Rabu , 27 Oktober 2021

Bersantai di ‘Siak Riverside’, Destinasi Wisata Baru di Pekanbaru

Membuat Hati Senang, Kesan Kumuh Perlahan Hilang

Laporan KHAIRUL AMRI, Pekanbaru
amrik4551@gmail.com

Camat Senapelan Norpendike (dua kiri) bersama staf, dan Ketua DKKP Fedli Azis saat berada di Siak Riverside, Selasa (10/8/2021) lalu.

 

*TEPIAN* Sungai Siak atau lazim disebut Siak Riverside, kesannya juga lebih keren, terus disolek. Program ‘Kotaku’ atau kota tanpa kumuh menjadikan kawan ini semakin menawan.

Matahari mulai condong ke barat. Sinarnya masih terang. Hawa panasnya lumayan, masih terasa terik. Jam di tangan sudah menunjuk ke angka 4. Petang itu, Selasa (10/8/2021).

Suasana di bawah jembatan Leighton (Siak 1) lumayan ramai. Makin petang, kendaraan yang lalu lalang semakin banyak. Meski begitu, arus lalu lintas tetap lancar. Yang berkerumun juga tidak ramai, maklum sedang kondisi PPKM Covid-19.

Camat Senapelan Norpendike Prakasa SSTP MSi dan staf sudah berada di bawah jembatan. Bentang beton, semen dan aspal itu persis berada di atas kepala. Menghubungkan sisi Kecamatan Senapelan dengan Kecamatan Rumbai. Ada juga ikut bersama, Ketua Dewan Kesenian Kota Pekanbaru (DKKP) Fedli Azis. Perbincangan ringan pun berlangsung.

Camat menjelaskan tentang penataan yang sedang berlangsung di bawah Leighton. “Ini adalah bagian dari progran Kotaku, kota tanpa kumuh. Dananya dari APBN, di bawah Kementerian PUPR. Penataan kawasan ini sudah dimulai sejak 2019 lalu,” jelas Norpendike, yang baru dipercaya menjadi Camat Senapelan.

Warga sekitar, kordinator pedagang di kawasan ini, pun ikut bersama. Pada kesempatan itu, Camat berharap agar warga sekitar dan para pedagang bisa menjaga kawasan itu agar tetap tertib dan indah. Ia juga menyambut baik rencana DKKP yang akan bekerja sama untuk meramaikan kawasan Siak Riverside itu dengan kegiatan seni dan budaya.

Di bawah Leighton ini, nampak sudah sangat tertata. Kios-kios pedagang jagung bakar yang selama ini berjejer di tepian sungai, sekarang sudah dipindah ke tempat yang lebih rapi. Ada 15 kios, kedai berjualan, di sini. Di kiri kanan jalan bawah jembatan ada pula taman yang asri. Lengkap dengan fasilitas pejalan kaki, pun ada toilet yang bersih.

Memang, seperti disampaikan Kordinator pedagang, Kidok, kepada Camat, tata letak beberapa kios pedagang itu kurang pas. Karena mengahap ke jalan. Belum lagi tempat duduk pengunjung yang jauh dari kios. Akibatnya, sekarang terpaksa trotoar yang sudah bagus di depan kios mereka pakai untuk tempat kursi dan meja.

“Ini sudah lumayan bagus. Tertata dan nyaman. Nanti kita tanyakan lagi ke pihak terkait. Mudah-mudahan bisa diubah letak kios yang kurang pas tersebut. Kan, belum diserahterimakan. Kita masih bisa usul. Apalagi nanti kalau trotoar sudah tak bisa dipakai sebagai tempat kursi dan meja. Tetntu menyulitkan pedagang,” kata Camat. Mendengar penjelasan itu, kordinator pedagang nampak paham.

Meski begitu, selama berada di kawasan ini, te rasa sekali suasana nyaman dan senang. Selain asri, fasilitas sudah lengkap, dan semakin tertib.

*Kesan Kumuh Mulai Hilang*

Camat pun bergeser ke kawasan tepian Sungai Siak. Bersama Ketua DKKP, Kordinator pegagang, RT dan RW. Dari bawah Leighton sudah dibuat jalan yang cantik, menuju tepian sungai. Bukan hanya untuk pengunjung biasa. Laluan khusus bagi warga yang kurang beruntung, kelompok luar biasa pun disiapkan. Ada jalan khusus buat laluan/koridor kursi roda.

Di sini, persis di tepi sungai ada tulisan berwarna kuning: SIAK RIVERSIDE. Trotoar dan pedestriannya sudah sangat tertata. Lantainya dibuat cantik dari papan, sisi trotoar di seman dan cat indah, plus diberi pagar. Pagar tepi sungai berwarna abu-abu itu, menambah indah kawasan tersebut.

Dijelaskan Camat Norpendike, seperti informasi yang diterimanya dari pendamping program Kotaku, panjang kawasan yang ditata itu mencapai 1,4 kilometer lebih. Kiri kanan jalan, trotoar sudah dibangun bagus dan sangat layak bagi pengunjung yang hobi jalan santai di sini.

Selain itu, ada juga beberapa petak taman yang sudah disiapkan. Hanya saja, area taman berbentuk kotak-kotak itu belum terisi bunga. Dijelaskan Camat, masih informasi dari pendamping Kotaku, taman-taman itu akan dikerjakan oleh pihak Pemko Pekanbaru.

“Untuk kegiatan ini ada namanya kolaborasi dari Pemko setempat. Ketika pusat memberi bantuan otomatis Pemko diminta untuk kolaborasi pada beberapa kegiatan, seperi pot yang masih kosong. Sudah kordinasi dengan Pertamanan Pemko, dimana taman itu akan dikerjakan tahun 2022 mendatang,” jelas Camat Norpendike, seperti disampaikan pendamping program Kotaku.

Lalu kapan diserahkan ke Pemko? Menurut Camat, kawasan ini sudah bisa dirasakan manfaatnya bagi warga kota. Namun saat ini, kawaan Siak Riverside tersebut masih dalam tahap pemeliharaan. Seperti biasa, ada waktu 1 tahun hingga diserahkan nanti.

Dengan adanya kawasan ini, secara umum kesan kumuh yang dulunya melekat pada tepian sungai itu, sekarang perlahan mulai hilang. Seperti disulap. Kawasan kumuh menjadi asri dan indah. Andaikan ini bisa dijaga bersama, Camat yakin, dalam kondisi normal nanti Siak Riverside sudah tentu akan ramai dikunjungi, baik oleh warga Pekanbaru maupun luar kota Bertuah Madani ini.

Di sini, sekarang, selain bisa foto-fofo dengan spot yang menawan. Karena sudah banyak fasilitas, seperti bangku-bangku cantik sepanjang pedestrian dan di taman, pun banyak pula tempat yang bisa memanjakan badan.

Satu diantaranya tempat santai, duduk sambil minum dan makan di bawah jembatan. Camat pun pada kesempatan itu menjamu rombongan di lokasi ini. Sambil diskusi, semua disuguhkan air kelapa muda, jagung bakar dan pisang bakar. Cemilannya biasa saja, tapi suasana petang itu yang luar biasa.

Gelap mulai turun menyelimuti bumi. Senja seperi tak mau kompromi dengan teriknya matahari siang. Sinarnya makin lama makin redup, berganti dengan suasana gelap. Jam di tangan sudah hampir menunjuk angka 6, itu tanda Magrib segera tiba. Usai menikmati semua suasana itu, rombonganpun bersurai alias bubar. **

Check Also

Aklamasi, Jimmy Kurniawan Kembali Pimpin APSAI Pekanbaru

Pelantikan Pengurus, Dijadwalkan November 2021 Anggota dan Pengurus APSAI Kota Pekanbaru bersama Kadis P3APM Chairani …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *