Senin , 2 Agustus 2021

Bupati Kampar Nyatakan Ikut Berduka Cita

Diduga Kapal Terbalik setelah Bermanuver

KAMPAR (khabarmetro.com) -Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto menyatakan berbela sungkawa atas meninggalnya penumpang kapal motor Banawa Nusantara 58 di Waduk PLTA XIII Koto Panjang, Sabtu (19/12). Bupati mengaku belum mendapat informasi lengkap terkait kejadian maupun kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar sebelum kecelakaan tersebut.

Informasi yang  berhasil dihimpun, bahwa kapal perintis Banawa Nusantara 58 terbalik di Waduk PLTA Koto Panjang, dekat kawasan Tepian Mahligai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Sabtu (19/12). Kapal hibah dari Kementerian Perhubungan itu dilaporkan pertama kali terbalik sekitar pukul 16.00 WIB.

Informasi sempat simpang siur sejak sebuah video amatir yang sedang menayangkan proses evakuasi dari kejauhan, menyebutkan tidak ada koran jiwa. Namun hingga jelang sore, usai evakuasi para penumpang yang tercebur ke dalam waduk, ternyata diketahui satu orang dinyatakan hilang.

Penumpang itu bernama Salman Alfarisi (32). Penggiat pariwisata asal Kota Pekanbaru itu dipastikan menjadi salah satu korban kapal terbalik tersebut oleh Camat XIII Koto Kampar Fajri sekitar pukul 17.00 WIB.  Salman dinyatakan meninggal dunia setelah jasadnya ditemukan hampir dua jam setelah kapal terbalik.

Kapolsek XIII Koto Kampar, Budi Rahmadi membenarkan kejadian tersebut. Saat dikonfirmasi wartawan, Budi menyebutkan korban tewas dalam kecelakaan tunggal di perairan waduk PLTA Koto Panjang itu sudah dievakuasi.

Budi menjelaskan, kapal itu membawa para penumpang yang sebelumnya menghadiri acara yang ditaja Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar.

Ada dugaan sejumlah pelanggaran prosedur pengangkutan penumpang, selain kemungkinan ada human error. Yang jelas, kata Budi, dalam pelayaran singkat antarpulau dalam kawasan Waduk PLTA Koto Panjang tersebut, Banawa Nusantara 58 tidak dilengkapi manifes kapal.

Manifes adalah suatu dokumen dalam jasa angkutan yang berisi daftar kargo, penumpang, awak kapal, pesawat udara atau kendaraan lainnya yang biasa digunakan oleh bea cukai. “Manifes tidak ada, penumpang 40-an orang dengan kapasitas kapal 50 orang. Saat ini masih kami selidiki penyebabnya, belum ada indikasi kelebihan penumpang. Namun dari keterangan saksi-saksi, kapal oleng saat melakukan manuver ke kanan terlalu kuat, kapal oleng lalu tumbang,’’ terangnya.

Banawa Nusantara 58 ini sedianya akan membawa peserta sebuah acara yang ditaja Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar. Para penumpang awalnya menghadiri acara di Puncak Kompe. Namun mereka menaiki kapal di Dermaga Talau. Sedianya kapal ini berlayar menuju kawasan wisata Puti Island yang tidak jauh dari kawasan wisata lainnya, Tepian Mahligai.  Namun kapal mengalami kecelakaan tunggal, terbalik saat bermanuver, sekitar 1 km dari Puti Island. (aby)

 

Check Also

BEBUAL SAMBIL NGOlah Pikiran yang ditajah oleh Kwarran Binawidya Pekanbaru

Pekanbaru (khabarmetro.com ) – Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Binawidya pada Jumat 30/07/2021 melalui Dewan Kerja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *