Sabtu , 18 September 2021

Biddokkes Polda Riau Lanching Aplikasi SIDAOD

Permudah Identifikasi Korban

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara, AKBP drg Agung Hadi Wijanarko SpBM saat menyerahkan aplikasi secara simbolis kepada Kepala Cabang BPJS Pekanbaru, drg Nora Duita Manurung MPH, Selasa (3/11)

PEKANBARU (khabarmetro.com)–Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Riau, launching Aplikasi Sistim Informasi Data Odontogram (SIDAOD) di Aula Rumah Sakit Awal Bros, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Selasa (3/11). Lanching Aplikasi SIDAOD ini dilakukan lansung oleh Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara AKBP drg Agung Hadi Wijanarko SpBM.

Turut dihadiri Ketua Persatuan Dokter Gigi (PDGI) Wilayah Provinsi Riau drg Aldes Evarina MARS, PDGI Kota Pekanbaru, Kepala Cabang BPJS Pekanbaru drg Nora Duita Manurung MPH, pihak Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, serta 15 dokter gigi dari berbagai klinik di Kota Pekanbaru.

Karumkit Bhayangkara AKBP drg Agung Hadi Wijanarko SpBM mengatakan, aplikasi SIDAOD tersebut merupakan aplikasi terobosan baru untuk identifikasi korban yang yang sulit dikenali atau sudah masuk proses pembusukan. Seperti korban bencana alam, bencana massal, tindak kejahatan dan korban-korban lainnya.

”Yang dimaksud data odontogram tersebut adalah data yang diambil dari gigi geligi seseorang yang merupakan salah satu bagian dari isi rekam medis yang ke depannya harus diisi oleh dokter gigi di fasilitas pelayanan kesehatan. Hal ini sesuai dengan Permenkes 269 tahun 2008 dan Permenkes 89 tahun 2015,” katanya.

Selain itu, lanjut Agung, Aplikasi SIDAOD tersebut juga merupakan aplikasi yang mampu mempercepat dan mempermudah proses identifikasi sesui aturan. Saat ini untuk data odontogram yang sesuai standart dan sesuai aturan masih belum banyak dibuat oleh dokter gigi di berbagai daerah.

Untuk itu, Aplikasi SIDAOD ini dibuat agar para dokter gigi bisa lebih muda dalam membuat data odontogram pasien sebagai salah satu isi rekam medis.

”SIDAOD ini juga bisa untuk menyimpan data odontogram sebagai data base ante mortem yang dapat digunakan sebagai pendukung proses identiikasi terhadap korban yang sudah tidal utuh lagi atau sudah mengalami pembusukan,” jelasnya.

Lebih jauh, papar Agung, Aplikasi SIDAOD merupakan persembahan Biddokkes Polda Riau yang mempunyai tugas pokok dalam mendukung keberhasilan operasional kepolisian. Terutama sebagai pendukung proses identifikasi.

Aplikasi ini merupakan hasil karya dirinya sendiri yang menjabat sebagai Kepala RS Bhayangkara Tk III Pekanbaru yang juga sedang menjalani pendidikan PKN tingkat II angkatan XIV tahun 2020 sebagai bagian dari tugas akhir pendidikan berupa projek perubahan.

”Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan dapat memperbanyak data odontogram yang sesuai standart dan aturan yang tersimpan dengan baik. Sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan data odontogram sebagai data ante mortem untuk mempermudah dan mempercepat proses identifikasi korban ke depan,” tutur Agung.

Aplikasi SIDAOD Biddokes Polda Riau, ini sangat diapresiasi oleh Ketua Persatuan Dokter Gigi (PDGI) Wilayah Provinsi Riau drg Aldes Evarina MARS. Ia mengatakan, aplikasi ini sangat bagus dan bisa segera disosialisasikan yang juga sebagai pilot projek di wilayah Riau.

”Kita harap seluruh dokter gigi di Riau, khususnya yang tergabung dalam PDGI di Riau bisa segera mengikuti aplikasi SIDAOD ini untuk identifikasi pasien yang berkunjung,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala BPJS Pekanbaru drg Nora Duita Manurung MPH. Ia mengatakan, BPJS sangat mendukung aplikasi SIDAOD yang dipersembahkan Biddokes Polda Riau ini.
Karena, menurutnya, pencatatan riwayat pelayanan setiap pasien itu sangat penting. Baik untuk identifikasi, penelitian maupun hal lainya untuk ke akuratan data.

”Hal ini juga dibutuhkan oleh BPJS untuk mengetahui riwayat peserta BPJS. Maka itu kita sangat mendukung aplikasi ini,” katanya.

Ia juga berharap, ke depannya aplikasi ini segera merata di seluruh wilayah. Sehingga data anggota di BPJS pun juga akan lebih maksimal.

Untuk tahap awal ini, ia langsung memasukkan sebanyak 15 anggota yang ke depannya akan terus dikembangkan. ”Ini kita lakukan secara bertahap, dan kita berharap dalam waktu cepat program ini bisa segera disingkronkan dengan BPJS,” tuturnya. (dre)

Check Also

WOW…MAXI HADIR DI MAL SKA

PEKANBARU (khabarmetro.com)– Suzuki terus berinovasi. Kali ini Main Dealer PT Alfa Scorpii melaksanakan “Pameran Sadis …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *