Jumat , 30 Juli 2021

Awas, Gubri Larang Masyarakat ke Luar Kota 

Dirikan Posko di Perbatasan

 

Gubri Drs H Syamsuar MSi

PEKANBARU (khabarmetro.com) – Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, mengimbau kepada seluruh masyarakat Riau, untuk tidak ke luar kota selama masa libur tiga hari pada tanggal 28-30 Oktober 2020. Hal ini mengingat meningkatnya penyebaran Covid-19 di Riau, terjadi usai libur lebaran dan libur akhir pekan selama tiga hari, dua bulan lalu.

”Dalam bulan Oktober akan ada libur beberapa hari, jangan ke luar kota. Jangan sampai terjadi lonjakan tinggi kasus positif Covid-19 pasca libur panjang. Kami berharap kalau tak perlu tak usah ke luar kota. Saya kalau tak penting sekali tak keluar kota. Begitu juga staf saya, kalau tak penting, tak saya izinkan keluar kota,” ujar Gubri, Jumat (23/10) saat mengadakan rapat koordinasi penananganan Covid-19 di Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Gubri mengaku sudah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan orang masuk ke Riau, dimasa libur panjang nanti. Langkah itu adalah dengan kembali mendirikan posko di perbatasan-perbatasan Riau, dan mengecek kesehatan seluruh orang yang masuk dan ke luar dari Riau.

”Untuk mengantisipasi masuknya orang dari luar Riau pada saat libur nanti, pemerintah kabupaten kota supaya bisa mengawasinya. Jika perlu orang dari luar yang daerahnya masih zona merah, harus mematuhi protokol kesehatan,” tegas Gubri.

”Di perbatasan Riau, Sumatra Utara, Jambi, Sumbar nanti akan ada pos lagi didirikan. Ini dalam rangka antisipasi nanti orang ke luar masuk mudik, supaya kita bisa deteksi siapa yang ke luar Riau, siapa yang masuk Riau. Ini akan kita buat lagi seperti itu,” tegas Gubri.

Dikatakan Gubri, bagi orang yang masuk ke Riau dimasa pandemi Covid-19 ini, peran RT/RW kembali diminta untuk mendata orang yang masuk ke daerahnya. Agar bisa tahu darimana asal orang yang masuk, apakah dari provinsi yang masih hitam, merah atau hijau kondisi Covid-19-nya.

”Perlu lagi buat Orang Dalam Pemantauan, agar bisa memastikan kondisi kesehatannya. RT/RW juga berperan lagi dalam mendata orang yang masuk, sehingga nantinya kita tau apakah orang ini masuknya dari zona hitam, merah atau hijau. Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” ungkap Gubri. (mcr)

Check Also

KPU Inhu Hibahkan APD Kepada Pemda Inhu

PEMATANGREBA (Khabarmetro.com)–  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) hibahkan Barang Milik Negara (BMN) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *