang sebut saja contoh kecilnya lampu penerang di sekitar bila malam tiba, dukungan sumber daya manusia kepariwisataan dari penduduk lokal yang masih perlu ditingkatkan lagi dan masih banyak faktor lain yang mungkin harus terus dibenahi.

Menurut salah seorang Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) yang bertugas di Muara Takus, Azwar Sutihat, wacana pembangunan museum di komplek Candi Muara Takus sudah sejak lama didengung-dengungkan. Namun, hingga kini, keinginan itu belum juga terwujud.

Lanjut Azwar, pada saat penggalian yang dilakukan pihak BPCB di 2013 lalu, setidaknya ditemukan 9 item di antaranya ada arca kecil dan sedang. Tentu saja penemuan ini semakin menambah jumlah benda-benda berharga peninggalan Muara Takus. Dan tentu saja masih ada lagi beberapa benda berharga lain yang jauh sebelumnya sudah ditemukan.

Oleh karena belum adanya museum, kata Azwar pihak BPCB menjadi sangsi menitipkan benda-benda berharga milik Muara Takus yang kini disimpan di BPCB di Batusangkar. “Nanti kalau kita letak di sini, siapa yang bertanggung jawab, museum tidak ada,” ujar dia.

Azwar menjelaskan, fungsi museum selain tempat memajang dan menyimpan koleksi benda bersejarah Muara Takus, juga berfungsi sebagai penambah daya tarik serta sarana edukasi bagi para pengunjung terutama bagi generasi muda tentang kebesaran peradaban masa lalu di Muara Takus.

Azwar juga menyinggung, agar pembangunan museum semakin menjadi nyata, seharusnya pihak kabupaten serius menunjukkan tekad dengan langkah awal yang harus ditempuh adalah membentuk tim kajian percepatan pembangunan museum Muara Takus. Sebab, hal-hal teknis harus dikaji dengan matang sebelum museum dibangun. Apalagi katanya, ada kabar baik, kalau pihak kementerian memiliki dana yang dialokasikan ke situs bersejarah di daerah dengan catatan, daerah sudah memiliki museum tempat koleksi benda-benda bersejarah.

Repol sendiri mengakui, keberadaan museum di komplek Candi Muara Takus sangat positif. Keberadaannya juga akan mampu memberi efek bagi peningkatan pengunjung ke sana sehingga ia sangat mendukung wacana pembangunan museum ini.

Biasanya, diantara benda-benda bersejarah yang lazim dijumpai di candi ialah seperti patung, arca, stupa, prasasti, artefak, perkakas kuno, naskah kuno, fosil dan lain-lain.

Banyak sekali peninggalan sejarah di Kampar yang sebenarnya harus kita lestarikan keberadaannya. Kalau tidak kita siapa lagi yang akan merawat dan menjaga peninggalan bersejarah tersebut? Peninggalan benda-benda sejarah tersebut bermanfaat bagi daerah kita. Adapun manfaat peninggalan sejarah adalah sebagai berikut.

Menambah kekayaan dan khasanah budaya daerah kita.

Menambah pendapatan daerah melalui kegiatan wisata.

Sebagai bukti nyata peristiwa sejarah yang dapat kita amati sekarang.

Dapat menambah wawasan dan pengetahuan.

Sangat membantu dalam bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan.

Dapat mempertebal rasa kebangsaan.

Dapat memperkokoh rasa persatuan. (naz)

Check Also

Rezita Meylani Resmi Dilantik Sebagai Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Inhu

  INHU (Khabarmetro.com)– Rezita Meylani Yopi, SE resmi dilantik sebagai Ketua Pimpinan Cabang Muslimat Nahdatul …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *